Article

Rabu, 23 Maret 2016

Mengapa Nasib Uber Tidak Sebaik AirBnB?

Minggu ini kita dihebohkan dengan aksi demo yang dilakukan oleh ribuan sopir taksi. Mereka menutupi jalan Sudirman dan kawasan Senayan menuntut penutupan Uber, Grab dan layanan transportasi online lainnya seperti GoJek. Karena transportasi online dianggap ilegal dan memberangus pendapatan sehari-hari mereka.

Aksi demo berlangsung panas dan anarkis dengan pengrusakan sejumlah kendaraan yang ironisnya adalah kendaraan taksi. Karena dianggap tidak kompak dengan tidak ikut berdemo. Juga bentrok dengan driver GoJek yang berbuntut penganiayaan. Pemerintah sampai sekarang masih merumuskan solusi terbaik. Karena bagaimanapun juga, layanan transportasi online dibutuhkan masyarakat.

Hal ini kontras dengan yang dialami layanan penginapan online. Yang paling terkenal dan model bisnisnya mirip Uber, siapa lagi kalau bukan AirBnB. Layanan tersebut sudah tersedia di Indonesia (www.airbnb.co.id). Tapi nasibnya lebih baik dari Uber karena hingga saat ini belum kedengaran ada yang ngerecokin baik dari perhotelan maupun pemerintah. Mungkin karena tidak terlalu mengganggu bisnis hotel konvensional, jadinya layanan penginapan online ini aman.

Jika taksi konvensional yang seperti terkena dampak besar dari kehadiran taksi online, berbeda dengan hotel konvensional. Mereka cukup adaptif dengan perkembangan teknologi yang kemudian bekerja sama dengan aplikasi tiket/travel online seperti agoda, traveloka, pegipegi dan sebagainya.

Kuncinya adalah adaptasi. Mereka yang paling bisa beradaptasi, dialah yang bakal survive. Pemerintah harus beradaptasi untuk mengakomodasi tren teknologi. Pelaku bisnis beradaptasi dengan perkembangan jaman menyesuaikan kebutuhan saat ini.

Read more ...

Senin, 15 Februari 2016

Memasuki Dunia Realitas Virtual dengan Samsung Gear VR


Salah satu tren baru yang digadang-gadang bakal populer di tahun 2016 adalah virtual reality. Dengan koneksi internet yang semakin cepat, menikmati visualisasi dunia virtual reality menjadi semakin gampang. Virtual reality (VR) atau dalam bahasa Indonesia diartikan realitas maya merupakan teknologi yang bisa membuat pengguna dapat berinteraksi dengan lingkungan yang disimulasikan oleh komputer (computer-simulated environment), suatu lingkungan yang hanya ada dalam imaginasi. Kegiatan favorit seperti bermain game, menonton film, dan liburan kini menjadi lebih nyata dengan Virtual Reality.

Beberapa produsen mengantisipasi hadirnya tren ini dengan merilis headset virtual reality. Salah satu yang mendapat perhatian besar adalah Samsung Gear VR. Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini pertama kali memperkenalkan perangkat VR pada September 2014 di ajang IFA Berlin. Namun pada waktu itu masih edisi terbatas (Innovator Edition) yang lebih menyasar kalangan early adopter yang gemar mengulik hal-hal baru. Maupun untuk kalangan developer sebagai langkah awal untuk membentuk ekosistem aplikasi virtual reality sebelum dirilis secara masal ke publik. Setahun kemudian, pada November 2015 perusahaan telah mengumumkan ketersediaan Samsung Gear VR untuk konsumen lewat preorder untuk wilayah Amerika Serikat.

Samsung Gear VR generasi baru ini merupakan hasil kerjasama dengan Oculus, produsen virtual reality yang pada Maret 2014 silam dibeli Facebook dengan harga USD 2 miliar atau lebih dari Rp 25 triliun. Apa saja yang menarik dari headset VR terbaru dari Samsung yang dibanderol dengan harga hanya US$ 99 ini? Yuk kita kupas fitur-fiturnya.


DESAIN
Samsung Gear VR model baru ini memiliki desain seperti dua headset virtual reality yang pernah dibuat Samsung sebelumnya. Bedanya, Samsung Gear VR Consumer Edition ini memiliki desain trackpad baru, dibanderol dengan harga lebih murah, yaitu US$99. Produk ini kompatibel dengan beberapa smartphone flagship terbaru Samsung. Terdapat koneksi micro USB yang menghubungkan antara headset VR dengan smartphone tadi.

Jika dibandingkan dengan Google Cardboard yang hanya terbuat dari material karton dan terkesan seperti mainan, tentu Gear VR jelas lebih berkualitas dan lebih mengesankan sebagai perangkat VR yang sesungguhnya. Material bahannya terbuat dari plastik yang kokoh, namun lebih ringan. Samsung dan Oculus merancang headset ini senyaman mungkin agar kita betah berlama-lama memakainya. Total beratnya jika tanpa dipasang smartphone adalah 318 gram atau 19% lebih ringan dibanding pendahulunya. Tak hanya itu, interfacenya juga dibuat lebih lebar, begitupun dengan tombol touchpad yang lebih lebar agar memudahkan kita untuk mengontrol lebih akurat. Perangkat inipun memiliki sensor untuk kepala pengguna dan bantal di sekitar mata, membuat pengalaman VR lebih nyaman.


PENGOPERASIAN
Cara memasangkannya juga gampang yakni menemplkan ponsel di bagian depan untuk menaruh ponsel dengan layar menghadap ke dalam. Display menghadap ke lensa stereoscopic headset. Karena dengan bantuan layar inilah, pengguna bisa menikmati dunia virtual reality. Selanjutnya, colok ponssel ke dock micro-USB pada bagian kiri dan kunci di tempatnya dengan plastic holder yang ada di kanan.

Sedangkan cara memakai perangkat ini adalah seperti halnya kita memakai kaca mata, namun dengan tali pengikat (strap) agar kita tidak memegangnya terus menerus. Kalaupun Anda memakai kaca mata, bisa tetap dipakai tanpa harus mencopotnya. Sebagai tambahan, di bagian atas terdapat roda fokus yang memudahkan kita untuk mengatur fokus agar menyesuaikan dengan pandangan mata kita.

Secara default, kontrol navigasi dirancang dalam bentuk directional touchpad empat arah yang terletak pada pelipis kanan. Konturnya lebih terasa sehingga lebih mudah digunakan untuk diarahkan. Di atas touchpad sedikit ke kanan, terdapat tombol Back yang memberikan aksesibilitas mudah. Sementara volume rocker terletak di bagian depan.

Untuk mendapatkan user experience lebih impresif, disarankan untuk memasangkan headphone ke telinga. Namun headphone ini tidak disertakan pada paket pembelian Gear VR, sehingga kita bisa memakai yang sudah ada. Jika mau, kita juga bisa memasangkan aksesoris terpisah game controller pad yang dihubungkan via Bluetooth agar bermain game lebih seru.


FITUR
Sebagaimana Google Cardboard yang merupakan perangkat paling dasar untuk mencoba virtual reality, Gear VR ini juga bukan merupakan headset standalone. Dalam arti kita bisa menikmati sensasi virtual tanpa perlu perangkat tambahan lainnya. Gear VR sangat tergantung dengan smartphone sebagai media untuk mengakses seluruh konten. Perangkat wearable ini kompatibel hanya dengan beberapa smartphone flagship terbaru yaitu Samsung Galaxy Note 5, Samsung Galaxy S6, Samsung Galaxy S6 Edge, dan Samsung Galaxy S6 Edge+. Jadi, jika memang Anda tertarik untuk membelinya, pastikan dulu bahwa Anda telah memiliki smartphone tersebut.

Bedanya dengan Cardboard, selain desain dan material yang jauh lebih kokoh, di Gear VR terdapat beberapa hardware sensor tambahan yaitu accelerometer, gyroscope dan proximity. Ketiga sensor tersebut pada dasarnya sudah tersedia juga di smartphone. Namun dengan adanya sensor langsung di headset, berpengaruh pada pengurangan latency dan meningkatkan performa seacara umum.

Begitu ponsel dipasangkan ke dock headset VR dan perangkatnya kita pakai, maka secara otomatis tampilan antarmuka akan menjalankan Oculus Home. Ini adalah portal konten VR yang mana dari sini kita bisa menjalankan berbagai aplikasi, movie, maupun game. Samsung dan Oculus mengklaim saat ini terdapat lebih dari 100 aplikasi dan game berbasis VR dan akan terus bertambah lagi.

Jika memilih untuk menonton film, kita benar-benar serasa seperti di dalam bioskop yang besar. Lengkap dengan kursi yang berderet dan layar bioskopnya yang diberi tirai penutup warna merah yang membuka begitu film dimainkan. Kemudian jika menonton video 360 derajat, kita benar-benar merasa berada di lingkungan itu dengan melihat sekeliling secara penuh baik menengok ke arah sisi samping kanan-kiri, depan-belakang, atas-bawah. Saat bermain game, kita tidak lagi terhalang oleh layar datar sebagaimana pada ponsel atau komputer, tapi terasa benar-benar masuk menjadi pemain di dalamnya. Beberapa game yang bisa dicoba antara lain Land's End, Eve Gunjack, Finding Monsters, Shooting Down 2, Daydream Blue, Tactera, Twisted Realism, Monumen Valley, dan sebagainya.

Sudut pandang satu arah yang bisa tercapai dari Gear VR ini adalah 96%. Tampilannya cukup baik namun masih kurang detail dan tajam. Padahal jajaran ponsel di atas telah memiliki resolusi layar yang sangat bagus untuk saat ini yakni 1440 x 2560 pixel (Quad HD). Mungkin hasilnya akan lebih memuaskan jika nanti Samsung telah mengeluarkan ponsel dengan resolusi 4K UHD karena ukuran ini sesuai dengan resolusi layar bioskop.

Meski terasa nyaman dan asyik, namun ada baiknya kita tidak terlalu berlama-lama memakai headset VR ini. Karena bisa membuat kepala pening berputar-putar. Karena bagaimanapun Anda melihat ke layar yang jaraknya cukup dekat dari mata. Idealnya paling lama setengah jam saja Anda berada di dunia virtual. Biarkan Anda kembali ke dunia nyata dan mata Anda rileks. Selain untuk menjaga mata, pemakaian Gear VR dalam jangka waktu yang lama akan membuat baterai cepat habis dan cepat panas.

KESIMPULAN
Samsung Gear VR adalah perangkat yang paling tepat saat ini untuk menikmati dunia virtual reality lebih maksimal. Perbedaan user experience dibanding Google Cardboard cukup signifikan. Sayangnya, kompatibilitas perangkatnya sangat terbatas hanya pada smartphone high-end Samsung saja. Kendati demikian, harganya yang hanya $99 tergolong sangat terjangkau karena kita akan mendapat pengalaman yang lebih berharga dari sekadar uang yang kita belanjakan untuk membeli perangkat ini.

Read more ...

Senin, 25 Januari 2016

Roket Blue Origin Buka Peluang Traveling ke Luar Angkasa

Berpetualang ke luar angkasa? Selama ini kita hanya bisa berfantasi melalui berbagai film sci-fi seperti di Star Wars dan Star Trek. Namun, mimpi untuk traveling ke antariksa mungkin akan bisa menjadi kenyataan. Adalah Blue Origin, sebuah perusahaan pengembang teknologi luar angkasa yang dimiliki oleh pendiri situs ecommerce Amazon.com Jeff Bezos.

Pada 22 Januari yang lalu  Blue Origin berhasil meluncurkan dan mendaratkan roket suborbital untuk kedua kalinya dalam upaya mengembangkan pendorong yang bisa digunakan lagi. Pengujian pertama adalah pada November 2015 sebagai keberhasilan perdana peluncuran dan pendaratan roket miliknya.

Blue Origin merilis video untuk merayakan keberhasilannya yang mengukir sejarah perjalanan ruang angkasa. Pada uji cobanya, misi roket itu meluncur dari West Texas naik ke langit dan melepaskan kapsul ‘New Shepard’. Setelah naik ke atas 330.000 kaki dan mencapai suborbit, roket kembali ke bumi. Pendaratan roket ini secara vertikal dan itu berlangsung lancar. Kapsul itu kemudian jatuh kembali ke Bumi akibat mesin terbakar yang memperlambatnya. Kapsul itu kemudian mendarat di titik pendaratan sekitar 1,5 meter dari pusat. Menariknya, pendaratan roket New Shepard dilakukan secara horizontal alias berdiri tegak, sama seperti posisi ketika roket itu terbang.

Mereka sebenarnya sudah ingin melakukan uji coba ini pada April lalu, tapi gagal karena sistem hidrolis terganggu. Kemudian mereka memperbaikinya. Untuk mengendalikan pendaratan agar bisa berjalan mulus, Blue Origin membuat sedemikian rupa struktur yang bisa menstabilkan New Shepard di bagian atas bodi. Sirip hidrolik mengarahkannya ke tempat pendaratan, di lokasi yang sama ketika diluncurkan. Mesin roket makin melambat begitu mendekati permukaan tanah. Kemudian 4 kaki untuk mendarat keluar dari roket.
Jeff Bezos mengaku sangat gembira dengan keberhasilan misi tersebut dan ini merupakan hal besar yang selama ini dicari. Bahkan menyebutkan roketnya telah berhasil melampaui apa yang dilakukan SpaceX, roket besutan Elan Musk yang sekaligus pemilik mobil sport elektrik Tesla. Karena menurutnya, bagian tersulit dari pendaratan vertikal dan kemampuan penggunaan roket lagi adalah saat pendaratan akhir. Nah, Blue Origin telah berhasil melalukan proses itu dengan mulus.

Pendaratan secara vertikal memang menjadi salah satu tujuan utama uji coba Blue Origin. Sebab, jika roket bisa terbang dan mendarat dengan selamat, itu bakal merevolusi dunia penerbangan luar angkasa. Kesuksesan misi roket Blue Origin ini digadang-gadang akan membuka misi penerbangan ke antariksa secara signifikan terutama dari segi biaya peluncuran. Karena setiap peluncuran misi ke antariksa tak harus menggunakan roket baru seperti yang selama ini biasa terjadi, tapi tetap bisa menggunakan roket yang sudah ada (reusable). Roket bisa dipakai hingga berkali-kali.

Sebagai kendaraan luar angkasa, roket ini dirancang agar mampu memuat hingga enam orang untuk penerbangan sub-orbital sekitar 100 kilometer ke atas. Para penumpang akan mengapung ringan selama empat menit dengan akses pemandangan Bumi dari ketinggian. Roket reusable bisa menjadi solusi perjalanan luar angkasa yang murah. Walau mungkin tidak murah-murah amat jika dibandingkan dengan ketika kita membeli tiket pesawat. Tapi sensasi yang bakal diperoleh pasti jauh lebih berharga dari sekadar uang yang dikeluarkan. Sebuah petualangan yang benar-benar menakjubkan dan tentunya tak akan terlupakan seumur hidup.

Nah, kapan kita bisa mencobanya? Sabar dulu. Jeff mengatakan pihaknya akan melakukan banyak uji coba sebelum siap untuk mengangkut manusia di dalamnya. Blue Origin akan melakukan berbagai penerbangan yang menantang. Harapannya beberapa tahun dari sekarang, bisa memasukkan manusia di New Shepard dan membawanya ke angkasa.





Read more ...

Kamis, 31 Desember 2015

Tips Agar Foto Instagram Kamu Makin Keren

Tak bisa dimungkiri, Instagram kini telah menjadi layanan media sosial yang sangat diminati oleh para netizen. Bahkan popularitasnya telah menggeser Twitter yang lebih dulu eksis. Padahal Instagram hanya berbasis layanan berbagi foto dan video pendek. Ternyata, justru di sinilah keunggulannya. Karena secara naluri, kebanyakan orang lebih menyukai pesan yang berbentuk visual daripada sekadar teks.

Karena semakin ramainya Instagram, maka kualitas fotonya pun bisa beragam dari yang berkualitas tinggi hingga ala kadarnya. Padahal untuk mendapat perhatian lebih dari followers, foto yang biasa-biasa saja tidak akan mencukupi. Kecuali jika Anda adalah seorang selebritis yang memang sudah memiliki basis fans banyak. Sehingga segala aktivitas ingin selalu diketahui.

Nah, bagaimana agar hasil foto-foto yang kita share di Instagram itu bagus? Pada dasarnya sama dengan kaidah yang berlaku di fotografi. Namun, kita bisa mencoba beberapa best practices yang sudah diterapkan oleh beberapa fotografer yang dikenal “seleb” atau memiliki follower banyak. Pengelola Instagram melakukan wawancara dengan beberapa akun terkemuka dan memuatnya di blog resmi. Berikut ini beberapa tips yang bisa menjadi inspirasi kita untuk meningkatkan kualitas foto fantastis.

Belajar Melihat Sesuatu dengan Cara Berbeda


Kita selama ini melihat sekeliling lingkungan mungkin dari dalam bus, kereta, atau sambil berjalan. Segala sesuatunya seolah terlihat sama dan biasa saja. Padahal dengan eksperimen, kita bisa mengolahnya sehingga terlihat berbeda. Contohnya seperti yang dilakukan oleh Paul Octaviaous, fotografer asal Chicago yang memiliki lebih dari 500 ribu pengikut. Ia sering melakukan eksperimen. Misalnya dengan mengambil foto dari obyek yang sama beberapa kali. “Bagi saya, memotret hal yang sama dari waktu ke waktu membantu saya berkembang sebagai fotografer. Karena membantu saya belajar dan mulai melihat hal-hal yang berbeda,” kata Paul.

Cari Simetris


Setiap fotografer memiliki kecenderungan yang berbeda-beda mengenai gaya berfoto. Pei Ketron, fotografer yang tinggal di San Francisco ini tertarik dengan segala yang simetris. Ketertarikannya bermula ketika membaca buku-buku seni milik ayahnya. Ia terpesona dengan konsep titik hilang dan menyadari dirinya senang untuk mencari garis-garis dan perspektif kemanapun pergi. “Di setiap kota besar, Anda akan melihat sebagian besar garis yang hadir dalam arsitektur di sekeliling Anda. Setelah mengetahui sebuah garis, Andapun melihat semua simetri yang menyertainya. Sebuah gambar yang selaras dan simetris secara sempurna akan terasa seimbang dan tepat.”

Pemilik akun pketron yang memiliki lebih dari 860 ribu follower ini mengungapkan cara untuk memotret foto dengan pemandangan simetri, kita harus memusatkan diri. Pastikan semua baris terlihat lurus dengan sempurna, terutama ketika mau di-crop menjadi kotak.

Photo Walk



Philip Park (@komeda) adalah fotografer yang tinggal di Korea dan kini memiliki lebih dari 342 ribu follower. Awal mula ketertarikannya pada dunia fotografi adalah saat dokter menyuruhnya untuk lebih banyak melakukan aktivitas olahraga. Ia melakukan “photo walk”, berjalan kaki sambil memotret sebagai pengganti waktu gym dan mendapatkan beberapa gambar menakjubkan di lingkungannya. "Meski tidak memiliki banyak waktu secara khusus untuk hunting foto karena kesibukan, namun tiap hari saya berangkat di jalan tepi sungai, dan tempat kerja saya terletak di dekat tempat-tempat indah, seperti sungai, istana, taman kota, dan tempat-tempat lain. Sebagian besar foto-foto saya ambil saat makan siang atau dalam perjalanan rumah, dan kadang-kadang saya melewatkan gym untuk photo walk."

Self-Portrait, Bukan Selfie

Sebagai fotografer sekaligus videographer freelance, Martin Reisch (@safesolvent) selalu memanfaatkan pekerjaannya untuk traveling ke berbagai tempat dan melakukan eksplorasi. Ia secara konstan mencari lokasi baru untuk pemotretan pada berbagai proyek. Ternyata, ia mengandalkan iPhone sebagai perangkat pendukung pekerjaannya.

Alih-alih selfie seperti yang dilakukan oleh kebanyakan orang, Martin lebih memilih self-portrait. Ia mulai membingkai dan menyusun gambar. Menyetel timer 15 detik dan berjalan untuk berpose. Terkadang ia bereksperimen dengan memotret dirinya sejauh mungkin dari kamera. Maka yang dilakukan adalah dengan menyetel timer 30 detik pada aplikasi Camera+, kemudian berlari secepat mungkin hingga mencapai tanda yang telah ditentuian. Untuk mendukung self-portrait, Martin paling suka membawa aksesoris Gorillapod karena memungkinkan untuk memasangkan ponsel ke pohon, tepian, dan apa saja yang bisa ditempelkan. Foto self-portrait menurutnya lebih dari sekedar untuk ditunjukan sebagai ide kepada klien potensial, tetapi merupakan konsep tematik dari waktu ke waktu. Dan menjadikan diri sendiri berada di dalamnya sebagai obyek self-portrait membuat foto menjadi terlihat unik.

Fokus pada komposisi


Komposisi adalah hal mutlak bagi fotografer. Kunci untuk mendapatkan foto yang menyenangkan mata. Hal ini pula yang dipercaya oleh Dan Cole (@dankhole) yang memiliki lebih dari 450 ribu follower. “Saya menghargai komposisi, dan saran saya kepada semua adalah untuk memperhatikan rule of third (aturan pertiga). Saya percaya sesuatu yang inheren itu menyenangkan bagi otak manusia, ketika elemen selaras dengan pertiga. Saya juga merekomendasikan untuk meluruskan foto, karena akan membantu pijakan elemen dan memperkuat hasil foto.”

Mengambil Foto Berkali-kali


Kelebihan kamera digital adalah kita bisa mengambil foto berkali-kali tanpa takut untuk kehabisan film sebagaimana di kamera analog. Terlebih jika memori internal dan eksternal yang dimiliki cukup lapang, maka bisa mengambil foto sebanyak-banyaknya saat sedang memotret. Anthony Danielle, pemilik akun Takingyerphoto mengungkapkan bisa mengambil 30 sampai 50 foto dalam 90 menit saat sedang giat memotret terutama memotret candid. Setelah itu, tiba waktunya untuk menyeleksi. Dari sekian banyak foto, hanya sekitar 4 atau 5 yang dianggap layak tayang dan bangga untuk dipamerkan di Instagram. Foto candid memang sangat mengandalkan momen. Sehingga memotret berkali-kali adalah pilihan. Namun jika sudah terbiasa, maka semakin lama akan mendapatkan style yang terbaik tanpa harus mengambil banyak gambar.

Read more ...

Kamis, 22 Oktober 2015

Twitter Poll, Fitur Jajak Pendapat Instant Ala Twitter

Berbagai laporan menunjukkan popularitas Twitter yang menurun. Terutama banyak yang membandingkan dengan layanan berbagi foto Instagram yang justru meroket. Sebagai perusahaan teknologi, terus melakukan inovasi memang menjadi suatu keniscayaan jika tidak ingin tergerus popularitasnya. Hal itu juga yang dilakukan Twitter agar penggunanya betah berlama-lama di dalamnya dan tidak cepat bosan. Salah satu inovasinya, hari ini perusahaan media sosial yang berkantor pusat di San Francisco, AS tersebut meluncurkan layanan terbarunya Twitter Poll.
Todd Sherman, Product Manager Twitter dalam tulisannya di blog resmi perusahaan mengungkapkan pihaknya sangat excited mengumumkan bahwa sebentar lagi semua pengguna dapat membuat polling (jajak pendapat) sendiri berkat fitur Twitter Poll. Hanya dengan beberapa klik, kita dapat meminta pengguna lain untuk melakukan pemungutan suara tentang berbagai hal.
Apa kegunaan dari Twitter Poll? Banyak sekali. Kita bisa mendapatkan opini publik mengenai berbagai hal dari yang remeh temeh hingga yang serius. Seperti binatang kesayangan, prediksi pemenang pertandingan, ataupun isu politik yang sedang hangat.
Twitter sebagai tempat kerumunan yang selalu dikunjungi pengguna setiap saat, tentu menjadi salah satu medium yang efektif untuk menggelar jajak pendapat atau polling. Menurut Todd, bagi pembuat polling ini merupakan cara baru untuk berinteraksi dengan pengguna Twitter yang lebih luas serta memahami pemikiran mereka. Sedangkan bagi pemilih, ini adalah cara termudah untuk membuat suara mereka terdengar.
Sebelum Twitter Poll ini diperkenalkan, cara pengguna untuk melakukan jajak pendapat sedikit rumit yakni hanya memanfaatkan fitur yang ada saat itu. Misalnya dengan membuat tweet pertanyaan, kemudian kita melacaknya dari reply atau mention. Bisa juga dengan membuat tagar tertentu seperti kebanyakan kuis media sosial yang ada saat ini. Bisa juga meminta follower untuk memilih favorit atau retweet untuk memilih. Dengan Twitter Poll, tak perlu lagi seperti itu.
Meski fitur Twitter Poll diumumkan hari ini, namun sebagian besar pengguna belum bisa langsung mencobanya. Twitter Poll akan segera tersedia di sistem operasi iOS, Android, dan juga dekstop di twitter.com dalam beberapa hari ke depan.
Beruntung, saya mendapat kesempatan dari Twitter Indonesia untuk menjadi salah satu pengguna Twitter di Indonesia yang pertama kali mencicipi fitur jajak pendapat ini. Begitu mengakses Twitter dan akan menulis status, ada menu baru yakni tombol Poll di sebelah kanan menu kamera.
Kita dapat menciptakan jajak pendapat dengan hanya dua pilihan saja, langsung dari kotakcompose tweet. Pengguna lain dapat berpartisipasi selama 24 jam berikutnya. Dengan Twitter Poll ini, kita dapat berpartisipasi dalam jajak pendapat manapun, dan pilihan kita tidak akan terlihat secara publik. Karena yang tampil setelah memilih adalah persentase pilihan, jumlah voters dan sisa waktu jajak pendapat.
Menurut saya, Twitter Poll ini fitur yang sangat menarik. Peneliti atau mahasiswa yang melakukan riset bisa mengadakan survei dengan cepat dan mudah. Para pelaku seni atau selebritis bisa mengetahui reaksi fans terhadap karyanya. Begitupun pelaku industri yang ingin memperoleh insight dari konsumen, dan sebagainya. Namun, apakah kehadiran Twitter Poll ini akan sanggup meningkatkan traffik layanan mikroblog ini menjadi semakin kencang? Tentu Twitter harus bekerja lebih keras lagi menggunakan berbagai strateginya.
Read more ...

Jumat, 02 Oktober 2015

Nextbit Robin, Smartphone Android Berteknologi Cloud yang Sesungguhnya

Banyak banget ya merek smartphone baru bermunculan. Bagi kita sebagai konsumen di satu sisi senang dengan banyaknya pilihan sehingga bisa mendapatkan produk yang paling sesuai kebutuhan dan keinginan. Meski di sisi lain juga pusing apalagi jika tidak memiliki product knowledge. Salah-salah seperti beli kucing dalam karung. Dari sekian banyak smartphone yang bermunculan, ada salah satu yang cukup menarik perhatian saya yakni Nextbit.
Alkisah, di tahun 2013 dua veteran dari tim Android Google yakni Tom Moss dan Mike Chan mendirikan startup bernama Nextbit. Awalnya ini adalah proyek rahasia yang didedikasikan dengan visi besar menciptakan komputasi awan pertama yang mulus di beberapa perangkat. Setelah beberapa tahun menyediakan layanan berbasis cloud untuk produsen perangkat dan pengembang, mereka mengumumkan debut handset perdananya Nextbit Robin yang disebutnya sebagai smartphone lebih pintar.
Uniknya, berbeda dengan smartphone kebanyakan yang langsung menjual produknya dengan peluncuran besar-besaran atau memasarkan di toko online, Nextbit Robin justru hadir melalui kampanye penggalangan dana (crowdfunding). Namanya juga startup dengan modal yang terbatas tapi punya ide besar.
Nextbit meluncurkan kampanye crowdfunding (pengumpulan dana) di situs Kickstarter yang targetnya mencapai US$500.000 agar bisa memproduksi handset ini. Namun ternyata respon dari masyarakat sungguh luar biasa. Karena melampaui target yakni (sampai artikel ini ditulis pada 2 Oktober 2015) berhasil mengumpulkan US$1,362,343 dari 3.611 pendukung. Silahkan dikonversi sendiri deh ke Rupiah, totalnya berapa. Males saya ngitungnya ngelihat dolar yang mahal gitu. Apakah saya salah satu pendukung yang berdonasi di sana? Walaupun tertarik, tapi masih belum sampai sejauh itu :D

Spesifikasi Nextbit Robin

Nextbit Robin didukung oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 808 dengan layar 5.2-inch 1080p, 3GB RAM, kamera belakang 13 megapixel, dan port USB Type-C. Di sektor fotografi, Nextbit membekalinya dengan kamera depan 13 MP yang diperkuat teknologi phase detection autofocus dan dual tone flash. Sedangkan kamera depan berukuran 5MP.
Sebagai smartphone generasi baru, tentu saja Nextbit Robin telah mendukung jaringan 4G LTE. Bahkan mendukung cakupan band yang cukup luas yakni LTE 1/2/3/4/5/7/8/12/17/20/28. Dukungan 4G LTE ini juga sesuai dengan visi Nextbit yang menekankan bahwa perangkat ini benar-benar cloud-first. Perangkat ini sudah menawarkan media penyimpanan internal 32GB, tetapi setelah perangkat terhubung ke cloud, jumlahnya melompat ke 100GB tanpa biaya tambahan.
Kelebihan Nextbit Robin adalah dengan cerdas bisa beradaptasi menyesuaikan kebutuhan media penyimpanan. Ponsel pintar ini secara otomatis mengoptimalkan ruang di ponsel ketika mengetahui kita membutuhkannya.
Nextbit mengintegrasikan teknologi cloud lebih dalam dengan sistem operasi Android. Dengan mempelajari aplikasi yang sering digunakan dan ruang yang dibutuhkan, Robin menyimpan semua hal yang tidak digunakan di awan. Sehingga kita bisa memiliki segalanya yang diinginkan (di cloud) dan yang benar-benar dibutuhkan (di ponsel).
Seiring waktu, Nextbit Robin juga dirancang untuk belajar tentang pola penggunaan tertentu. Juga mengoptimalkan penyimpanan lokal ponsel untuk mendukung aplikasi dan fitur yang benar-benar digunakan dengan menyimpan segala sesuatu ke awan. Ketika kita memutuskan untuk meninjau kembali beberapa foto kenangan atau menghancurkan skor game di tahun lalu, cukup tekan menu yang ada dan Robin akan membawanya kembali kepada kita. Canggih sekali bukan?

Harga Nextbit Robin

Startup ini juga menjanjikan Nextbit Robin akan selalu berjalan pada versi terbaru dari Android. Mereka berharap generasi pertama smartphone ini akan berjalan menggunakan Marshmallow ketika dikirim ke pengguna pada awal 2016 nanti. Meski masih belum pasti apakah update versi Android Marshmallow sudah dirilis pada waktu itu. Satu hal lagi, smartphone Nextbit Robin ini akan hadir sepenuhnya unlocked. Sehingga jika memiliki preferensi tertentu dan tahu apa yang akan dilakukan, pengguna bebas untuk flash ROM Android favorit. Sangat cocok bagi pengguna yang suka ngoprek Android.
Karena proyek ini digagas dari kampanye, maka pendukung dini mendapat prioritas mendapatkan Nextbit Robin lebih dulu. Ketika ditelusuri di website Kickstarter, kita bisa memberi donasi sekaligus memesan Nextbit Robin mulai $349 dengan total donasi US$ 408. Kampanye crowdfunding akan berakhir 1 Oktober 2015. Nextbit memperkirakan pengapalan unit pertama dimulai pada Februari 2016. Untuk produksi perangkat ini, perusahaan menggandeng pabrik ponsel terkemuka Foxconn. Jadi penasaran seperti apa sejatinya wujud salah satu smartphone yang paling ditunggu-tunggu ini.
Read more ...

Infografis: Potensi Iklan Instagram

Memonetisasi layanan setelah mengumpulkan pengguna sebanyak-banyaknya merupakan strategi yang dipakai media sosial besar seperti Facebook, YouTube, Twitter dan kini diikuti oleh Instagram. 
Terhitung mulai September 2015, Instagram memulai babak baru dengan menawarkan iklan di layanan berbagi foto miliknya secara global. Layanan Instagram Advertising ditawarkan dalam berbagai rangkaian fitur baru, termasuk format iklan action-oriented, foto dan video landscape.
Instagram mengklaim kemampuannya untuk menjangkau kelompok yang tepat sasaran dan menggunakan teknologi iklan Facebook yang telah terbukti manjur. Besarnya basis pengguna Instagram yang saat ini mencapai 400 juta user memang menjadi ladang bisnis yang potensial untuk mengeruk keuntungan dari iklan.
Seperti apa sebenarnya potensi iklan di Instagram? Berikut ini infografis buatan perusahaan teknologi periklanan Adknowledge Asia yang menyediakan jasa video iklan multi platform, termasuk Instagram. 

Read more ...

Kamis, 01 Oktober 2015

Koneksi Internet Indonesia Ranking 116 dengan Kecepatan Rata-rata 2,4Mbps

Kualitas internet di Indonesia masih perlu banyak peningkatan. Masih jauh dari rata-rata kecepatan internet global yang menurut data Akamai pada kuartal kedua tahun 2015 ini mencapai 5,1 Mbps. Indonesia? Hanya separuhnya saja yakni hanya 2,4 Mbps. Demikian disebutkan dalam laporan terbaru Akamai’s State of the Internet Report untuk kuartal kedua tahun 2015.
David Belson, Sr Director Industry & Intelligence Akamai mengungkapkan dalam laporannya bahwa dalam mengukur koneksi internet, pihaknya memanfaatkan beberapa potongan informasi, termasuk data registrasi netblock dan data identifikasi perangkat mobile untuk membuat penentuan. Perusahaan teknologi asal Massachusetts, AS ini juga melaksanakan sejumlah perbaikan untuk meningkatkan akurasi identifikasi jaringan mobile, memanfaatkan data tambahan yang dikumpulkan dari Akamai Intelligent Platform, serta informasi dari penyedia jaringan seluler sendiri.
Dari laporan Akamai, disebutkan bahwa tiga negara teratas di dunia dengan rata-rata kecepatan internet tercepat berasal dari regional Asia Pasifik, yakni: Korea Selatan, Hong Kong, dan Jepang. Sama seperti kuartal pertama, pada kuartal kedua ini 10 dari 15 begara Asia Pasifik yang disurvei memiliki kecepatan koneksi rata-rata di atas ambang batas broadband 4 Mbps, dan sisa 5-nya melebihi ambang 10 Mbps. Kecepatan koneksi internet Indonesia dan India berada di posisi paling bawah di antara negara-negara yang disurvei di kawasan ini, yakni rata-rata hanya mencapai 2,4 Mbps.

Jika melihat tabel tersebut, kualitas koneksi internet Indonesia terlihat menyedihkan karena berada di posisi buncit dibanding 15 negara Asia Pasifik lainnya. Kita masih tertinggal dengan negara berkembang seperti Vietnam, Filipina, dan Sri Lanka. Dan jika delapan negara yang disurvei mengalami pertumbuhan triwulanan mencapai dua digit, Indonesia justru mengalami penurunan tertinggi sebesar 24%.
Ternyata, tidak hanya Rupiah saja yang melemah akibat krisis global, namun juga koneksi internet yang ikut melemah. Berkaca dari kondisi ini, kita tentu berharap lebih pada upaya pemerintah dan industri yang saat ini sedang giat-giatnya menggelar infrastruktur jaringan 4G LTE.
Read more ...
Designed By Blogger Templates