Show Mobile Navigation

Gallery

Latest In

Selasa, 01 Juli 2014

Memilih Smartphone Berkualitas & Terjangkau

Bambang Dwi Atmoko - 14:32


Gempuran smartphone semakin menghiasi pasar ponsel Indonesia. Seperti halnya merebaknya fitur ponsel yang lantas turun kelas, smartphone yang laris manis pun kini berganti menyasar pasar middle-end. Ini sesuai dengan karakter pasar selular Indonesia yang berbentuk kerucut membesar ke bawah, pasar smartphone juga mengikuti karakter tersebut. Di puncak adalah smartphone premium dengan harga yang wah sekitar 8 juta-an. Sedangkan kini yang menggeliat hebat adalah pasar smartphone middle-end yang didominasi harga sekitar Rp2 juta-an. Di kelas ini misalnya ada BlackBerry Z3, Asus ZenPhone 5 dan sebagainya.



Biasanya vendor akan berkilah untuk memperluas pasar smartphone dengan menghadirkan smartphone harga terjangkau –bukan murah-. Material, desain, layar biasanya memang dibuat lebih simpel untuk mengejar harga, sementara yang tidak diotak-atik adalah kemampuan prosessor, RAM, hingga peripheral lainnya. Hanya untuk kamera, biasanya mutu yang diperoleh dari smartphone harga terjangkau adalah bukan yang terbaik tetapi hasilnya bisa tetap memenuhi kebutuhan penggunanya. Bisa ditebak, pertarungan di segmen ini terbilang keras, tak hanya diisi oleh vendor dunia tapi juga oleh vendor merek lokal yang menyadari begitu besar pasar smartphone di kelas harga 2 juta-an.





Resolusi dan Ukuran Layar
Layar menjadi prioritas utama saat konsumen mau membeli smartphone. Karena di sinilah sentra dari aktivitas sehari-hari saat berinteraksi dengan ponsel. Terlebih, sekarang ini smartphone layar sentuh semakin mendominasi pasar dibanding yang memakai keypad. Praktis, semua kegiatan mulai dari mengakses menu, mengetik, membaca, melihat video, dan sebagainya berlangsung hanya di layar. Untuk itu, saat akan membeli ponsel, pastikan kualitas layarnya memadai.



Kebanyakan smartphone menengah ke atas mengandalkan layar besar dengan resolusi Full HD dengan density tinggi untuk menyajikan atraksi visual yang menakjubkan. Tapi jika bujet Anda terbatas, setidaknya pilih resolusi layar minimal 480 x 800 pixel dengan ukuran layar paling kecil 4 inchi. Sebisa mungkin, pilih yang jenis layarnya IPS LCD Capacitive. Lebih baik lagi jika ada proteksi pada layar semisal memakai Corning Gorilla Glass. Sudah banyak smartphone terjangkau yang memiliki fitur seperti itu.



Dapur Pacu

Setelah melihat sisi luar, maka konsumen perlu untuk mengetahui sisi dalamnya yang mengutip istilah media otomotif bagian dapur pacunya. Pada smartphone, dapur pacu berarti bagian hardware yang berfungsi untuk melakukan pemrosesan dan pengelolaan, yaitu CPU dan GPU yang berdiri di atas chipet. Ada beberapa manufaktur chipset yang terkenal seperti MediaTek yang sering dipakai pada smartphone murah, Qualcomm Snapdragon yang dikenal handal dan biasa dipakai ponsel mahal, Exynos yang dipakai pada beberapa smartphone premium Samsung, Intel yang baru masuk ke industri mobile setelah sekian lama berkutat di komputer, dan sebagainya. Selain itu, yang tak kalah penting adalah RAM (Random Access Memory) yang merupakan ruang memori untuk menjalankan aplikasi. Semakin tinggi CPU dan besar RAM, secara teori akan semakin cepat kinerja smartphone tersebut. Jika ingin membeli smartphone yang bisa bekeja dengan lancar saat menjalankan aplikasi-aplikasi terkini, saran kami pilihlah dengan spesifikasi minimal prosesor (CPU) Dual Core 1GHz dengan RAM 1GB.



Sistem Operasi

Jika prosesor adalah pusat kendali dari sisi hardware, maka sistem operasi adalah otak smartphone di sisi software. Para pemilik platform terus menerus mengembangkan sistem operasi miliknya. Saat ini Android milik Google telah memasuki versi Android 4.4.2 KitKat, kemudian BlackBerry versi 10.2, Windows Phone versi 8, dan Apple yang sebentar lagi meluncurkan iOS versi 8.0 ke konsumen. Sebaiknya, pilih smartphone yang sistem operasinya paling baru. Karena sistem yang baru biasanya merupakan hasil perbaikan dari generasi sebelumnya yang disertai dengan banyak fitur-fitur baru. Jika ponsel yang dipilih masih memakai yang lama, coba tanyakan ke penjualnya apakah bisa diupgrade ke versi yang lebih baru atau cek di website resmi vendor. Setidaknya, pilih yang masih belum ketinggalan. Sebagai contoh untuk Android memakai versi 4.0 Ice Cream Sandwich atau 4.2/4.3 Jelly Bean.



Kamera
Fitur kamera smartphone kini semakin diminati. Karena kamera merupakan modal utama untuk merekam setiap momen. Terlepas dari pengguna adalah pecinta fotografi atau tidak, fitur ini sangat diperlukan. Bagi yang aktif di jejaring sosial, berbagi dalam bentuk visual menjadi lebih menarik daripada sekadar teks panjang. Kemudian merebaklah tren selfie (self photographie), foto kuliner, traveling, dan sebagainya yang semuanya bisa dilakukan dari ponsel. Saran kami, spesifikasi minimal adalah kamera utama di kisaran 5MP disertai LED Flash dan kamera sekunder 1 MP. Namun, banyak faktor yang mempengaruhi kualitas hasil foto terutama sensor lensa kamera dan prosesor pengolah gambar. Anda bisa mengetahui kualitasnya dengan membaca review di media.

Baterai
Smartphone Anda canggih, tetapi jika kapasitas baterainya kecil dan sangat boros, percuma saja. Maka, kapasitas bateri menjadi hal penting yang perlu dipertimbangkan saat akan membeli ponsel. Idealnya, dengan fitur yang makin kaya dan prosesor makin cepat, smartphone memiliki kapasitas lebih dari 2.000 mAh. Setidaknya, baterai dengan daya tampung minimal 1.500 mAh masih cukup memenuhi kebutuhan. Lebih bagus lagi jika ponsel memiliki fitur power saving atau menginstall aplikasi jika tidak ada. Karena akan menghemat konsumsi daya. Selain itu, Anda juga bisa membeli aksesori daya tampung cadangan atau yang lebih dikenal power bank dengan kualitas bagus.


Jaringan
Smartphone didesain sebagai perangkat mobile internet yang memberi kenyamanan dalam mengakses berbagai layanan online baik itu jelajah web, cek email, berkirim pesan instant, akses jejaring sosial dan sebagainya. Maka dari itu, pengguna harus memperhatikan dukungan koneksi jaringan pada smartphone. Jangan membeli yang hanya mengandalkan koneksi Wi-Fi karena akan menyusahkan saat ingin mengirim pesan atau membaca email yang penting. Kecuali jika itu adalah smartphone kedua yang tujuannya bukan untuk koneksi data atau sudah memiliki perangkat mobile router. Selain itu, jangan membeli yang hanya dibekali koneksi 2G (GPRS / EDGE) karena koneksinya sangat lambat. Koneksi 3G atau yang setara dengannya (CDMA EVDO Rev A) adalah syarat minimal jika ingin nyaman memakai smartphone.


Kapasitas Storage
Memori adalah tempat untuk menyimpan seluruh data Anda. Semakin besar memori, tentu semakin banyak data yang bisa ditampung di dalamnya. Kaitannya dengan memori, saat ini ada dua jenis ponsel yang hanya punya memori internal saja dan ada yang menyediakan slot micro SD. Jika smartphone tidak memiliki micro SD, maka wajib untuk memilih yang kapasitasnya besar yakni minimal 16 GB. Sedangkan untuk yang punya slot micro SD, paling tidak pilih yang memiliki memori internal minimal 4GB. Hal ini karena tidak semua data bisa tersimpan di slot micro SD terutama pada aplikasi tertentu yang berhubungan dengan sistem.

Merek dan Layanan Purna Jual
Produsen ternama biasanya akan menjaga kualitas produknya. Meski sedikit lebih mahal dengan spesifikasi yang sama, tetapi smartphone dari merek ternama lebih memberikan kenyamanan karena kualitasnya sudah terjamin. Selain itu, yang tak kalah penting adalah dalam hal layanan purna jual. Pilih ponsel yang layanan purna jualnya bagus. Untuk mengetahui, bisa dengan browsing di internet membaca testimoni para pengguna.

Harga

Harga menjadi salah satu faktor penentu seseorang memutuskan untuk membeli smartphone, terutama untuk kelas menengah ke bawah. Beda Rp 100 ribu saja cukup berarti. Agar bisa membandingkan harga smartphone yang akan dipilih, Anda bisa membaca ‘Buyers Guide’ dari beberapa media telekomunikasi Tanah Air seperti Selular.co.id dan lainnya.

Selamat berbelanja, untuk bekal mudik lebaran :D


Rabu, 04 Juni 2014

Review HTC One M8: Sophisticated Premium Design

Bambang Dwi Atmoko - 18:01
Dua kali berturut-turut, smartphone kebanggaan HTC berhasil meraih penghargaan di Global Mobile Awards.  Ini adalah ajang penghargaan prestisius, semacam Oscar untuk industri telekomunikasi yang digelar tahunan bertepatan event Mobile World Congress yang digelar GSM Association. Di tahun 2013, HTC One (M7) memenangkan kategori ‘The Best New Mobile Handset’ dan di tahun 2014 berhasil memperoleh  ‘Best Smartphone of The Year’. Sangat jarang satu produk mendapatkan penghargaan selama dua tahun berturut-turut, namun inilah yang berhasil diraihnya. Meski bertabur bintang penghargaan dan kritik positif, harus diakui HTC One masih belum sakti untuk memperbaiki performa perusahaan yang selama beberapa tahun terakhir dirundung kerugian.

Harapan itu kini dibebankan ke suksesornya, HTC One (M8) yang diperkenalkan 25 Maret yang lalu dan sebentar lagi tersedia di pasar Indonesia. Jika generasi pertama HTC One berhasil melakukan lompatan kuantum dalam hal desain dan antarmuka, maka kehadiran generasi dua ini lebih terlihat sebagai usaha penyempurnaan dari sebelumnya. Tidak ada yang benar-benar baru atau revolusioner. Meski demikian, ini tak mengurangi keistimewaan HTC One (M8) sebagai produk yang istimewa.

Senin, 02 Juni 2014

Pemenang VMware Photo Contest: Perfect Place to Work

Bambang Dwi Atmoko - 18:25


Rumah adalah #perfectplacetowork buat saya. Menghemat banyak biaya, produktivitas terjaga dan pekerjaan rumah tetap terkelola.

 Selamat kepada wisalinaicha! Foto kiriman Anda terpilih sebagai pemenang untuk kontes foto VMware Periode 3. Konten foto ini dianggap pihak VMware Indonesia sesuai dengan tema #perfectplacetowork #vmwarehorizonsuite.


Selasa, 27 Mei 2014

Dampak Generasi Millenial Terhadap Ruang Kerja di Masa Depan

Bambang Dwi Atmoko - 09:00
Di artikel sebelumnya, saya sudah membahas mengenai tren di kalangan generasi millenial yang lebih suka bekerja secara mobile. Terang saja, ini adalah tren yang tidak bisa dibendung. Kebiasaan mereka sehari-hari yang tidak bisa lepas dari gadget terbawa hingga urusan pekerjaan. Gen Y ini akan lebih enjoy jika diberi keleluasaan dalam bekerja yang tidak menuntut harus kerja di dalam kantor. Jika diberi pilihan bekerja di perusahaan yang dinamis atau konvensional - bekerja itu harus di kantor- sudah jelas pilihannya ke yang menawarkan fleksibilitas.

Terlebih jika melihat dalam konteks bekerja di kota besar seperti Jakarta, tempat bekerja yang fleksibel adalah pilihan terbaik. Karena untuk menuju ke kantor saja butuh perjuangan ekstra. Tak sedikit yang berangkat kerja dari rumah sehabis subuh agar sampai kantor jam 8 - 9. Bayangkan, berapa jam waktu yang terbuang di jalan, berapa besar pemborosan yang harus dikeluarkan untuk bahan bakar.

Senin, 19 Mei 2014

VMware Photo Contest #PerfectPlaceToWork

Bambang Dwi Atmoko - 11:19
Perfect place to work? Iya, menurutmu di mana tempat paling sempurna untuk bekerja? Hasil penelitian MeConomy 2014 menunjukkan bahwa ternyata 60% pekerja dewasa di Indonesia menganggap kerja adalah sesuatu yang bisa dilakukan dimanapun berada alias tidak harus di kantor. Selengkapnya mengenai penelitian ini bisa di baca di artikel saya sebelumnya yang bertajuk VMware MeConomy 2014. Nah, berkaitan dengan itu, saya bekerja sama dengan VMware Indonesia mengadakan foto kontes untuk para netizen. Anda yang gemar memotret, jangan lewatkan lomba foto ini karena berkesempatan untuk mendapatkan hadiah dengan total nilai sebesar Rp 6.000.000. 

Kontes foto diadakan sebanyak 3 periode:
  • Periode 1:  19 Mei - 25 Mei 2014
    Tema: Work on the go (bekerja saat dalam perjalanan, seperti di stasiun kereta, halte bus, bandara, di mobil,kereta, pesawat, dan sebagainya)
  • Periode 2:  26 Mei - 01 Juni 2014
    Tema: Working outside the office (bekerja di luar kantor, seperti di rumah, kafe, restoran, hotel, pantai, taman, saat di luar negeri, dan lain-lain)
  • Periode 3:  02 Juni - 08 Juni 2014
    Tema: Perfect Place to Work (tempat atau lokasi yang dianggap paling idela untuk bekerja, jadi bisa mencakup tema work on the go dan working outside the office).
Caranya gampang! 
  • Bikin foto sesuai tema untuk masing-masing periode. Bebas untuk menggunakan kamera jenis apapun.
  • Follow akun saya @mrbambang di Twitter dan Instagram
  • Kemudian upload foto di Instagram atau Twitter (boleh salah satu atau keduanya) disertai keterangan singkat dan tagar #PerfectPlaceToWork #VMwareHorizon6 
Kriteria pemenang: 
  • Kreativitas dari foto dan caption yang dikirimkan 
  • Jumlah like yang diperoleh 
  • Satu (1) foto dan keterangan yang paling kreatif akan menjadi pemenang setiap periode.
  • 1 pemenang setiap minggunya akan mendapat apresiasi senilai Rp 2.000.000,- dari VMware Indonesia. Jadi total hadiah senilai Rp 6 juta.
  • Pemenang akan diumumkan setiap hari Senin di akun Twitter dan Instagram @mrbambang serta artikel di blog ini. Periode 1 (26 Mei 2014), Periode 2 (2 Juni 2014), Periode 3 (9 Juni 2014).
Jadi tunggu apalagi, ayo kirim foto-foto #PerfectPlaceToWork mu sekarang juga!

Selasa, 13 Mei 2014

Ingin Berjualan Online? Pilih Model Bisnis E-Commerce Ini

Bambang Dwi Atmoko - 12:42

Ada lima model bisnis yang saat ini diterapkan oleh pelaku bisnis di Indonesia, yaitu situs iklan baris, marketplace, online mall, online store, dan berjualan di jejaring sosial.

Beberapa tahun terakhir ini, toko online begitu menjamur di Indonesia. Beberapa pemain besar dengan dana berlimpah menggelontorkan iklan besar-besaran di berbagai medium, termasuk televisi. Namun jauh lebih banyak lagi yang berjualan dengan dana terbatas memanfaatkan situs blog maupun jejaring sosial. Seperti yang digeluti oleh Rere (34) yang tinggal di bilangan Mampang, Jakarta Selatan. Kepada Selular, ibu rumah tangga ini sudah bertahun-tahun berjualan aneka pakaian secara online. “Penghasilan bersih saya dalam satu bulan sekitar Rp 4 – 5 juta.  Lumayan sudah seperti gaji kantoran, padahal saya mengelolanya cuma di dalam rumah saja. Bahkan kalau musim lebaran, omzet bisa mencapai Rp 20 juta karena tingginya permintaan,” ujarnya.

Untuk mengoperasikan toko online tersebut, Rere hanya bermodalkan ponsel. Dia memiliki setidaknya lima smartphone untuk mendukung kelancaran usahanya. Dibanding menggelar lapak di situs iklan baris, wanita ini lebih memilih berjualan di jejaring social Facebook dan BBM Group (ada 13 group yang dimilikinya) karena dianggap lebih efektif dan gampang dikelola dari ponsel. Bagaimanapun, setiap penjual memiliki strategi yang berbeda. Tergantung mereka nyaman di mana dan lebih laris menggunakan yang seperti apa.
Dari sekian banyak layanan toko online yang bertebaran di dunia maya, seperti  disebutkan di laman TechInAsia.com, setidaknya ada lima model bisnis yang saat ini diterapkan oleh pelaku bisnis di Indonesia. Model bisnis ini juga bisa digunakan sebagai panduan untuk mengetahui lebih jauh, website seperti apa yang lebih cocok digunakan pengguna untuk bisnis jual beli online.

Classified Ads
Disebut juga sebagai iklan baris, ini adalah model bisnis e-commerce paling sederhana dan dianggap cocok untuk negara-negara berkembang. Pada model ini, website sebagai penyedia layanan hanya berperan menampilkan iklan yang dipasang penjual. Sedangkan transaksi jual-beli dilakukan secara langsung bahkan seringkali terjadi kontak secara offline dengan metode cash on delivery (COD) jika lokasi masih terjangkau. Untuk itu, di setiap listing iklan yang dipasang, biasanya selalu ditampilkan nomor kontak penjual seperti email, nomor ponsel, hingga akun instant messaging. Situs iklan baris seperti ini cocok bagi yang hanya ingin menjual sesekali saja, seperti barang bekas atau barang yang stoknya sedikit. Beberapa situs yang mengadopsi model bisnis ini diantaranya adalah Tokobagus.com, Berniaga.com, dan Forum Jual-beli Kaskus.

Marketplace (Customer to Customer)
Marketplace adalah peningkatan dari model classified yang terlalu sederhana. Format dasarnya sama, yaitu customer to customer (C2C) yang mempertemukan penjual dan pembeli di satu tempat. Bedanya, marketplace tak hanya menampilkan barang-barang yang dijual, tetapi sekaligus memfasilitasi transaksi uang secara online. Dari sisi provider, tentu persiapan membangun situs seperti ini membutuhkan sistem yang lebih kompleks karena harus menyiapkan payment gateway untuk pembayaran. Namun potensi pendapatan juga lebih jelas dan termonitor dengan baik karena biasanya provider meminta fee sekian persen dari nilai transaksi selain dari iklan premium. Situs marketplace seperti ini cocok bagi penjual yang lebih serius dalam berjualan online dan biasanya memiliki jumlah stok barang yang cukup besar. Beberapa situs yang termasuk dalam kategori marketplace diantaranya adalah Tokopedia, Bukalapak, Lamido Blanja dan Elevenia.

Online Mall
Online mall adalah model bisnis yang pada dasarnya serupa dengan marketplace, tetapi tidak sembarangan penjual bisa berjualan di situ. Karena hanya mengijinkan penjual yang sudah memiliki brand terkenal atau reputasi bagus dan harus melewati verifikasi yang ketat. Jika dianalogikan di dunia nyata, marketplace itu seperti pasar tradisional atau bazaar, sedangkan online mall seperti halnya pusat perbelanjaan. Contoh situs yang menerapkan model ini adalah Blanja.com dan Blibli.com.

Online Store (Business to Consumer)
Model toko online ini termasuk yang paling banyak dijumpai dari skala kecil hingga besar. Di sini, penjual atau pemilik produk membangun toko online dengan alamat domain sendiri dan menjualnya langsung ke konsumen. Pada model online store ini, pemilik situs menyiapkan sistem dan layanan dari hulu ke hilir. Mulai dari sistem teknis pembangunan web berisi catalog produk, sistem pembayaran, hingga distribusi produk yang mencakup penyediaan produk dan pengiriman ke konsumen. Keuntungan dari memiliki toko online seperti ini adalah memiliki kebebasan penuh untuk mengelolanya. Anda dapat mengubah jenis tampilan sesukanya, termasuk membuat blog untuk memperkuat SEO toko online yang dimiliki. Beberapa contoh online store yang ada di Indonesia ialah Bhinneka, Lazada, BerryBenka, Bilna, Tiket.com, Hypermart.co.id, Carrefour.co.id, Sukamart.com dan sebagainya.

Online Shop di Social Media
Maraknya penggunaan social media di Indonesia tak luput dari perhatian penjual yang jeli untuk berjualan produk. Banyak penjual yang menggunakan Facebook, Instagram dan Twitter untuk mempromosikan barang dagangannya. Selain social media, BlackBerry Messenger juga menjadi tempat yang menjadi favorit untuk berjualan produk. Mereka bisa membangun group yang berisi member potensial atau membuat BBM Channel untuk menjangkau lebih banyak calon pembeli. Penjual yang lebih melek teknologi biasanya juga memanfaatkan situs blog yang dijadikan sebagai etalase untuk menampilkan barang dagangannya. Model seperti ini cocok bagi pengguna yang ingin memiliki toko online sendiri tapi tidak ingin repot dengan berbagai prosedur yang harus diikuti. Pengguna cukup posting produk disertai deskripsi singkat disertai harga. Nanti teman yang tertarik bisa langsung memesan di bagian komentar atau jalur pribadi.


/*
Catatan: 
- Artikel ini telah saya publikasikan di Majalah Selular Edisi Mei 2014 dan situs SelularMagz.
- Foto Ilustrasi belanja online, sumber: Getty Images

Senin, 12 Mei 2014

VMware MeConomy 2014: Jika Generasi Milenial Lebih Suka Kerja Mobile

Bambang Dwi Atmoko - 09:00
Generasi Millenial. Inilah generasi yang sudah familiar dengan teknologi semenjak lahir. Disebut juga sebagai the native-digital-generation atau Gen Y yang lahir di antara tahun 1982 hingga awal tahun 2000-an. Sebagian dari generasi ini - termasuk saya yang berusia 30 tahun - sekarang sudah menjadi tenaga kerja millennial (juga dikenal sebagai Pekerja Baru) dan menduduki posisi cukup penting di korporasi. Generasi ini memiliki harapan tinggi kepada IT supaya bisa melakukan bisnis atau bekerja secara lebih fleksibel atau mobile sesuai dengan cepatnya perkembangan teknologi. Cepat atau lambat, Gen Y akan menunjukkan dominasinya karena kelak merekalah yang akan menjadi pemimpin di perusahaan. Untuk itu, sangat bagus jika sedari awal perusahaan tanggap dalam memenuhi kebutuhannya dan beradaptasi dengan cara mereka bekerja.

Senin, 05 Mei 2014

Cara Mendidik Anak di Era Digital

Bambang Dwi Atmoko - 12:27
Sekarang ini, gempuran teknologi maha dahsyat melingkupi setiap detik kehidupan kita. Membanjirnya ponsel pintar dengan aneka fitur dan layanan membuat penggunanya selalu ingin terhubung di dunia digital. Pameo yang mengatakan bahwa "smartphone itu bisa mendekatkan yang jauh, tapi menjauhkan yang dekat" itu benar adanya. Sering kita jumpai, bahkan kita sendiri, yang justru asyik mengoperasikan layar ponsel sambil sesekali tersenyum atau tertawa padahal sedang berkumpul bareng teman-teman. Mulut mereka diam, tapi tangannya begitu aktif menyentuh layar ponsel. Ironis memang.
Kondisi tersebut terus berlangsung, bahkan saat sedang menikmati waktu santai bersama keluarga atau bermain dengan anak-anak. Quality family time menjadi berkurang karena kita sibuk mengoperasikan ponsel. Saat menulis ini, saya benar-benar berkaca pada diri sendiri. Begitu seringnya saya berbuat demikian. Saya berusaha untuk tidak mengakses jejaring sosial, tapi tangan kadang gatel untuk membukanya.
Bagaimanapun, ini bukanlah hal yang bagus. Kita harus memperbaikinya. Era digital sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, kita tidak bisa melawannya. Lebih baik kita mengelola secara tepat dan memanfaatkannya untuk tujuan positif. Bagaimana caranya? Simak infografis ini.
Previous
Editor's Choice