Article

Kamis, 31 Desember 2015

Tips Agar Foto Instagram Kamu Makin Keren

Tak bisa dimungkiri, Instagram kini telah menjadi layanan media sosial yang sangat diminati oleh para netizen. Bahkan popularitasnya telah menggeser Twitter yang lebih dulu eksis. Padahal Instagram hanya berbasis layanan berbagi foto dan video pendek. Ternyata, justru di sinilah keunggulannya. Karena secara naluri, kebanyakan orang lebih menyukai pesan yang berbentuk visual daripada sekadar teks.

Karena semakin ramainya Instagram, maka kualitas fotonya pun bisa beragam dari yang berkualitas tinggi hingga ala kadarnya. Padahal untuk mendapat perhatian lebih dari followers, foto yang biasa-biasa saja tidak akan mencukupi. Kecuali jika Anda adalah seorang selebritis yang memang sudah memiliki basis fans banyak. Sehingga segala aktivitas ingin selalu diketahui.

Nah, bagaimana agar hasil foto-foto yang kita share di Instagram itu bagus? Pada dasarnya sama dengan kaidah yang berlaku di fotografi. Namun, kita bisa mencoba beberapa best practices yang sudah diterapkan oleh beberapa fotografer yang dikenal “seleb” atau memiliki follower banyak. Pengelola Instagram melakukan wawancara dengan beberapa akun terkemuka dan memuatnya di blog resmi. Berikut ini beberapa tips yang bisa menjadi inspirasi kita untuk meningkatkan kualitas foto fantastis.

Belajar Melihat Sesuatu dengan Cara Berbeda


Kita selama ini melihat sekeliling lingkungan mungkin dari dalam bus, kereta, atau sambil berjalan. Segala sesuatunya seolah terlihat sama dan biasa saja. Padahal dengan eksperimen, kita bisa mengolahnya sehingga terlihat berbeda. Contohnya seperti yang dilakukan oleh Paul Octaviaous, fotografer asal Chicago yang memiliki lebih dari 500 ribu pengikut. Ia sering melakukan eksperimen. Misalnya dengan mengambil foto dari obyek yang sama beberapa kali. “Bagi saya, memotret hal yang sama dari waktu ke waktu membantu saya berkembang sebagai fotografer. Karena membantu saya belajar dan mulai melihat hal-hal yang berbeda,” kata Paul.

Cari Simetris


Setiap fotografer memiliki kecenderungan yang berbeda-beda mengenai gaya berfoto. Pei Ketron, fotografer yang tinggal di San Francisco ini tertarik dengan segala yang simetris. Ketertarikannya bermula ketika membaca buku-buku seni milik ayahnya. Ia terpesona dengan konsep titik hilang dan menyadari dirinya senang untuk mencari garis-garis dan perspektif kemanapun pergi. “Di setiap kota besar, Anda akan melihat sebagian besar garis yang hadir dalam arsitektur di sekeliling Anda. Setelah mengetahui sebuah garis, Andapun melihat semua simetri yang menyertainya. Sebuah gambar yang selaras dan simetris secara sempurna akan terasa seimbang dan tepat.”

Pemilik akun pketron yang memiliki lebih dari 860 ribu follower ini mengungapkan cara untuk memotret foto dengan pemandangan simetri, kita harus memusatkan diri. Pastikan semua baris terlihat lurus dengan sempurna, terutama ketika mau di-crop menjadi kotak.

Photo Walk



Philip Park (@komeda) adalah fotografer yang tinggal di Korea dan kini memiliki lebih dari 342 ribu follower. Awal mula ketertarikannya pada dunia fotografi adalah saat dokter menyuruhnya untuk lebih banyak melakukan aktivitas olahraga. Ia melakukan “photo walk”, berjalan kaki sambil memotret sebagai pengganti waktu gym dan mendapatkan beberapa gambar menakjubkan di lingkungannya. "Meski tidak memiliki banyak waktu secara khusus untuk hunting foto karena kesibukan, namun tiap hari saya berangkat di jalan tepi sungai, dan tempat kerja saya terletak di dekat tempat-tempat indah, seperti sungai, istana, taman kota, dan tempat-tempat lain. Sebagian besar foto-foto saya ambil saat makan siang atau dalam perjalanan rumah, dan kadang-kadang saya melewatkan gym untuk photo walk."

Self-Portrait, Bukan Selfie

Sebagai fotografer sekaligus videographer freelance, Martin Reisch (@safesolvent) selalu memanfaatkan pekerjaannya untuk traveling ke berbagai tempat dan melakukan eksplorasi. Ia secara konstan mencari lokasi baru untuk pemotretan pada berbagai proyek. Ternyata, ia mengandalkan iPhone sebagai perangkat pendukung pekerjaannya.

Alih-alih selfie seperti yang dilakukan oleh kebanyakan orang, Martin lebih memilih self-portrait. Ia mulai membingkai dan menyusun gambar. Menyetel timer 15 detik dan berjalan untuk berpose. Terkadang ia bereksperimen dengan memotret dirinya sejauh mungkin dari kamera. Maka yang dilakukan adalah dengan menyetel timer 30 detik pada aplikasi Camera+, kemudian berlari secepat mungkin hingga mencapai tanda yang telah ditentuian. Untuk mendukung self-portrait, Martin paling suka membawa aksesoris Gorillapod karena memungkinkan untuk memasangkan ponsel ke pohon, tepian, dan apa saja yang bisa ditempelkan. Foto self-portrait menurutnya lebih dari sekedar untuk ditunjukan sebagai ide kepada klien potensial, tetapi merupakan konsep tematik dari waktu ke waktu. Dan menjadikan diri sendiri berada di dalamnya sebagai obyek self-portrait membuat foto menjadi terlihat unik.

Fokus pada komposisi


Komposisi adalah hal mutlak bagi fotografer. Kunci untuk mendapatkan foto yang menyenangkan mata. Hal ini pula yang dipercaya oleh Dan Cole (@dankhole) yang memiliki lebih dari 450 ribu follower. “Saya menghargai komposisi, dan saran saya kepada semua adalah untuk memperhatikan rule of third (aturan pertiga). Saya percaya sesuatu yang inheren itu menyenangkan bagi otak manusia, ketika elemen selaras dengan pertiga. Saya juga merekomendasikan untuk meluruskan foto, karena akan membantu pijakan elemen dan memperkuat hasil foto.”

Mengambil Foto Berkali-kali


Kelebihan kamera digital adalah kita bisa mengambil foto berkali-kali tanpa takut untuk kehabisan film sebagaimana di kamera analog. Terlebih jika memori internal dan eksternal yang dimiliki cukup lapang, maka bisa mengambil foto sebanyak-banyaknya saat sedang memotret. Anthony Danielle, pemilik akun Takingyerphoto mengungkapkan bisa mengambil 30 sampai 50 foto dalam 90 menit saat sedang giat memotret terutama memotret candid. Setelah itu, tiba waktunya untuk menyeleksi. Dari sekian banyak foto, hanya sekitar 4 atau 5 yang dianggap layak tayang dan bangga untuk dipamerkan di Instagram. Foto candid memang sangat mengandalkan momen. Sehingga memotret berkali-kali adalah pilihan. Namun jika sudah terbiasa, maka semakin lama akan mendapatkan style yang terbaik tanpa harus mengambil banyak gambar.

Read more ...

Kamis, 22 Oktober 2015

Twitter Poll, Fitur Jajak Pendapat Instant Ala Twitter

Berbagai laporan menunjukkan popularitas Twitter yang menurun. Terutama banyak yang membandingkan dengan layanan berbagi foto Instagram yang justru meroket. Sebagai perusahaan teknologi, terus melakukan inovasi memang menjadi suatu keniscayaan jika tidak ingin tergerus popularitasnya. Hal itu juga yang dilakukan Twitter agar penggunanya betah berlama-lama di dalamnya dan tidak cepat bosan. Salah satu inovasinya, hari ini perusahaan media sosial yang berkantor pusat di San Francisco, AS tersebut meluncurkan layanan terbarunya Twitter Poll.
Todd Sherman, Product Manager Twitter dalam tulisannya di blog resmi perusahaan mengungkapkan pihaknya sangat excited mengumumkan bahwa sebentar lagi semua pengguna dapat membuat polling (jajak pendapat) sendiri berkat fitur Twitter Poll. Hanya dengan beberapa klik, kita dapat meminta pengguna lain untuk melakukan pemungutan suara tentang berbagai hal.
Apa kegunaan dari Twitter Poll? Banyak sekali. Kita bisa mendapatkan opini publik mengenai berbagai hal dari yang remeh temeh hingga yang serius. Seperti binatang kesayangan, prediksi pemenang pertandingan, ataupun isu politik yang sedang hangat.
Twitter sebagai tempat kerumunan yang selalu dikunjungi pengguna setiap saat, tentu menjadi salah satu medium yang efektif untuk menggelar jajak pendapat atau polling. Menurut Todd, bagi pembuat polling ini merupakan cara baru untuk berinteraksi dengan pengguna Twitter yang lebih luas serta memahami pemikiran mereka. Sedangkan bagi pemilih, ini adalah cara termudah untuk membuat suara mereka terdengar.
Sebelum Twitter Poll ini diperkenalkan, cara pengguna untuk melakukan jajak pendapat sedikit rumit yakni hanya memanfaatkan fitur yang ada saat itu. Misalnya dengan membuat tweet pertanyaan, kemudian kita melacaknya dari reply atau mention. Bisa juga dengan membuat tagar tertentu seperti kebanyakan kuis media sosial yang ada saat ini. Bisa juga meminta follower untuk memilih favorit atau retweet untuk memilih. Dengan Twitter Poll, tak perlu lagi seperti itu.
Meski fitur Twitter Poll diumumkan hari ini, namun sebagian besar pengguna belum bisa langsung mencobanya. Twitter Poll akan segera tersedia di sistem operasi iOS, Android, dan juga dekstop di twitter.com dalam beberapa hari ke depan.
Beruntung, saya mendapat kesempatan dari Twitter Indonesia untuk menjadi salah satu pengguna Twitter di Indonesia yang pertama kali mencicipi fitur jajak pendapat ini. Begitu mengakses Twitter dan akan menulis status, ada menu baru yakni tombol Poll di sebelah kanan menu kamera.
Kita dapat menciptakan jajak pendapat dengan hanya dua pilihan saja, langsung dari kotakcompose tweet. Pengguna lain dapat berpartisipasi selama 24 jam berikutnya. Dengan Twitter Poll ini, kita dapat berpartisipasi dalam jajak pendapat manapun, dan pilihan kita tidak akan terlihat secara publik. Karena yang tampil setelah memilih adalah persentase pilihan, jumlah voters dan sisa waktu jajak pendapat.
Menurut saya, Twitter Poll ini fitur yang sangat menarik. Peneliti atau mahasiswa yang melakukan riset bisa mengadakan survei dengan cepat dan mudah. Para pelaku seni atau selebritis bisa mengetahui reaksi fans terhadap karyanya. Begitupun pelaku industri yang ingin memperoleh insight dari konsumen, dan sebagainya. Namun, apakah kehadiran Twitter Poll ini akan sanggup meningkatkan traffik layanan mikroblog ini menjadi semakin kencang? Tentu Twitter harus bekerja lebih keras lagi menggunakan berbagai strateginya.
Read more ...

Jumat, 02 Oktober 2015

Nextbit Robin, Smartphone Android Berteknologi Cloud yang Sesungguhnya

Banyak banget ya merek smartphone baru bermunculan. Bagi kita sebagai konsumen di satu sisi senang dengan banyaknya pilihan sehingga bisa mendapatkan produk yang paling sesuai kebutuhan dan keinginan. Meski di sisi lain juga pusing apalagi jika tidak memiliki product knowledge. Salah-salah seperti beli kucing dalam karung. Dari sekian banyak smartphone yang bermunculan, ada salah satu yang cukup menarik perhatian saya yakni Nextbit.
Alkisah, di tahun 2013 dua veteran dari tim Android Google yakni Tom Moss dan Mike Chan mendirikan startup bernama Nextbit. Awalnya ini adalah proyek rahasia yang didedikasikan dengan visi besar menciptakan komputasi awan pertama yang mulus di beberapa perangkat. Setelah beberapa tahun menyediakan layanan berbasis cloud untuk produsen perangkat dan pengembang, mereka mengumumkan debut handset perdananya Nextbit Robin yang disebutnya sebagai smartphone lebih pintar.
Uniknya, berbeda dengan smartphone kebanyakan yang langsung menjual produknya dengan peluncuran besar-besaran atau memasarkan di toko online, Nextbit Robin justru hadir melalui kampanye penggalangan dana (crowdfunding). Namanya juga startup dengan modal yang terbatas tapi punya ide besar.
Nextbit meluncurkan kampanye crowdfunding (pengumpulan dana) di situs Kickstarter yang targetnya mencapai US$500.000 agar bisa memproduksi handset ini. Namun ternyata respon dari masyarakat sungguh luar biasa. Karena melampaui target yakni (sampai artikel ini ditulis pada 2 Oktober 2015) berhasil mengumpulkan US$1,362,343 dari 3.611 pendukung. Silahkan dikonversi sendiri deh ke Rupiah, totalnya berapa. Males saya ngitungnya ngelihat dolar yang mahal gitu. Apakah saya salah satu pendukung yang berdonasi di sana? Walaupun tertarik, tapi masih belum sampai sejauh itu :D

Spesifikasi Nextbit Robin

Nextbit Robin didukung oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 808 dengan layar 5.2-inch 1080p, 3GB RAM, kamera belakang 13 megapixel, dan port USB Type-C. Di sektor fotografi, Nextbit membekalinya dengan kamera depan 13 MP yang diperkuat teknologi phase detection autofocus dan dual tone flash. Sedangkan kamera depan berukuran 5MP.
Sebagai smartphone generasi baru, tentu saja Nextbit Robin telah mendukung jaringan 4G LTE. Bahkan mendukung cakupan band yang cukup luas yakni LTE 1/2/3/4/5/7/8/12/17/20/28. Dukungan 4G LTE ini juga sesuai dengan visi Nextbit yang menekankan bahwa perangkat ini benar-benar cloud-first. Perangkat ini sudah menawarkan media penyimpanan internal 32GB, tetapi setelah perangkat terhubung ke cloud, jumlahnya melompat ke 100GB tanpa biaya tambahan.
Kelebihan Nextbit Robin adalah dengan cerdas bisa beradaptasi menyesuaikan kebutuhan media penyimpanan. Ponsel pintar ini secara otomatis mengoptimalkan ruang di ponsel ketika mengetahui kita membutuhkannya.
Nextbit mengintegrasikan teknologi cloud lebih dalam dengan sistem operasi Android. Dengan mempelajari aplikasi yang sering digunakan dan ruang yang dibutuhkan, Robin menyimpan semua hal yang tidak digunakan di awan. Sehingga kita bisa memiliki segalanya yang diinginkan (di cloud) dan yang benar-benar dibutuhkan (di ponsel).
Seiring waktu, Nextbit Robin juga dirancang untuk belajar tentang pola penggunaan tertentu. Juga mengoptimalkan penyimpanan lokal ponsel untuk mendukung aplikasi dan fitur yang benar-benar digunakan dengan menyimpan segala sesuatu ke awan. Ketika kita memutuskan untuk meninjau kembali beberapa foto kenangan atau menghancurkan skor game di tahun lalu, cukup tekan menu yang ada dan Robin akan membawanya kembali kepada kita. Canggih sekali bukan?

Harga Nextbit Robin

Startup ini juga menjanjikan Nextbit Robin akan selalu berjalan pada versi terbaru dari Android. Mereka berharap generasi pertama smartphone ini akan berjalan menggunakan Marshmallow ketika dikirim ke pengguna pada awal 2016 nanti. Meski masih belum pasti apakah update versi Android Marshmallow sudah dirilis pada waktu itu. Satu hal lagi, smartphone Nextbit Robin ini akan hadir sepenuhnya unlocked. Sehingga jika memiliki preferensi tertentu dan tahu apa yang akan dilakukan, pengguna bebas untuk flash ROM Android favorit. Sangat cocok bagi pengguna yang suka ngoprek Android.
Karena proyek ini digagas dari kampanye, maka pendukung dini mendapat prioritas mendapatkan Nextbit Robin lebih dulu. Ketika ditelusuri di website Kickstarter, kita bisa memberi donasi sekaligus memesan Nextbit Robin mulai $349 dengan total donasi US$ 408. Kampanye crowdfunding akan berakhir 1 Oktober 2015. Nextbit memperkirakan pengapalan unit pertama dimulai pada Februari 2016. Untuk produksi perangkat ini, perusahaan menggandeng pabrik ponsel terkemuka Foxconn. Jadi penasaran seperti apa sejatinya wujud salah satu smartphone yang paling ditunggu-tunggu ini.
Read more ...

Infografis: Potensi Iklan Instagram

Memonetisasi layanan setelah mengumpulkan pengguna sebanyak-banyaknya merupakan strategi yang dipakai media sosial besar seperti Facebook, YouTube, Twitter dan kini diikuti oleh Instagram. 
Terhitung mulai September 2015, Instagram memulai babak baru dengan menawarkan iklan di layanan berbagi foto miliknya secara global. Layanan Instagram Advertising ditawarkan dalam berbagai rangkaian fitur baru, termasuk format iklan action-oriented, foto dan video landscape.
Instagram mengklaim kemampuannya untuk menjangkau kelompok yang tepat sasaran dan menggunakan teknologi iklan Facebook yang telah terbukti manjur. Besarnya basis pengguna Instagram yang saat ini mencapai 400 juta user memang menjadi ladang bisnis yang potensial untuk mengeruk keuntungan dari iklan.
Seperti apa sebenarnya potensi iklan di Instagram? Berikut ini infografis buatan perusahaan teknologi periklanan Adknowledge Asia yang menyediakan jasa video iklan multi platform, termasuk Instagram. 

Read more ...

Kamis, 01 Oktober 2015

Koneksi Internet Indonesia Ranking 116 dengan Kecepatan Rata-rata 2,4Mbps

Kualitas internet di Indonesia masih perlu banyak peningkatan. Masih jauh dari rata-rata kecepatan internet global yang menurut data Akamai pada kuartal kedua tahun 2015 ini mencapai 5,1 Mbps. Indonesia? Hanya separuhnya saja yakni hanya 2,4 Mbps. Demikian disebutkan dalam laporan terbaru Akamai’s State of the Internet Report untuk kuartal kedua tahun 2015.
David Belson, Sr Director Industry & Intelligence Akamai mengungkapkan dalam laporannya bahwa dalam mengukur koneksi internet, pihaknya memanfaatkan beberapa potongan informasi, termasuk data registrasi netblock dan data identifikasi perangkat mobile untuk membuat penentuan. Perusahaan teknologi asal Massachusetts, AS ini juga melaksanakan sejumlah perbaikan untuk meningkatkan akurasi identifikasi jaringan mobile, memanfaatkan data tambahan yang dikumpulkan dari Akamai Intelligent Platform, serta informasi dari penyedia jaringan seluler sendiri.
Dari laporan Akamai, disebutkan bahwa tiga negara teratas di dunia dengan rata-rata kecepatan internet tercepat berasal dari regional Asia Pasifik, yakni: Korea Selatan, Hong Kong, dan Jepang. Sama seperti kuartal pertama, pada kuartal kedua ini 10 dari 15 begara Asia Pasifik yang disurvei memiliki kecepatan koneksi rata-rata di atas ambang batas broadband 4 Mbps, dan sisa 5-nya melebihi ambang 10 Mbps. Kecepatan koneksi internet Indonesia dan India berada di posisi paling bawah di antara negara-negara yang disurvei di kawasan ini, yakni rata-rata hanya mencapai 2,4 Mbps.

Jika melihat tabel tersebut, kualitas koneksi internet Indonesia terlihat menyedihkan karena berada di posisi buncit dibanding 15 negara Asia Pasifik lainnya. Kita masih tertinggal dengan negara berkembang seperti Vietnam, Filipina, dan Sri Lanka. Dan jika delapan negara yang disurvei mengalami pertumbuhan triwulanan mencapai dua digit, Indonesia justru mengalami penurunan tertinggi sebesar 24%.
Ternyata, tidak hanya Rupiah saja yang melemah akibat krisis global, namun juga koneksi internet yang ikut melemah. Berkaca dari kondisi ini, kita tentu berharap lebih pada upaya pemerintah dan industri yang saat ini sedang giat-giatnya menggelar infrastruktur jaringan 4G LTE.
Read more ...

Senin, 28 September 2015

Demi Konektitas Internet yang Merata, Tokoh Dunia Bersatu Luncurkan Deklarasi One.org

Sekarang ini, koneksi internet memang sudah menjadi kebutuhan dasar terutama bagi kaum urban. Siapa yang sehari saja bisa lepas dari internet? Rasanya pasti berat jika sebelumnya sudah terbiasa membutuhkan koneksi internet untuk melakukan segala sesuatu. 
Di Jakarta saja, untuk naik ojek, pesan makanan, belanja kebutuhan sehari-hari, sudah terbiasa memesan melalui aplikasi smartphone yang terhubung ke internet. Coverage internet di kota besar seperti Jakarta mungkin sudah matang, tapi bagaimana dengan daerah pedalaman? Ini menjadi pemikiran para tokoh dunia lintas komunitas.
Menjelang akhir September ini, para tokoh dunia dari lintas komunitas pembangunan global, industri teknologi, seni dan hiburan bergabung dalam deklarasi konektivitas One.org. Mereka meminta pemimpin dunia untuk mengimplementasikan janji yang menjadi bagan dari Tujuan Global atau Global Goals untuk mewujudkan akses internet universal hingga tahun 2020.
Global Goals adalah sebuah cetak biru pembangunan global yang disetujui para pemimpin dunia yang bergabung di Perserikatan Bangsa-Bangsa ditujukan untuk menyelesaikan tantangan sosial ekonomi yang paling mendesak di era saat ini.
Deklarasi Konektivitas One.org atau Connectivity Declaration tersebut telah ditandatangani oleh tokoh terkemuka seperti Mark Zuckerberg dari Facebook, Bill dan Melinda Gates yang merupakan pendiri Bill & Melinda Gates Foundation, vokalis U2 Bono, Chris Anderson pendiri TED, Hans Vestberg dari Ericsson, Mo Ibrahim pendiri Mo Ibrahim Foundation, Cobus de Swardt dari Transparency International, Josiah Mugambi dari iHub, Danny Srisjandarajahdari Civicusdan sebagainya.
Jamie Drummond, pendiri dan global exectuive director dari ONE mengatakan akses internet merupakan katalis untuk menciptakan dunia dengan kebebasan, keadilan dan harga diri yang lebih besar bagi semua orang, dimana pun mereka berada. Semua negara sudah sepakat dengan rencana untuk mengimplementasikan Global Goals, dan misi utama dari strategi ini adalah konektivitas untuk semua.
“Paus dan Malala telah menyampaikan pentingnya kita semua menjadi bagian dari satu dunia dan satu keluarga, dan internet dalam kondisi terbaiknya mampu memfasilitasi persatuan. Tapi ketika masih ada tiga miliar orang yang belum terjangkau internet, mereka menjadi tertinggal dan terasing dari keluarga tersebut. Ini harus berubah dengan cepat,” ujarnya.
Deklarasi konektivitas One.org ini meminta pemerintah di seluruh dunia untuk bekerjasama dengan inovator untuk menyediakan akses internet ke semua orang dan dimana pun mereka berada. Hal ini karena mereka menyadari peran yang tak tergantikan dari internet; khususnya dalam hal menciptakan pekerjaan dan peluang, memungkinkan akses untuk layanan publik mendasar, mengedepankan hak asasi manusia dan keadilan, serta memastikan transparansi dan akuntabilitas pemerintah.
Mark Zuckerberg juga telah menyampaikan pidatonya di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan membaginya di status Facebook dengan mengatakan bahwa salah satu tantangan dunia dalam beberapa tahun ke depan adalah mencapai akses internet yang universal, dan pemerintah telah setuju untuk bekerja menuju pencapaian ini sampai dengan 2020 sebagai bagian dari Global Goals.
“Untuk membantu merealisasikan ini, saya mengumumkan panggilan global untuk kemitraan dengan ONE yang didukung oleh banyak pemimpin dan organisasi. Menghubungkan dunia adalah salah satu tantangan fundamental dari generasi kami. Lebih dari 4 miliar orang tidak memiliki suara online,” kata Mark.
Deklarasi konektivitas One.org berbunyi seperti ini:
Saya percaya bahwa:
Akses Internet adalah esensial  untuk mencapai #globalgoals dari kemanusiaan
Ketika orang memiliki akses ke perangkat dan pengetahuan yang tersedia di internet, mereka memiliki akses atas peluang yang bisa membuat kehidupan menjadi lebih baik bagi semua orang.
Internet merupakan bagian penting dalam hal melawan ketidakadilan, berbagi ide dan membantu wiraswastawan untuk menciptakan lebih banyak kesempatan kerja. Tapi saat ini, lebih dari setengah orang di planet ini tidak memiliki akses, khususnya wanita dan anak perempuan.
Internet adalah milik semua orang. Sudah sepatutnya internet bisa diakses oleh siapa saja.
Saya meminta para pemimpin dan inovator dari seluruh negara, industri dan komunitas untuk bekerjasama dengan satu sama lain untuk membuat akses internet universal dan merealisasikannya sampai dengan tahun 2020, sesuai dengan janji yang termaktub dalam Global Goals.
Mari kita #CONNECTTHEWORLD untuk mencapai #GLOBALGOALS
Semua warga negara diundang untuk bergabung dengan gerakan ini dengan menandatangani Deklarasi pada one.org/connecttheworld.
* Artikel ini sebelumnya telah dipublikasikan di Arena LTE
Read more ...

Minggu, 31 Mei 2015

Berkunjung ke Kantor Ice House, Mimpi Wujudkan The Next Sillicon Valley di Jakarta

Suasana kantor Ice House (Foto: http://creationcatalogue.com)
Beberapa waktu yang lalu, ada email masuk dari PR Agency yang menawarkan saya untuk bertemu dengan CEO Ice House. Setelah melihat profil singkat startup aplikasi mobile ini, saya pun mengiyakan tawaran tersebut. Sesuai dengan tanggal yang disepakati, saya pun meluncur ke kantor Ice House yang terletak di Graha Tirtadi Jalan Senopati, Jakarta Selatan.
Saya agak terlambat sampai lokasi, meski di sisi lain beruntung juga karena tokoh yang mau saya temui terlihat masih sibuk melakukan rapat koordinasi dengan timnya. Dialah Lars Oleson yang sejak April 2015, lulusan teknik elektro MIT ini dipercaya menakhodai perusahaan rintisan (startup) Ice House sebagai Chief Executive Officer (CEO). Pria jangkung ini bergabung di Ice House pada Agustus 2013 sebagai COO. Ice House sendiri baru berdiri setahun sebelumnya, yakni Oktober 2012 di bawah naungan kepemilikan Pacific Technology Partners.
Setelah rapat usai, Lars Oleson menemui saya sembari bercerita seputar perusahaannya. Lars mengatakan bahwa Ice House berdiri diawali dengan tujuan untuk membangun tim software berkelas dunia. Sehingga bisa membuat aplikasi mobile berkualitas tinggi. Untuk itu pihaknya terus berupaya mencari dan mengembangkan bakat-bakat anak muda Indonesia terbaik sebagai designers, software engineers, architects dan quality analysts untuk dilatih seperti di Silicon Valley dan menjadi berwawasan global. “Kami membuat aplikasi mobile yang menarik dengan solusi cloud cerdas. Kami memiliki keahlian dalam geofencing, pengenalan gambar canggih, Bleutooth beacon, identifikasi nasabah dan analisis canggih,” ujar pria yang pernah berkarir di sejumlah perusahaan teknologi yaitu Symantec, Oracle, iolo, Sun Microsystem.
Selain kantor pusat yang berlokasi di Jakarta, perusahaan ini juga memiliki kantor di kawasan teknologi Silicon Valley, California, Amerika Serikat serta dua negara lain yaitu Singapura dan Australia. “Keberadaan kantor kami di Silicon Valley memberi keuntungan karena bisa transfer berbagai teknologi terbaru dengan cepat kepada talenta yang ada di Jakarta, sehingga kami bisa memiliki tim yang siap berkompetisi di pasar global,” jelasnya.
Untuk itu, suasana kantornya pun didesain agar menyerupai konsep di Silicon Valley. Kantor dibagi menjadi dua ruangan utama, yakni ruangan yang serius dan ceria untuk menciptakan keseimbangan. Jika karyawan membutuhkan suasana kerja yang tenang dan serius tinggal menuju ke ruangan satu yang hanya berisi meja komputer. Sedangkan jika ingin refreshing atau membutuhkan suasana kerja yang fun berada di ruangan satunya lagi yang terdapat banyak permainan.
Lars mengungkapkan saat ini Ice House memiliki total 70 karyawan, di mana sebanyak 60 orang berkantor di Jakarta dan sisanya terbagi di tiga negara tersebut. Dengan banyaknya proyek besar dan pengembangan sistem cloud mobile, pihaknya berharap bisa memiliki lebih dari 300 karyawan di tahun 2016. Saat ini startup yang lebih memilih model B2B (Business to Business) tersebut telah memiliki banyak klien. Beberapa diantaranya adalah aplikasi travel Wego, aplikasi musik Guvera, aplikasi film Star Into Darkness bersama Paramount Pictures, aplikasi enterprise market Footprints MD, aplikasi Pacific Place Mall berteknologi Bluetooth Beacon, dan sebagainya. Ice House juga didukung oleh beberapa partner dalam bidang teknologi yakni Qualcomm, Layer, Parse &Others sehingga mengklaim dapat selalu memberikan inovasi teknologi yang terdepan bagi setiap klien.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang sangat potensial. Dan mendirikan perusahaan teknologi di sini adalah pilihan yang strategis. Lars membandingkan dengan California yang biayanya sangat mahal jika ingin membuat tim mobile software berskala besar. Intinya, Silicon Valley bukan tempat yang bagus untuk membuat perusahaan baru (startup) karena biaya yang sangat mahal. Sementara Brussel adalah pasar yang bagus, namun negaranya jauh lebih kecil jika dibandingkan Indonesia. Begitupun dengan India yang sangat potensial dan memiliki banyak sumber talenta berkualitas, namun sudah banyak pemainnya di sana. Sementara itu Indonesia jika dilihat dari makro ekonomi, ketersediaan tenaga kerja, dan potensi pertumbuhan, secara fundamental negara ini sangat kuat.
Read more ...

Senin, 09 Maret 2015

Menyambut Lahirnya Generasi Terbaik: Samsung GALAXY S6 & GALAXY S6 edge

"Tomorrow, metals will flow, beauty will be powerful, borders will disappear, reflections will be free, colors will life, The future will be the present." 

JK Shin memperkenalkan Samsung Galaxy S6 dan S6 edge (Foto: theverge.com)


Ratusan pengunjung sudah memenuhi ruangan besar dengan set panggung yang megah. Menambah kesan dramatis, layar raksasa terpampang di depan penonton dengan horizon yang luas. Dibarengi dengan dentuman suara yang menggelegar, memberikan sensasi visual yang mengesankan. Lampu dimatikan, ruangan menjadi gelap gulita. Kemudian pada layar tampil video dengan kilasan lekuk-lekuk yang menghilang. Selanjutnya berganti pancaran cahaya yang kian membesar dan pecah. Terdengar suara wanita memberikan narasi dari ilustrasi video yang muncul. "Tomorrow, metals will flow, beauty will be powerful, borders will disappear, reflections will be free, colors will life, The future will be the present."

Inilah dimulainya ajang "Samsung Global Unpacked 2015" yang digelar bersamaan dengan pameran tahunan Mobile World Congress 2015 di Barcelona pada 2 Maret 2015 yang lalu. Karena tidak menyaksikan secara langsung perhelatan tersebut di lokasi, saya menonton melalui live streaming di akun YouTube Samsung Mobile untuk mendapatkan ambience yang kurang lebih sama.

Tidak berapa lama, muncul sosok wanita paruh baya yang terlihat anggun. Wanita bernama Younghee Lee yang menjabat sebagai Head of Global Marketing IT & Mobile Division Samsung Electronics memberikan pembukaan singkat sembari memanggil ke atas panggung CEO JK Shin. Dialah bintang di acara ini. Kehadirannya layak ditunggu sebagai orang nomor satu yang menakhodai Samsung Electronics untuk produk mobile dan IT. JK Shin memasuki panggung dengan tenang dan percaya diri, kharisma seorang pemimpin yang terpancar.

"Ini adalah hari yang sangat menyenangkan. Tidak ada lagi rumor internet," ujarnya dengan sedikit bercanda membuka pengantarnya. Selanjutnya, dia mengatakan bahwa hari ini Samsung mengumumkan "What's Next". Produk ini sebagai hasil dari filosofi simpel yang membawa Samsung menjadi pemimpin smartphone di dunia, yaitu relentless innovation. Inovasi tiada henti.

"Saya mungkin bukan public speaker yang hebat, karena bahasa pertama saya adalah engineering," kata JK Shin melanjutkan keynote speech-nya. Sebuah kutipan yang sangat keren dari eksekutif teknologi. Terkesan humble, namun powerful. Selanjutnya, JK Shin bercerita kalau suatu perusahaan ada yang memposisikan diri dengan mengunggulkan desain, yang lain melalui kepraktisan. Padahal orang-orang menginginkan keduanya.

Karena itu, target produk yang akan dirilis ini adalah menghadirkan smartphone tercantik dalam sejarah Samsung dan yang paling canggih di dunia. Kemudian, lahirlah produk yang paling ditunggu-tunggu: Samsung GALAXY S6. Berbeda dengan sebelumnya, seri flagship S Series ini hadir dengan dua varian sekaligus yakni S6 dan S6 edge. Perbedaannya adalah S6 memiliki layar datar, sedangkan S6 Edge memiliki layar dengan dua sisi yang melengkung seperti evolusi dari Note Edge.


"Ini adalah smartphone paling canggih di dunia, dengan kemampuan yang tidak bisa ditandingi ponsel lain," ujar JK Shin berpromosi. Setiap lahirnya generasi baru S Series, masyarakat memang selalu menunggu kejutan atau fitur baru apa yang menjadi keunggulannya. Karena persepsi publik yang buruk terhadap produk memberi dampak yang sangat besar bagi perusahaan. Tragedi ini terjadi persis di generasi sebelumnya, Samsung Galaxy S5.

Flagship yang dirilis tahun 2014 ini dianggap publik mengecewakan karena tidak banyak hal baru yang dibawa. Fiturnya tetap melimpah, namun dibungkus dengan desain body yang monoton dan membosankan. Hasilnya? Mengutip berita dari Tribunnews, menurut Samsung dalam tiga bulan semenjak diluncurkan pada April 2014 lalu, penjualan Galaxy S5 lebih rendah 40 persen dibanding target yang dipatok. Samsung berhasil menjual 12 juta unit Galaxy S5 dalam tiga bulan pertamanya sejak diluncurkan. Dibandingkan dengan pendahulunya, Galaxy S4, Samsung berhasil menjual 16 juta unit dalam tiga bulan pertamanya. Profitnya pun menurun sebesar 74 persen di kuartal tiga 2014 dibanding periode yang sama tahun lalu.

Hal itu diakui sendiri oleh JK Shin dalam pernyataannya,"Setelah mendengarkan apa yang diinginkan oleh konsumen serta belajar dari kesuksesan maupun kesalahan, kami terus berusaha mendesak ke depan teknologi dan ide baru." Samsung rupanya cepat belajar dan tidak ingin mengulang kegagalan di masa lalu. Mereka melakukan banyak pengembangan baik dari aspek teknis maupun desain.


Kedua smartphone ini diklaim menciptakan standar baru pada desain, pembuatan dan performa. Merupakan perpaduan materi premium yang dilengkapi dengan teknologi mutakhir Samsung, menawarkan pengalaman mobile terkini bagi pengguna smartphone. Seperti apa sejatinya smartphone S Series generasi keenam ini? Baiklah, mari kita kupas satu per satu.

Desain Premium
Dibuat dengan penuh kehati-hatian dari bahan metal dan kaca, Galaxy S6 dan Galaxy S6 edge merupakan perpaduan desain penuh makna dan kuatnya fitur. Terutama pada Galaxy S6 edge yang menunjukkan keunikan dan keindahan sekaligus berfungsi sebagai pegangan yang kuat. Kita disuguhi pengalaman melihat tampilan yang immersive dengan tampilan melengkung pada kedua sisi. Jika seri Galaxy Note Edge hanya melengkung di satu sisi, maka S6 Edge ini merupakan smartphone melengkung pada kedua sisi yang pertama.


Kali ini, Samsung terlihat memperhatikan detail finishing sehingga tercipta desain yang memenuhi unsur estetika. Tak hanya fungsional, namun juga menunjukkan kelasnya sebagai smartphone premium yang mewah. "Design with purpose." Begitu JK Shin menyebutnya. Terutama pada S6 edge, proses pembuatannya sangat rumit. Dibutuhkan 800 derajat Celcius hanya untuk membentuk kurva kaca pada perangkat dual curved ini.

Sementara itu pada rangkanya, memakai logam khusus yang diklaim 5% lebih kuat dari logam di smartphone lain. Sembari menyingung pesaingnya yaitu iPhone 6 yang pernah mengalami masalah kekuatan, JK Shin menyatakan ponsel ini kuat sehingga tidak akan bisa bengkok. Pada bagian kaca juga diperkuat dengan lapisan Corning Gorilla Glass 4 yang dikenal sangat tangguh.


Kamera Berkualitas
Sektor fotografi juga menjadi fitur yang diunggulkan. Galaxy S6 dan Galaxy S6 edge dilengkapi kamera front dan rear yang tajam, handal dan cepat. Dengan lensa F1.9 dan sensor beresolusi tinggi pada kamera depan (5MP) dan rear (16 MP) memberikan tampilan gambar superior berkualitas tinggi yang sanggup memotret di berbagai kondisi cahaya. Dengan tambahan Auto Real-time High Dynamic Range (HDR), Smart Optical Image Stabilization (OIS) dan IR Detect White Balance memberikan sensitifitas  ringan dan mutakhir beserta solusi kamera. Selain itu fitur "Quick Launch" memberikan akses langsung dan cepat ke kamera dari layar. Butuh waktu sekitar 0,7 detik hanya dengan double click pada layar utama. Kamera canggih ini membuat pengguna dapat mengabadikan pengalaman personal dan berharga dengan kualita tanpa kompromi, kapan saja dan di mana saja.


Charging Baterai Cepat dan Tanpa Kabel
Walaupun memiliki peran strategis, namun baterai selama ini seperti anak tiri karena perkembangan teknologinya yang lamban. Padahal baterai menjadi momok pengguna. Tak sedikit yang mengeluh daya tahan baterai yang cepat habis, namun proses charging yang membutuhkan waktu lama. Tak heran jika sering kita jumpai, banyak pengguna yang membawa aksesoris power bank untuk memberi nyawa tambahan bagi ponsel.

Samsung mencoba lebih perhatian pada baterai dengan melakukan terobosan yang diklaim menetapkan standar baru di industri dalam pengisian nirkabel universal. Mereka menggunakan teknologi WPC dan PMA wireless charging bersertifikat pada Galaxy S6 dan Galaxy S6 edge. Perangkat ini bekerja dengan pad nirkabel yang tersedia di pasar yang mendukung WPC dan PMA standar. Selain itu, pengisian baterai dapat dilakukan dengan sangat cepat, 1,5 kali lebih cepat dari Galaxy S5, dan mampu menyediakan kurang lebih 4 jam waktu pemakaian hanya dengan 10 menit pengisian baterai.

Dapur Pacu Powerful
Keduanya memiliki dapur pacu powerful dengan memakai prosesor mobile 14nm platform 64-bit yang diklaim pertama di dunia. Kedua produk menggunakan prosesor octa-core Exynos 7 dengan RAM 3 GB. Mampu memberikan kinerja lebih tinggi dengan konsumsi daya yang rendah. Kecepatan memorinya ditingkatkan dengan memakai LPDDR4 dan UFS 2.0 flash memory.

Di tingkat permukaan, layarnya 5,1 inchi resolusi Quad HD dengan teknologi Super AMOLED 5.1 inci yang menyediakan kepadatan pixel tertinggi sebesar 577ppi. Meningkatkan visibilitas di luar ruangan dengan tampilan lebih cerah (600cd / mm) yang menyajikan pengalaman konten lebih memukau. Untuk memperkuat kemampuan, hardware-nya berbasis codec  1440p / VP9 sehingga kita bisa menikmati streaming video resolusi tinggi dengan daya yang lebih kecil.


Peningkatan Keamanan
Keamanan juga menjadi prioritas pengembangan. Duo Galaxy S6 ini dirakit menggunakan Samsung Knox. Platform besutan Samsung ini diklaim menawarkan fitur keamanan berkelas untuk memberikan perlindungan real-time dari potensi serangan berbahaya. Samsung Knox lebih cocok dimanfaatkan oleh pengguna yang merupakan karyawan dari perusahaan besar. Karena tetap bisa mengakses data perusahaan secar aman, sembari tetap menggunakannya untuk kebutuhan personal. Selain itu, terdapat fitur Find My Mobile akan mengamankan perangkat yang hilang dan melindungi informasi pribadi melalui sejumlah layanan, diantaranya dengan pengendalian jarak jauh baru "Reactivation lock." Dengan jenis pemindai sidik jari yang ditingkatkan, fitur ini juga menyediakan otentikasi cepat dan menyimpan data enkripsi dalam perangkat dengan aman.

Ketersediaan
Galaxy S6 dan Galaxy S6 edge akan tersedia secara global mulai dari April 10, 2015 dengan pilihan penyimpanan 32/64/128GB tersedia dalam pilihan warna White Pearl, Black Sapphire, Gold Platinum, Blue Topaz (Galaxy S6 saja) dan Green Emerald (hanya Galaxy S6 edge).

Nah, bagaimana dengan lahirnya generasi baru ini? Sejauh ini, dari komentar yang saya baca di berbagai media dan situs teknologi, penerimannya sangat baik. Samsung telah membuka preorder di pasar tertentu di Eropa dan Amerika. Di Belanda, Galaxy S6 ditawarkan dengan harga 700 euro dan 850 euro untuk Galaxy S6 edge. Sedangkan di Amerika Serikat, Galaxy S6 akan dijual seharga US$ 700 dan 699 euro di Jerman.
Samsung patut berbangga dengan kedua smartphone terbarunya. Karena mereka berhasil memecahkan rekor total 20 juta unit dari Samsung Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge telah dipesan (preorder).

Kerja kerasnya selama berbulan-bulan untuk membangun smartphone yang spektakuler ini, akhirnya terbayar sudah. Tanpa ragu lagi, inilah generasi terbarik dari keluarga Samsung Galaxy S yang diprediksi bakal sukses besar di tahun ini. Masyarakat Indonesia pun pasti sangat menunggu ketersediaan kedua produk keren ini. Dan saya sudah tak sabar untuk segera mencicipinya.

Read more ...
Designed By Blogger Templates