Article

Rabu, 11 Mei 2016

Olympus PEN-F, Kamera Mirrorles Profesional dengan Desain Klasik

Kamera Olympus PEN-F merupakan perpaduan sempurna desain klasik yang ikonik dengan teknologi fotografi terkini yang canggih. Kamera yang sangat cocok untuk street photography, dibekali dengan 20 Megapixel sensor Live MOS, 5-Axis Image Stabilization, dan kontrol kreatif untuk memastikan kualitas gambar superior.



Olympus Corporation resmi meluncurkan kamera compact system terbarunya seri Olympus PEN-F di Indonesia. Kamera Micro Four Thirds System ini dibuat dengan menggabungkan teknologi digital terkini dan keahlian legendaris Olympus yang telah 80 tahun berdedikasi sebagai manufaktur kamera. Kamera PEN-F yang baru ini dikemas dengan kemajuan kinerja yang luar biasa bagi fotografer yang mencari kualitas gambar superior dan kontrol kreatif.

Kamera Olympus PEN-F memiliki resolusi 20 megapixel dengan sensor Live MOS yang dikombinasikan dengan teknologi 5-Axis Image Stabilization dari Olympus, 2,36 juta-dot OLED viewfinder elektronik built-in, dan tombol kreatif baru yang berada di depan kamera. Fitur Creative Dial tersebut mengakses sejumlah kontrol untuk memberikan sebuah pengalaman memotret yang menawan.

“Anda memiliki keleluasaan untuk menikmati teknik fotografi analog seperti memilih, mengembangkan, hingga mencetak film dalam format digital. Semua kecanggihan tersebut terbungkus dalam desain kamera yang memancarkan kecantikan abadi,” kata Sandy Chandra, Marketing Manager Olympus Customer Care Indonesia (OCCI).

Teknologi Kamera Superior




Olympus PEN-F menyandang gelar sebagai kamera half-frame pertama di dunia dengan keindahan desain yang klasik namun modern. Teknologi sensor Live MOS 20 Megapixel yang baru dikembangkan serta prosesor gambar terbaru TruePic VI menghasilkan gambar yang menakjubkan dari lensa Zuiko Digital.

Teknologi image stabilization (IS) 5-axis VCM (Voice Coil Motor) memberikan gambar terbaik yang bebas blur dalam situasi apapun. Secara teknis, teknologi ini menyediakan hingga 5 langkah shutter dengan kecepatan tertinggi di dunia dalam hal kinerja kompensasi. Konstruksi ini memungkinkan Anda menangkap gambar yang jelas dari adegan malam dan lokasi cahaya rendah lainnya dengan noise minim tanpa menaikkan kecepatan ISO. Kombinasi antara in-body image stabilization dan in-lens image stabilization membuat kamera ini kompatibel dengan teknologi baru seperti 5-axis sync IS, yang mana membuat kinerja image stabilization lebih powerful.

Menariknya, Focal length dapat diatur secara manual, sehingga lensa bahkan yang masih manual fokus-pun bisa distabilkan gambarnya. Modus High Res Shot di PEN-F bisa menangkap gambar yang setara dengan resolusi ultra tinggi 50 megapiksel dengan detail subyek yang luar biasa, cocok untuk foto arsitektur dan still life. Untuk pengolahan gambar, aplikasi pengolah gambar Olympus Viewer 3 Ver. 2.0 telah diperbarui untuk memproses foto High Res dalam format RAW.


PEN-F diperkuat dengan pemotretan super cepat dengan waktu shutter-release lag terpendek dibanding kamera compact system pada umumnya yaitu mencapai di 0,044 detik. Mekanik shutter berkecepatan tinggi 1/8000-detik memberikan kinerja yang unggul untuk menangkap gerak cepat, dan fungsi shutter dapat disesuaikan sesuai dengan adegan.

Desain Elegan & Presisi


PEN-F memiliki garis bodi klasik dan siluet seperti kamera klasik. Penutup bagian atas dan depan body kamera dibuat dari magnesium, sementara penutup bagian bawah dan tombol logam yang presisi dibuat dari aluminium. Tata letak tombol dan dial dioptimalkan untuk pengoperasian mudah sambil melihat melalui jendela bidik (viewfinder). Kontrol sederhana dicapai dengan Dial kompensasi eksposur baru dan empat posisi custom yang ditambahkan ke mode dial untuk akses cepat ke pengaturan.


Perhatian yang komprehensif dan detail di seluruh kamera ke titik di mana sekrup tidak bisa dilihat dari luar. Bagian belakang monitor LCD juga dilengkapi kulit sintetis yang sama seperti yang digunakan pada body kamera untuk sentuhan akhir yang menyediakan nuansa terpadu. Tim engineer Olympus merancangnya dengan sangat teliti untuk memastikan kualitas desainnya.

Kamera PEN-F dilengkapi dengan OLED Electronic Viewfinder (EVF) built-in 2,36 juta-dot resolusi tinggi dengan bidang pandang (field of view) 100 persen dan tingkat perbesaran 1.23x (setara 35mm:. Approx 0.62x). Viewfinder ini memberikan pandangan yang jelas dan akurat, bahkan pada bagian tepi. Modus simulasi OVF (S-OVF) memperluas jangkauan dinamis dan memberikan gambar yang mirip dengan apa yang akan dilihat dengan mata telanjang.

Fitur Kreatif

Bagi yang gemar bereksperimen, fitur inovatif Monochrome and Color Profile Control memberi kesempatan untuk merasakan sensasi merekam dari viewfinder sebagaimana shooting seperti jika menggunakan kamera film. Anda bisa memilih jenis film, mengembangkan shot, dan mencetak hasil foto yang tepat seperti yang dibayangkan. Proses ini berbeda dari menggunakan software pengedit foto (post processing), karena di sini pengguna bisa menerapkan dan memeriksa efek Live View secara langsung saat sedang melakukan pemotretan.

Kedua fungsi fitur preset dirancang dengan gambar efek film klasik. Selain pengaturan tersebut, Anda juga dapat menyesuaikan pengaturan dengan menyesuaikan mereka untuk mencapai optimal foto yang Anda inginkan. Dial Kreatif diposisikan di depan kamera untuk memudahkan mengakses fungsi-fungsi dengan satu putaran. Dengan Dial ini, Anda bisa mengakses Art Filter dan Color Creator untuk membantu dalam menuangkan kebebasan ekspresi artistik.

Fitur kreatif lainnya termasuk mode Live Composite, yang memungkinkan pengguna untuk mengekstrak dan menggabungkan daerah terang dari beberapa gambar yang difoto secara berurutan untuk menangkap pemandangan kota yang luar biasa.

Nah, bagi yang menyukai videografi, kamera ini memiliki fitur 4K Time Lapse Movie yang bisa menangkap hingga 999 gambar secara otomatis dengan jarak inernal dari satu gambar ke gambar lainnya tiap 24 jam. Kemudian mengombinasikan ke dalam video 4K resolusi tinggi yang menakjubkan. Semua bisa dilakukan di dalam kamera, tanpa membutuhkan software tambahan.

Dengan PEN-Apakah built-in Wi-Fi, pengguna dapat memanfaatkan Olympus Gambar Share aplikasi untuk Android® dan Apple ® untuk menyesuaikan pengaturan dan memantau kemajuan gambar seperti itu berkembang secara real time pada smartphone atau tablet.

Tak hanya itu, kamera ini juga dilengkapi dengan built-in Wi-Fi, sehingga pengguna bisa terhubung secara mudah dengan smartphone. Dengan memanfaatkan aplikasi Olympus Image Share yang tersedia untuk platform Android dan Apple, Anda bisa menyesuaikan pengaturan dan memantua progress gambar secara real time dari smartphone atau tablet.

Harga Olympus Pen F

Dengan segala kemampuan seperti itu, berapa harga Olympus PEN-F di Indonesia? Perusahaan membandrolnya dengan harga IDR 18.800.000 untuk body only. Sedangkan jika dibundling dengan lensa 17mm f1.8 menjadi IDR 21.700.000. Ada juga pilihan dengan dua lensa sekaligus yakni lensa 17mm f1.8 dan 45mm f1.8. Tentu cukup mahal jika dibandingkan dengan harga smartphone. Karena memang kamera seperti ini lebih cocok bagi yang antusias dengan fotografi. Anda tertarik?
Read more ...

Selasa, 03 Mei 2016

eKado, Cara Baru Kirim Hadiah Melalui Smartphone

Merebaknya belanja online membuka berbagai peluang bisnis baru, salah satunya adalah kado berbentuk digital. Perusahaan teknologi PT Global Akses Multimedia bekerjasama dengan content provider Access Mobile Indonesia meluncurkan layanan eKado pada Juli 2015. Kemudian menggandeng Telkomsel pada Oktober 2015 dalam bentuk layanan berbasis website ekado.co.id. Sekarang, layanan tersebut diperluas dalam bentuk aplikasi eKado.
Aplikasi eKado merupakan sebuah layanan digital mobile voucher yang menawarkan cara baru untuk membeli hadiah berbentuk kupon digital dengan mudah dan hanya dapat dinikmati oleh pelanggan Telkomsel. 
Vice President Digital Advertising Telkomsel, Harris Wijaya mengatakan dengan meningkatnya penggunaan telepon seluler yang didukung layanan broadband berkualitas, gaya hidup masyarakat sekarang ini menjadi serba digital dan mobile. Menurutnya, melalui aplikasi eKado pihaknya memberikan lebih banyak cara bagi pelanggan Telkomsel untuk melakukan pembelian hadiah online dimanapun dan kapanpun, dengan berbagai penawaran menarik secara aman dan nyaman.
Dijelaskan lebih lanjut, dengan aplikasi eKado, pelanggan dapat melakukan pembelian dan pembayaran secara online melalui website www.ekado.co.id dan aplikasi smartphone. Hadiah dalam bentuk kupon digital kemudian akan terkirim kepada penerima dalam bentuk SMS dan MMS dan dapat langsung ditukarkan padamerchant yang dipilih.
Terdapat berbagai pilihan hadiah pada website dan aplikasi eKado yang dapat dikirimkan para pelanggan kepada teman, keluarga, maupun orang terkasih, seperti misalnya voucherkaraoke, kuliner, hotel di berbagai merchant menarik antara lain Inul Vizta, Shabu-Shabu House, Mom n Jo, Alive Museum Ancol, dan lain-lain.
Menyambut ulang tahun Telkomsel yang ke-21, terdapat berbagai promo dari eKado di bulan Mei 2016 ini untuk pelanggan. Bagi 1.000 pelanggan pertama setiap harinya yang mengunduh aplikasi eKado di bulan Mei akan ada cashback sebesar Rp 10.000 di berbagai merchant partner eKado di seluruh Indonesia. Bagi Aplikasi eKado dapat diunduh dari Google Play Store untuk pengguna smartphone Android.
Apakah kalian tertarik menggunakan layanan kirim kado digital seperti ini?
Read more ...

Kamis, 28 April 2016

Indonesia Technology Forum 2016: Mendorong Indonesia Sebagai Raksasa Teknologi Asia

Program Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah digulirkan. Indonesia dan Negara-negara di wilayah Asia Tenggara membentuk sebuah kawasan terintegrasi yang merupakan bentuk realisasi dari tujuan akhir integrasi ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Bagi bangsa Indonesia, ini menjadi tantangan sekaligus peluang. Satu hal yang pasti, Negara ini harus memiliki daya saing mumpuno terutama dalam hal sumber daya manusia (SDM).

Jika menilik dari jumlah populasi yang ada, Indonesia menyimpan potensi yang sangat besar. Saat ini negeri kita berpenduduk sekitar  259.1 juta. Berdasarkan data yang dihimpun dari We Are Social (2016), pengguna internet Indonesia sekitar  88.1 juta orang dengan penggunamedia sosial sebanyak 79 juta. Sementara itu, jumlah pengakses social media dari smartphone sebanyak 66 juta. Yang menarik, jumlah pelanggan seluler yang terkoneksi dengan handphone jauh melebihi populasi yaitu mencapai 326,2 juta. Hal ini karena satu orang bisa memiliki lebih dari satu nomor ponsel. Tentunya ini merupakan angka yang fantastis.

Hasnul Suhaimi, Mantan CEO XL Axiata sekaligus Pembina Indonesia Technology Forum (ITF) mengatakan bahwa Indonesia mempunyai peluang untuk tumbuh sangat cepat dan besar. Kebutuhan terbesar adalah dukungan dari pemerintah untuk membangun ekosistem industri digital di Indonesia agar bisa mengatasi ketertinggalan dari negara lain. Penetrasi Internet harus bisa ditingkatkan dengan cepat. Pemerintah juga harus membuka jalan dan memberikan berbagai insentif agar industri digital ini bisa tumbuh dan mendapat akses pendanaan,” ujar Hasnul Suhaimi.

Sementara itu kepada pelaku industri digital baik itu produsen hardware maupun pengembang aplikasi, ia berharap mereka terus meningkatkan kualitasnya agar bisa bersaing di tingkat global. Selain itu juga sekaligus memperkuat jumlah pemakai agar membeli nilai lebih, serta menerapkan strategi marketing yang jitu agar lebih populer di kalangan masyarakat.

Dukungan Infrastruktur Jaringan
Berkembangnya industri digital juga tidak lepas dari fasilitas infrastruktur yang memadai. Dalam hal ini, pemerintah melalui Kementerian Kominfo cukup sigap dengan proyek pembangunan infrastruktur jaringan tulang punggung serat optik nasional demi pemerataan akses pitalebar (broadband) yang diberi nama Palapa Ring. Proyek ini melayani 57 kabupaten/kota di Indonesia dengan total panjang 11.000 km dan diproyeksikan akan selesai pada akhir 2018.

Sementara itu infrastruktur jaringan seluler juga kian berkibar dengan telah dikomersialkannya layanan 4G LTE oleh semua operator yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah XL Axiata yang agresif dalam mengembangkan teknologi jaringan generasi keempat tersebuy. Hal ini diungkapkan oleh Budi Harjono, VP Network Planning XL Axiata, yang mengatakan 4G LTE merupakan kunci utama dari strategi XL untuk tetap menjadi yang terdepan dalam penyediaan layanan internet mobile guna memenuhi kebutuhan pelanggan terhadap layanan Internet kecepatan tinggi.

Selama kuartal pertama tahun 2016, XL telah membangun 3.286 BTS 4G, dengan cakupan mencapai lebih dari 36 kota/wilayah di Indonesia. Meningkatnya penggunaaan 4G LTE dan handphone yang memiliki kemampuan akses data sangat mendorong adanya peningkatan traffic layanan data. Di kuartal pertama 2016, traffic layanan data tumbuh 94% YoY, dengan total pengguna layanan Data mencapai 22,8 juta atau 54% dari total jumlah pelanggan. Sementara, laju penetrasi pengguna smartphone di XL mencapai 48% denganpertumbuhan sebesar 19% YoY yang mencapai sebesar 20,5 juta pengguna,” ujar Budi.
  
Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa XL terus berupaya mendukung bertumbuhnya industri digital di Indonesia. Salah satunya adalah dengan meluncurkan program XL INFINET yang mendukung bisnis UKM agar bisa memanfaatkan internet dengan maksimal. Di dalam layanan XL INFINET disediakan layanan paket data dengan technologi LTE 4G, yang dipaketkan dengan domain, website, email korporat, dan beragam aplikasi untuk bisnis. Pelanggan  juga mendapatkan seperangkat modem atau router untuk menghubungkan semua sistem layanan usaha dengan jaringan internet.

Devices yang Berkualitas
Di industri digital, perangkat memiliki peran yang sentral. Karena dari sinilah akses ke dunia digital dimulai. Bagi produsen global, Indonesia adalah pasar yang menggiurkan karena populasi yang tinggi dan daya beli yang tergolong baik. Tak heran jika smartphone dari merek global membanjiri Tanah Air. Di sisi lain, brand nasional juga muncul bersaing di pasar yang ketat. Walaupun ada yang tumbang dan ada yang terus eksis bahkan kian membesar.

Advan adalah contoh brand nasional yang tergolong sukses di kancah industri mobileBerkat inovasi dan strategi yang jitu, sukses mengantarkan Advan menjadi brand tablet no 1 di Indonesia. Perolehan tersebut, bahkan mampu menggungguli raihan jajaran merk global dilevel kawasan Asia Pasifik.

Berdasarkan data dari IDC, diantara 19 negara APEC, tablet shipment Advan mampu menduduki rangking ke-2 setelah Samsung dan diatas iPad pada Q-1 tahun 2015 di kawasan Asia Pasifik. Hal ini semakin membuktikan eksestensi brand lokal mampu menyaingi besarnya gempuran brand global tablet PC.


Advan juga merangsek masuk ke jajaran lima smartphone terlaris di Indonesia. Data yang dilansir IDC menempatkan Advan sebagai smartphone terlaris keempat dengan peroleh angka penjualan 2,8 juta unit smartphone. Direktur Marketing Advan, Tjandra Liantomengatakan untuk meningkatkan efisiensi dan tingkat kenyamanan pengguna, pihaknya berupaya untuk terus meningkatkan relevansi produk ditengah kebutuhan konsumen yang kini begitu beragam.


Melalui tim R&D proses pengembangan dan inovasi produk diolah secara detail berdasarkan pada kebutuhan para pengguna. Advan kini telah memiliki pabrik ponsel yang terletak di Kawasan Industri Candi Semarang dan ini dianggap sebagai pilar kesuksesan menguasai pangsa pasar tablet Asia Pasifik.

Melibatkan 900 orang karyawan pabrik, Advan telah berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Penerapan alih teknologi pabrik Advan memiliki dampak yang positif terhadap peningkatan standar kompetensi karyawan ditengah era persaingan pasar bebas. “Selaku brand teknologi kebanggaan Indonesia, Advan mengambil langkah mengembangkan teknologi tanpa mengesampingkan kemajuan ekonomi nasional. Melalui penanaman modal pada industri, kami berkomitmen mendukung kemajuan teknologi komunikasi Indonesia secara jangka panjang,” ujar Tjandra. 

Geliat Industri Aplikasi
Perusahaan rintisan atau startup di Indonesia terus bermunculan dengan berbagai inovasinya. Bahkan sebagian di antaranya berhasil minat investor. Data dari Techlist pada kuartal pertama 2015, di Asia Tenggara ada 93 perusahaan startup (rintisan) yang memperoleh pendanaan. Dari jumlah itu, 24 di antarannya merupakan startup Indonesia.

Salah satu startup lokal yang terbilang berhasil adalah Picmix. Aplikasi ini didirikan pada 2012 sebagai aplikasi smartphone untuk berbagi foto dan berhasil menarik jutaan pengguna di seluruh dunia. Saat ini aplikasi tersebut telah mencapai lebih dari 27 juta pengguna di seluruh dunia secara organik dengan sekitar 7 ribu sampai 10 ribu pendaftar baru tiap hari.

“Hari ini, PicMix telah bertransformasi menjadi social commerce dan platform penemuan konten yang menghubungkan merek, pemilik bisnis, pembeli dan penjual kepada jutaan pengguna melalui layanan berbagi foto dan video. Kami kuat di Indonesia, Afrika Selatan, Nigeria, Venezuela dan negara-negara emerging market lainnya,” ujar Calvin Kizana, Founder & CEO Picmix.

Calvin mengungkapkan bahwa baru-baru ini pihaknya telah menerima pendanaan Seri A sebesar USD 3 Juta. Dana tersebut akan digunakan untuk pertumbuhan basis pengguna, meningkatkan fitur dan mempekerjakan bakat-bakat baru.

Selain PicMix, Kurio menjadi aplikasi lokal dengan pertumbuhan yang pesat.  Aplikasi berita di Indonesia yang berada di bawah naungan Merah Cipta Media (MCM), salah satu perusahaan dari GDP Venture, terus mengembangkan produk dan teknologi serta memperluas jangkauan penggunanya ditengah pertumbuhan pesat pengguna mobile di Indonesia. 

Sejak diluncurkan pada tahun 2014, Kurio memposisikan diri sebagai platform bagi publisher online untuk memperluas penyebaran konten dan mendapatkan pembaca yang lebih banyak. Hingga saat ini, Kurio telah bekerja sama dengan  200 publisher online ternama di Indonesia untuk menghadirkan konten yang terpercaya.

Aplikasi Kurio saat ini tersedia di smartphone untuk platform iOS dan Android. Hingga Januari 2016, tercatat penggunanya telah mendekati 500.000 download di mana 75% adalah pengguna Android dan 25% pengguna iOS dengan MAU (Monthly Active Users) sebesar 50%. Pada pertengahan Maret yang lalu, berhasil meraih investasi seri B dari Gunosy, aplikasi berita terpopuler di Jepang sebesar US$ 5.000.000.

David Wayne Ika, Founder & CEO Kurio mengatakan latar belakang Gunosy di big data, teknologi machine learning dan metric data driven-nya dapat menjadi sebuah pelajaran penting bagi tim engineering dan tim growth di perusahaannya.

"Untuk terus mengembangkan industri teknologi dan digital di Indonesia, acara talkshow Indonesia Technology Forum ini sangat bermanfaat agar meningkatkan minat dan menyebarluaskan industri ini lebih luas ke berbagai segmen, baik di sisi pelaku, investor, dan masyarakat luas. Kurio senang sekali bisa berpartisipasi di acara ini, karena sesuai dengan visi misi kami, ingin memberi impact positif ke pengguna dengan cara memperkecil information and knowledge gap yang ada hari ini. Kami percaya di jaman era teknologi, internet, dan digital seperti ini, salah satu faktor penting untuk kemajuan Indonesia dimulai dari banyak konsumsi informasi dan pengetahuan untuk mempersiapkan SDM yang lebih baik, banyak baca-banyak tau," ujar David.

Gerakan Cinta Teknologi Indonesia

Saat ini Indonesia mendapat julukan “Raksasa Teknologi Digital Asia yang Sedang Tertidur". Julukan tersebut tidaklah salah, karena potensi indonesia sangatlah besar di industri digital. Menurut Yusuf Mars, Ketua Indonesia Technology Forum, saat ini sudah bermunculannya startup dan brand smartphone nasional  yang semakin dipercaya oleh  sebagian masyarakat. Namun, di sisi lain, masih minim penghargaan  atau apresiasi masyarakat Indonesia terhadap produk dalam negeri.

Untuk itu perlu gerakan secara masif dan terukur serta sistematis untuk membangunkan Raksasa Teknologi Digital Asia yang sedang tidur ini dan  bahu membahu menjadi kekuatan besar,” ujarnya. Menurut Yusuf, gerakan Cinta Teknologi Indonesia sangat diperlukan agar karya buatan Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri, menjadi kebanggaan masyarakat, sekaligus tumbuh menjadi kekuatan besar di Asia.
Read more ...

Rabu, 23 Maret 2016

Mengapa Nasib Uber Tidak Sebaik AirBnB?

Minggu ini kita dihebohkan dengan aksi demo yang dilakukan oleh ribuan sopir taksi. Mereka menutupi jalan Sudirman dan kawasan Senayan menuntut penutupan Uber, Grab dan layanan transportasi online lainnya seperti GoJek. Karena transportasi online dianggap ilegal dan memberangus pendapatan sehari-hari mereka.

Aksi demo berlangsung panas dan anarkis dengan pengrusakan sejumlah kendaraan yang ironisnya adalah kendaraan taksi. Karena dianggap tidak kompak dengan tidak ikut berdemo. Juga bentrok dengan driver GoJek yang berbuntut penganiayaan. Pemerintah sampai sekarang masih merumuskan solusi terbaik. Karena bagaimanapun juga, layanan transportasi online dibutuhkan masyarakat.

Hal ini kontras dengan yang dialami layanan penginapan online. Yang paling terkenal dan model bisnisnya mirip Uber, siapa lagi kalau bukan AirBnB. Layanan tersebut sudah tersedia di Indonesia (www.airbnb.co.id). Tapi nasibnya lebih baik dari Uber karena hingga saat ini belum kedengaran ada yang ngerecokin baik dari perhotelan maupun pemerintah. Mungkin karena tidak terlalu mengganggu bisnis hotel konvensional, jadinya layanan penginapan online ini aman.

Jika taksi konvensional yang seperti terkena dampak besar dari kehadiran taksi online, berbeda dengan hotel konvensional. Mereka cukup adaptif dengan perkembangan teknologi yang kemudian bekerja sama dengan aplikasi tiket/travel online seperti agoda, traveloka, pegipegi dan sebagainya.

Kuncinya adalah adaptasi. Mereka yang paling bisa beradaptasi, dialah yang bakal survive. Pemerintah harus beradaptasi untuk mengakomodasi tren teknologi. Pelaku bisnis beradaptasi dengan perkembangan jaman menyesuaikan kebutuhan saat ini.

Read more ...

Senin, 15 Februari 2016

Memasuki Dunia Realitas Virtual dengan Samsung Gear VR


Salah satu tren baru yang digadang-gadang bakal populer di tahun 2016 adalah virtual reality. Dengan koneksi internet yang semakin cepat, menikmati visualisasi dunia virtual reality menjadi semakin gampang. Virtual reality (VR) atau dalam bahasa Indonesia diartikan realitas maya merupakan teknologi yang bisa membuat pengguna dapat berinteraksi dengan lingkungan yang disimulasikan oleh komputer (computer-simulated environment), suatu lingkungan yang hanya ada dalam imaginasi. Kegiatan favorit seperti bermain game, menonton film, dan liburan kini menjadi lebih nyata dengan Virtual Reality.

Beberapa produsen mengantisipasi hadirnya tren ini dengan merilis headset virtual reality. Salah satu yang mendapat perhatian besar adalah Samsung Gear VR. Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini pertama kali memperkenalkan perangkat VR pada September 2014 di ajang IFA Berlin. Namun pada waktu itu masih edisi terbatas (Innovator Edition) yang lebih menyasar kalangan early adopter yang gemar mengulik hal-hal baru. Maupun untuk kalangan developer sebagai langkah awal untuk membentuk ekosistem aplikasi virtual reality sebelum dirilis secara masal ke publik. Setahun kemudian, pada November 2015 perusahaan telah mengumumkan ketersediaan Samsung Gear VR untuk konsumen lewat preorder untuk wilayah Amerika Serikat.

Samsung Gear VR generasi baru ini merupakan hasil kerjasama dengan Oculus, produsen virtual reality yang pada Maret 2014 silam dibeli Facebook dengan harga USD 2 miliar atau lebih dari Rp 25 triliun. Apa saja yang menarik dari headset VR terbaru dari Samsung yang dibanderol dengan harga hanya US$ 99 ini? Yuk kita kupas fitur-fiturnya.


DESAIN
Samsung Gear VR model baru ini memiliki desain seperti dua headset virtual reality yang pernah dibuat Samsung sebelumnya. Bedanya, Samsung Gear VR Consumer Edition ini memiliki desain trackpad baru, dibanderol dengan harga lebih murah, yaitu US$99. Produk ini kompatibel dengan beberapa smartphone flagship terbaru Samsung. Terdapat koneksi micro USB yang menghubungkan antara headset VR dengan smartphone tadi.

Jika dibandingkan dengan Google Cardboard yang hanya terbuat dari material karton dan terkesan seperti mainan, tentu Gear VR jelas lebih berkualitas dan lebih mengesankan sebagai perangkat VR yang sesungguhnya. Material bahannya terbuat dari plastik yang kokoh, namun lebih ringan. Samsung dan Oculus merancang headset ini senyaman mungkin agar kita betah berlama-lama memakainya. Total beratnya jika tanpa dipasang smartphone adalah 318 gram atau 19% lebih ringan dibanding pendahulunya. Tak hanya itu, interfacenya juga dibuat lebih lebar, begitupun dengan tombol touchpad yang lebih lebar agar memudahkan kita untuk mengontrol lebih akurat. Perangkat inipun memiliki sensor untuk kepala pengguna dan bantal di sekitar mata, membuat pengalaman VR lebih nyaman.


PENGOPERASIAN
Cara memasangkannya juga gampang yakni menemplkan ponsel di bagian depan untuk menaruh ponsel dengan layar menghadap ke dalam. Display menghadap ke lensa stereoscopic headset. Karena dengan bantuan layar inilah, pengguna bisa menikmati dunia virtual reality. Selanjutnya, colok ponssel ke dock micro-USB pada bagian kiri dan kunci di tempatnya dengan plastic holder yang ada di kanan.

Sedangkan cara memakai perangkat ini adalah seperti halnya kita memakai kaca mata, namun dengan tali pengikat (strap) agar kita tidak memegangnya terus menerus. Kalaupun Anda memakai kaca mata, bisa tetap dipakai tanpa harus mencopotnya. Sebagai tambahan, di bagian atas terdapat roda fokus yang memudahkan kita untuk mengatur fokus agar menyesuaikan dengan pandangan mata kita.

Secara default, kontrol navigasi dirancang dalam bentuk directional touchpad empat arah yang terletak pada pelipis kanan. Konturnya lebih terasa sehingga lebih mudah digunakan untuk diarahkan. Di atas touchpad sedikit ke kanan, terdapat tombol Back yang memberikan aksesibilitas mudah. Sementara volume rocker terletak di bagian depan.

Untuk mendapatkan user experience lebih impresif, disarankan untuk memasangkan headphone ke telinga. Namun headphone ini tidak disertakan pada paket pembelian Gear VR, sehingga kita bisa memakai yang sudah ada. Jika mau, kita juga bisa memasangkan aksesoris terpisah game controller pad yang dihubungkan via Bluetooth agar bermain game lebih seru.


FITUR
Sebagaimana Google Cardboard yang merupakan perangkat paling dasar untuk mencoba virtual reality, Gear VR ini juga bukan merupakan headset standalone. Dalam arti kita bisa menikmati sensasi virtual tanpa perlu perangkat tambahan lainnya. Gear VR sangat tergantung dengan smartphone sebagai media untuk mengakses seluruh konten. Perangkat wearable ini kompatibel hanya dengan beberapa smartphone flagship terbaru yaitu Samsung Galaxy Note 5, Samsung Galaxy S6, Samsung Galaxy S6 Edge, dan Samsung Galaxy S6 Edge+. Jadi, jika memang Anda tertarik untuk membelinya, pastikan dulu bahwa Anda telah memiliki smartphone tersebut.

Bedanya dengan Cardboard, selain desain dan material yang jauh lebih kokoh, di Gear VR terdapat beberapa hardware sensor tambahan yaitu accelerometer, gyroscope dan proximity. Ketiga sensor tersebut pada dasarnya sudah tersedia juga di smartphone. Namun dengan adanya sensor langsung di headset, berpengaruh pada pengurangan latency dan meningkatkan performa seacara umum.

Begitu ponsel dipasangkan ke dock headset VR dan perangkatnya kita pakai, maka secara otomatis tampilan antarmuka akan menjalankan Oculus Home. Ini adalah portal konten VR yang mana dari sini kita bisa menjalankan berbagai aplikasi, movie, maupun game. Samsung dan Oculus mengklaim saat ini terdapat lebih dari 100 aplikasi dan game berbasis VR dan akan terus bertambah lagi.

Jika memilih untuk menonton film, kita benar-benar serasa seperti di dalam bioskop yang besar. Lengkap dengan kursi yang berderet dan layar bioskopnya yang diberi tirai penutup warna merah yang membuka begitu film dimainkan. Kemudian jika menonton video 360 derajat, kita benar-benar merasa berada di lingkungan itu dengan melihat sekeliling secara penuh baik menengok ke arah sisi samping kanan-kiri, depan-belakang, atas-bawah. Saat bermain game, kita tidak lagi terhalang oleh layar datar sebagaimana pada ponsel atau komputer, tapi terasa benar-benar masuk menjadi pemain di dalamnya. Beberapa game yang bisa dicoba antara lain Land's End, Eve Gunjack, Finding Monsters, Shooting Down 2, Daydream Blue, Tactera, Twisted Realism, Monumen Valley, dan sebagainya.

Sudut pandang satu arah yang bisa tercapai dari Gear VR ini adalah 96%. Tampilannya cukup baik namun masih kurang detail dan tajam. Padahal jajaran ponsel di atas telah memiliki resolusi layar yang sangat bagus untuk saat ini yakni 1440 x 2560 pixel (Quad HD). Mungkin hasilnya akan lebih memuaskan jika nanti Samsung telah mengeluarkan ponsel dengan resolusi 4K UHD karena ukuran ini sesuai dengan resolusi layar bioskop.

Meski terasa nyaman dan asyik, namun ada baiknya kita tidak terlalu berlama-lama memakai headset VR ini. Karena bisa membuat kepala pening berputar-putar. Karena bagaimanapun Anda melihat ke layar yang jaraknya cukup dekat dari mata. Idealnya paling lama setengah jam saja Anda berada di dunia virtual. Biarkan Anda kembali ke dunia nyata dan mata Anda rileks. Selain untuk menjaga mata, pemakaian Gear VR dalam jangka waktu yang lama akan membuat baterai cepat habis dan cepat panas.

KESIMPULAN
Samsung Gear VR adalah perangkat yang paling tepat saat ini untuk menikmati dunia virtual reality lebih maksimal. Perbedaan user experience dibanding Google Cardboard cukup signifikan. Sayangnya, kompatibilitas perangkatnya sangat terbatas hanya pada smartphone high-end Samsung saja. Kendati demikian, harganya yang hanya $99 tergolong sangat terjangkau karena kita akan mendapat pengalaman yang lebih berharga dari sekadar uang yang kita belanjakan untuk membeli perangkat ini.

Read more ...

Senin, 25 Januari 2016

Roket Blue Origin Buka Peluang Traveling ke Luar Angkasa

Berpetualang ke luar angkasa? Selama ini kita hanya bisa berfantasi melalui berbagai film sci-fi seperti di Star Wars dan Star Trek. Namun, mimpi untuk traveling ke antariksa mungkin akan bisa menjadi kenyataan. Adalah Blue Origin, sebuah perusahaan pengembang teknologi luar angkasa yang dimiliki oleh pendiri situs ecommerce Amazon.com Jeff Bezos.

Pada 22 Januari yang lalu  Blue Origin berhasil meluncurkan dan mendaratkan roket suborbital untuk kedua kalinya dalam upaya mengembangkan pendorong yang bisa digunakan lagi. Pengujian pertama adalah pada November 2015 sebagai keberhasilan perdana peluncuran dan pendaratan roket miliknya.

Blue Origin merilis video untuk merayakan keberhasilannya yang mengukir sejarah perjalanan ruang angkasa. Pada uji cobanya, misi roket itu meluncur dari West Texas naik ke langit dan melepaskan kapsul ‘New Shepard’. Setelah naik ke atas 330.000 kaki dan mencapai suborbit, roket kembali ke bumi. Pendaratan roket ini secara vertikal dan itu berlangsung lancar. Kapsul itu kemudian jatuh kembali ke Bumi akibat mesin terbakar yang memperlambatnya. Kapsul itu kemudian mendarat di titik pendaratan sekitar 1,5 meter dari pusat. Menariknya, pendaratan roket New Shepard dilakukan secara horizontal alias berdiri tegak, sama seperti posisi ketika roket itu terbang.

Mereka sebenarnya sudah ingin melakukan uji coba ini pada April lalu, tapi gagal karena sistem hidrolis terganggu. Kemudian mereka memperbaikinya. Untuk mengendalikan pendaratan agar bisa berjalan mulus, Blue Origin membuat sedemikian rupa struktur yang bisa menstabilkan New Shepard di bagian atas bodi. Sirip hidrolik mengarahkannya ke tempat pendaratan, di lokasi yang sama ketika diluncurkan. Mesin roket makin melambat begitu mendekati permukaan tanah. Kemudian 4 kaki untuk mendarat keluar dari roket.
Jeff Bezos mengaku sangat gembira dengan keberhasilan misi tersebut dan ini merupakan hal besar yang selama ini dicari. Bahkan menyebutkan roketnya telah berhasil melampaui apa yang dilakukan SpaceX, roket besutan Elan Musk yang sekaligus pemilik mobil sport elektrik Tesla. Karena menurutnya, bagian tersulit dari pendaratan vertikal dan kemampuan penggunaan roket lagi adalah saat pendaratan akhir. Nah, Blue Origin telah berhasil melalukan proses itu dengan mulus.

Pendaratan secara vertikal memang menjadi salah satu tujuan utama uji coba Blue Origin. Sebab, jika roket bisa terbang dan mendarat dengan selamat, itu bakal merevolusi dunia penerbangan luar angkasa. Kesuksesan misi roket Blue Origin ini digadang-gadang akan membuka misi penerbangan ke antariksa secara signifikan terutama dari segi biaya peluncuran. Karena setiap peluncuran misi ke antariksa tak harus menggunakan roket baru seperti yang selama ini biasa terjadi, tapi tetap bisa menggunakan roket yang sudah ada (reusable). Roket bisa dipakai hingga berkali-kali.

Sebagai kendaraan luar angkasa, roket ini dirancang agar mampu memuat hingga enam orang untuk penerbangan sub-orbital sekitar 100 kilometer ke atas. Para penumpang akan mengapung ringan selama empat menit dengan akses pemandangan Bumi dari ketinggian. Roket reusable bisa menjadi solusi perjalanan luar angkasa yang murah. Walau mungkin tidak murah-murah amat jika dibandingkan dengan ketika kita membeli tiket pesawat. Tapi sensasi yang bakal diperoleh pasti jauh lebih berharga dari sekadar uang yang dikeluarkan. Sebuah petualangan yang benar-benar menakjubkan dan tentunya tak akan terlupakan seumur hidup.

Nah, kapan kita bisa mencobanya? Sabar dulu. Jeff mengatakan pihaknya akan melakukan banyak uji coba sebelum siap untuk mengangkut manusia di dalamnya. Blue Origin akan melakukan berbagai penerbangan yang menantang. Harapannya beberapa tahun dari sekarang, bisa memasukkan manusia di New Shepard dan membawanya ke angkasa.





Read more ...

Kamis, 31 Desember 2015

Tips Agar Foto Instagram Kamu Makin Keren

Tak bisa dimungkiri, Instagram kini telah menjadi layanan media sosial yang sangat diminati oleh para netizen. Bahkan popularitasnya telah menggeser Twitter yang lebih dulu eksis. Padahal Instagram hanya berbasis layanan berbagi foto dan video pendek. Ternyata, justru di sinilah keunggulannya. Karena secara naluri, kebanyakan orang lebih menyukai pesan yang berbentuk visual daripada sekadar teks.

Karena semakin ramainya Instagram, maka kualitas fotonya pun bisa beragam dari yang berkualitas tinggi hingga ala kadarnya. Padahal untuk mendapat perhatian lebih dari followers, foto yang biasa-biasa saja tidak akan mencukupi. Kecuali jika Anda adalah seorang selebritis yang memang sudah memiliki basis fans banyak. Sehingga segala aktivitas ingin selalu diketahui.

Nah, bagaimana agar hasil foto-foto yang kita share di Instagram itu bagus? Pada dasarnya sama dengan kaidah yang berlaku di fotografi. Namun, kita bisa mencoba beberapa best practices yang sudah diterapkan oleh beberapa fotografer yang dikenal “seleb” atau memiliki follower banyak. Pengelola Instagram melakukan wawancara dengan beberapa akun terkemuka dan memuatnya di blog resmi. Berikut ini beberapa tips yang bisa menjadi inspirasi kita untuk meningkatkan kualitas foto fantastis.

Belajar Melihat Sesuatu dengan Cara Berbeda


Kita selama ini melihat sekeliling lingkungan mungkin dari dalam bus, kereta, atau sambil berjalan. Segala sesuatunya seolah terlihat sama dan biasa saja. Padahal dengan eksperimen, kita bisa mengolahnya sehingga terlihat berbeda. Contohnya seperti yang dilakukan oleh Paul Octaviaous, fotografer asal Chicago yang memiliki lebih dari 500 ribu pengikut. Ia sering melakukan eksperimen. Misalnya dengan mengambil foto dari obyek yang sama beberapa kali. “Bagi saya, memotret hal yang sama dari waktu ke waktu membantu saya berkembang sebagai fotografer. Karena membantu saya belajar dan mulai melihat hal-hal yang berbeda,” kata Paul.

Cari Simetris


Setiap fotografer memiliki kecenderungan yang berbeda-beda mengenai gaya berfoto. Pei Ketron, fotografer yang tinggal di San Francisco ini tertarik dengan segala yang simetris. Ketertarikannya bermula ketika membaca buku-buku seni milik ayahnya. Ia terpesona dengan konsep titik hilang dan menyadari dirinya senang untuk mencari garis-garis dan perspektif kemanapun pergi. “Di setiap kota besar, Anda akan melihat sebagian besar garis yang hadir dalam arsitektur di sekeliling Anda. Setelah mengetahui sebuah garis, Andapun melihat semua simetri yang menyertainya. Sebuah gambar yang selaras dan simetris secara sempurna akan terasa seimbang dan tepat.”

Pemilik akun pketron yang memiliki lebih dari 860 ribu follower ini mengungapkan cara untuk memotret foto dengan pemandangan simetri, kita harus memusatkan diri. Pastikan semua baris terlihat lurus dengan sempurna, terutama ketika mau di-crop menjadi kotak.

Photo Walk



Philip Park (@komeda) adalah fotografer yang tinggal di Korea dan kini memiliki lebih dari 342 ribu follower. Awal mula ketertarikannya pada dunia fotografi adalah saat dokter menyuruhnya untuk lebih banyak melakukan aktivitas olahraga. Ia melakukan “photo walk”, berjalan kaki sambil memotret sebagai pengganti waktu gym dan mendapatkan beberapa gambar menakjubkan di lingkungannya. "Meski tidak memiliki banyak waktu secara khusus untuk hunting foto karena kesibukan, namun tiap hari saya berangkat di jalan tepi sungai, dan tempat kerja saya terletak di dekat tempat-tempat indah, seperti sungai, istana, taman kota, dan tempat-tempat lain. Sebagian besar foto-foto saya ambil saat makan siang atau dalam perjalanan rumah, dan kadang-kadang saya melewatkan gym untuk photo walk."

Self-Portrait, Bukan Selfie

Sebagai fotografer sekaligus videographer freelance, Martin Reisch (@safesolvent) selalu memanfaatkan pekerjaannya untuk traveling ke berbagai tempat dan melakukan eksplorasi. Ia secara konstan mencari lokasi baru untuk pemotretan pada berbagai proyek. Ternyata, ia mengandalkan iPhone sebagai perangkat pendukung pekerjaannya.

Alih-alih selfie seperti yang dilakukan oleh kebanyakan orang, Martin lebih memilih self-portrait. Ia mulai membingkai dan menyusun gambar. Menyetel timer 15 detik dan berjalan untuk berpose. Terkadang ia bereksperimen dengan memotret dirinya sejauh mungkin dari kamera. Maka yang dilakukan adalah dengan menyetel timer 30 detik pada aplikasi Camera+, kemudian berlari secepat mungkin hingga mencapai tanda yang telah ditentuian. Untuk mendukung self-portrait, Martin paling suka membawa aksesoris Gorillapod karena memungkinkan untuk memasangkan ponsel ke pohon, tepian, dan apa saja yang bisa ditempelkan. Foto self-portrait menurutnya lebih dari sekedar untuk ditunjukan sebagai ide kepada klien potensial, tetapi merupakan konsep tematik dari waktu ke waktu. Dan menjadikan diri sendiri berada di dalamnya sebagai obyek self-portrait membuat foto menjadi terlihat unik.

Fokus pada komposisi


Komposisi adalah hal mutlak bagi fotografer. Kunci untuk mendapatkan foto yang menyenangkan mata. Hal ini pula yang dipercaya oleh Dan Cole (@dankhole) yang memiliki lebih dari 450 ribu follower. “Saya menghargai komposisi, dan saran saya kepada semua adalah untuk memperhatikan rule of third (aturan pertiga). Saya percaya sesuatu yang inheren itu menyenangkan bagi otak manusia, ketika elemen selaras dengan pertiga. Saya juga merekomendasikan untuk meluruskan foto, karena akan membantu pijakan elemen dan memperkuat hasil foto.”

Mengambil Foto Berkali-kali


Kelebihan kamera digital adalah kita bisa mengambil foto berkali-kali tanpa takut untuk kehabisan film sebagaimana di kamera analog. Terlebih jika memori internal dan eksternal yang dimiliki cukup lapang, maka bisa mengambil foto sebanyak-banyaknya saat sedang memotret. Anthony Danielle, pemilik akun Takingyerphoto mengungkapkan bisa mengambil 30 sampai 50 foto dalam 90 menit saat sedang giat memotret terutama memotret candid. Setelah itu, tiba waktunya untuk menyeleksi. Dari sekian banyak foto, hanya sekitar 4 atau 5 yang dianggap layak tayang dan bangga untuk dipamerkan di Instagram. Foto candid memang sangat mengandalkan momen. Sehingga memotret berkali-kali adalah pilihan. Namun jika sudah terbiasa, maka semakin lama akan mendapatkan style yang terbaik tanpa harus mengambil banyak gambar.

Read more ...

Kamis, 22 Oktober 2015

Twitter Poll, Fitur Jajak Pendapat Instant Ala Twitter

Berbagai laporan menunjukkan popularitas Twitter yang menurun. Terutama banyak yang membandingkan dengan layanan berbagi foto Instagram yang justru meroket. Sebagai perusahaan teknologi, terus melakukan inovasi memang menjadi suatu keniscayaan jika tidak ingin tergerus popularitasnya. Hal itu juga yang dilakukan Twitter agar penggunanya betah berlama-lama di dalamnya dan tidak cepat bosan. Salah satu inovasinya, hari ini perusahaan media sosial yang berkantor pusat di San Francisco, AS tersebut meluncurkan layanan terbarunya Twitter Poll.
Todd Sherman, Product Manager Twitter dalam tulisannya di blog resmi perusahaan mengungkapkan pihaknya sangat excited mengumumkan bahwa sebentar lagi semua pengguna dapat membuat polling (jajak pendapat) sendiri berkat fitur Twitter Poll. Hanya dengan beberapa klik, kita dapat meminta pengguna lain untuk melakukan pemungutan suara tentang berbagai hal.
Apa kegunaan dari Twitter Poll? Banyak sekali. Kita bisa mendapatkan opini publik mengenai berbagai hal dari yang remeh temeh hingga yang serius. Seperti binatang kesayangan, prediksi pemenang pertandingan, ataupun isu politik yang sedang hangat.
Twitter sebagai tempat kerumunan yang selalu dikunjungi pengguna setiap saat, tentu menjadi salah satu medium yang efektif untuk menggelar jajak pendapat atau polling. Menurut Todd, bagi pembuat polling ini merupakan cara baru untuk berinteraksi dengan pengguna Twitter yang lebih luas serta memahami pemikiran mereka. Sedangkan bagi pemilih, ini adalah cara termudah untuk membuat suara mereka terdengar.
Sebelum Twitter Poll ini diperkenalkan, cara pengguna untuk melakukan jajak pendapat sedikit rumit yakni hanya memanfaatkan fitur yang ada saat itu. Misalnya dengan membuat tweet pertanyaan, kemudian kita melacaknya dari reply atau mention. Bisa juga dengan membuat tagar tertentu seperti kebanyakan kuis media sosial yang ada saat ini. Bisa juga meminta follower untuk memilih favorit atau retweet untuk memilih. Dengan Twitter Poll, tak perlu lagi seperti itu.
Meski fitur Twitter Poll diumumkan hari ini, namun sebagian besar pengguna belum bisa langsung mencobanya. Twitter Poll akan segera tersedia di sistem operasi iOS, Android, dan juga dekstop di twitter.com dalam beberapa hari ke depan.
Beruntung, saya mendapat kesempatan dari Twitter Indonesia untuk menjadi salah satu pengguna Twitter di Indonesia yang pertama kali mencicipi fitur jajak pendapat ini. Begitu mengakses Twitter dan akan menulis status, ada menu baru yakni tombol Poll di sebelah kanan menu kamera.
Kita dapat menciptakan jajak pendapat dengan hanya dua pilihan saja, langsung dari kotakcompose tweet. Pengguna lain dapat berpartisipasi selama 24 jam berikutnya. Dengan Twitter Poll ini, kita dapat berpartisipasi dalam jajak pendapat manapun, dan pilihan kita tidak akan terlihat secara publik. Karena yang tampil setelah memilih adalah persentase pilihan, jumlah voters dan sisa waktu jajak pendapat.
Menurut saya, Twitter Poll ini fitur yang sangat menarik. Peneliti atau mahasiswa yang melakukan riset bisa mengadakan survei dengan cepat dan mudah. Para pelaku seni atau selebritis bisa mengetahui reaksi fans terhadap karyanya. Begitupun pelaku industri yang ingin memperoleh insight dari konsumen, dan sebagainya. Namun, apakah kehadiran Twitter Poll ini akan sanggup meningkatkan traffik layanan mikroblog ini menjadi semakin kencang? Tentu Twitter harus bekerja lebih keras lagi menggunakan berbagai strateginya.
Read more ...
Designed By Blogger Templates