Article

Minggu, 31 Mei 2015

Berkunjung ke Kantor Ice House, Mimpi Wujudkan The Next Sillicon Valley di Jakarta

Suasana kantor Ice House (Foto: http://creationcatalogue.com)
Beberapa waktu yang lalu, ada email masuk dari PR Agency yang menawarkan saya untuk bertemu dengan CEO Ice House. Setelah melihat profil singkat startup aplikasi mobile ini, saya pun mengiyakan tawaran tersebut. Sesuai dengan tanggal yang disepakati, saya pun meluncur ke kantor Ice House yang terletak di Graha Tirtadi Jalan Senopati, Jakarta Selatan.
Saya agak terlambat sampai lokasi, meski di sisi lain beruntung juga karena tokoh yang mau saya temui terlihat masih sibuk melakukan rapat koordinasi dengan timnya. Dialah Lars Oleson yang sejak April 2015, lulusan teknik elektro MIT ini dipercaya menakhodai perusahaan rintisan (startup) Ice House sebagai Chief Executive Officer (CEO). Pria jangkung ini bergabung di Ice House pada Agustus 2013 sebagai COO. Ice House sendiri baru berdiri setahun sebelumnya, yakni Oktober 2012 di bawah naungan kepemilikan Pacific Technology Partners.
Setelah rapat usai, Lars Oleson menemui saya sembari bercerita seputar perusahaannya. Lars mengatakan bahwa Ice House berdiri diawali dengan tujuan untuk membangun tim software berkelas dunia. Sehingga bisa membuat aplikasi mobile berkualitas tinggi. Untuk itu pihaknya terus berupaya mencari dan mengembangkan bakat-bakat anak muda Indonesia terbaik sebagai designers, software engineers, architects dan quality analysts untuk dilatih seperti di Silicon Valley dan menjadi berwawasan global. “Kami membuat aplikasi mobile yang menarik dengan solusi cloud cerdas. Kami memiliki keahlian dalam geofencing, pengenalan gambar canggih, Bleutooth beacon, identifikasi nasabah dan analisis canggih,” ujar pria yang pernah berkarir di sejumlah perusahaan teknologi yaitu Symantec, Oracle, iolo, Sun Microsystem.
Selain kantor pusat yang berlokasi di Jakarta, perusahaan ini juga memiliki kantor di kawasan teknologi Silicon Valley, California, Amerika Serikat serta dua negara lain yaitu Singapura dan Australia. “Keberadaan kantor kami di Silicon Valley memberi keuntungan karena bisa transfer berbagai teknologi terbaru dengan cepat kepada talenta yang ada di Jakarta, sehingga kami bisa memiliki tim yang siap berkompetisi di pasar global,” jelasnya.
Untuk itu, suasana kantornya pun didesain agar menyerupai konsep di Silicon Valley. Kantor dibagi menjadi dua ruangan utama, yakni ruangan yang serius dan ceria untuk menciptakan keseimbangan. Jika karyawan membutuhkan suasana kerja yang tenang dan serius tinggal menuju ke ruangan satu yang hanya berisi meja komputer. Sedangkan jika ingin refreshing atau membutuhkan suasana kerja yang fun berada di ruangan satunya lagi yang terdapat banyak permainan.
Lars mengungkapkan saat ini Ice House memiliki total 70 karyawan, di mana sebanyak 60 orang berkantor di Jakarta dan sisanya terbagi di tiga negara tersebut. Dengan banyaknya proyek besar dan pengembangan sistem cloud mobile, pihaknya berharap bisa memiliki lebih dari 300 karyawan di tahun 2016. Saat ini startup yang lebih memilih model B2B (Business to Business) tersebut telah memiliki banyak klien. Beberapa diantaranya adalah aplikasi travel Wego, aplikasi musik Guvera, aplikasi film Star Into Darkness bersama Paramount Pictures, aplikasi enterprise market Footprints MD, aplikasi Pacific Place Mall berteknologi Bluetooth Beacon, dan sebagainya. Ice House juga didukung oleh beberapa partner dalam bidang teknologi yakni Qualcomm, Layer, Parse &Others sehingga mengklaim dapat selalu memberikan inovasi teknologi yang terdepan bagi setiap klien.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang sangat potensial. Dan mendirikan perusahaan teknologi di sini adalah pilihan yang strategis. Lars membandingkan dengan California yang biayanya sangat mahal jika ingin membuat tim mobile software berskala besar. Intinya, Silicon Valley bukan tempat yang bagus untuk membuat perusahaan baru (startup) karena biaya yang sangat mahal. Sementara Brussel adalah pasar yang bagus, namun negaranya jauh lebih kecil jika dibandingkan Indonesia. Begitupun dengan India yang sangat potensial dan memiliki banyak sumber talenta berkualitas, namun sudah banyak pemainnya di sana. Sementara itu Indonesia jika dilihat dari makro ekonomi, ketersediaan tenaga kerja, dan potensi pertumbuhan, secara fundamental negara ini sangat kuat.
Read more ...

Senin, 09 Maret 2015

Menyambut Lahirnya Generasi Terbaik: Samsung GALAXY S6 & GALAXY S6 edge

"Tomorrow, metals will flow, beauty will be powerful, borders will disappear, reflections will be free, colors will life, The future will be the present." 

JK Shin memperkenalkan Samsung Galaxy S6 dan S6 edge (Foto: theverge.com)


Ratusan pengunjung sudah memenuhi ruangan besar dengan set panggung yang megah. Menambah kesan dramatis, layar raksasa terpampang di depan penonton dengan horizon yang luas. Dibarengi dengan dentuman suara yang menggelegar, memberikan sensasi visual yang mengesankan. Lampu dimatikan, ruangan menjadi gelap gulita. Kemudian pada layar tampil video dengan kilasan lekuk-lekuk yang menghilang. Selanjutnya berganti pancaran cahaya yang kian membesar dan pecah. Terdengar suara wanita memberikan narasi dari ilustrasi video yang muncul. "Tomorrow, metals will flow, beauty will be powerful, borders will disappear, reflections will be free, colors will life, The future will be the present."

Inilah dimulainya ajang "Samsung Global Unpacked 2015" yang digelar bersamaan dengan pameran tahunan Mobile World Congress 2015 di Barcelona pada 2 Maret 2015 yang lalu. Karena tidak menyaksikan secara langsung perhelatan tersebut di lokasi, saya menonton melalui live streaming di akun YouTube Samsung Mobile untuk mendapatkan ambience yang kurang lebih sama.

Tidak berapa lama, muncul sosok wanita paruh baya yang terlihat anggun. Wanita bernama Younghee Lee yang menjabat sebagai Head of Global Marketing IT & Mobile Division Samsung Electronics memberikan pembukaan singkat sembari memanggil ke atas panggung CEO JK Shin. Dialah bintang di acara ini. Kehadirannya layak ditunggu sebagai orang nomor satu yang menakhodai Samsung Electronics untuk produk mobile dan IT. JK Shin memasuki panggung dengan tenang dan percaya diri, kharisma seorang pemimpin yang terpancar.

"Ini adalah hari yang sangat menyenangkan. Tidak ada lagi rumor internet," ujarnya dengan sedikit bercanda membuka pengantarnya. Selanjutnya, dia mengatakan bahwa hari ini Samsung mengumumkan "What's Next". Produk ini sebagai hasil dari filosofi simpel yang membawa Samsung menjadi pemimpin smartphone di dunia, yaitu relentless innovation. Inovasi tiada henti.

"Saya mungkin bukan public speaker yang hebat, karena bahasa pertama saya adalah engineering," kata JK Shin melanjutkan keynote speech-nya. Sebuah kutipan yang sangat keren dari eksekutif teknologi. Terkesan humble, namun powerful. Selanjutnya, JK Shin bercerita kalau suatu perusahaan ada yang memposisikan diri dengan mengunggulkan desain, yang lain melalui kepraktisan. Padahal orang-orang menginginkan keduanya.

Karena itu, target produk yang akan dirilis ini adalah menghadirkan smartphone tercantik dalam sejarah Samsung dan yang paling canggih di dunia. Kemudian, lahirlah produk yang paling ditunggu-tunggu: Samsung GALAXY S6. Berbeda dengan sebelumnya, seri flagship S Series ini hadir dengan dua varian sekaligus yakni S6 dan S6 edge. Perbedaannya adalah S6 memiliki layar datar, sedangkan S6 Edge memiliki layar dengan dua sisi yang melengkung seperti evolusi dari Note Edge.


"Ini adalah smartphone paling canggih di dunia, dengan kemampuan yang tidak bisa ditandingi ponsel lain," ujar JK Shin berpromosi. Setiap lahirnya generasi baru S Series, masyarakat memang selalu menunggu kejutan atau fitur baru apa yang menjadi keunggulannya. Karena persepsi publik yang buruk terhadap produk memberi dampak yang sangat besar bagi perusahaan. Tragedi ini terjadi persis di generasi sebelumnya, Samsung Galaxy S5.

Flagship yang dirilis tahun 2014 ini dianggap publik mengecewakan karena tidak banyak hal baru yang dibawa. Fiturnya tetap melimpah, namun dibungkus dengan desain body yang monoton dan membosankan. Hasilnya? Mengutip berita dari Tribunnews, menurut Samsung dalam tiga bulan semenjak diluncurkan pada April 2014 lalu, penjualan Galaxy S5 lebih rendah 40 persen dibanding target yang dipatok. Samsung berhasil menjual 12 juta unit Galaxy S5 dalam tiga bulan pertamanya sejak diluncurkan. Dibandingkan dengan pendahulunya, Galaxy S4, Samsung berhasil menjual 16 juta unit dalam tiga bulan pertamanya. Profitnya pun menurun sebesar 74 persen di kuartal tiga 2014 dibanding periode yang sama tahun lalu.

Hal itu diakui sendiri oleh JK Shin dalam pernyataannya,"Setelah mendengarkan apa yang diinginkan oleh konsumen serta belajar dari kesuksesan maupun kesalahan, kami terus berusaha mendesak ke depan teknologi dan ide baru." Samsung rupanya cepat belajar dan tidak ingin mengulang kegagalan di masa lalu. Mereka melakukan banyak pengembangan baik dari aspek teknis maupun desain.


Kedua smartphone ini diklaim menciptakan standar baru pada desain, pembuatan dan performa. Merupakan perpaduan materi premium yang dilengkapi dengan teknologi mutakhir Samsung, menawarkan pengalaman mobile terkini bagi pengguna smartphone. Seperti apa sejatinya smartphone S Series generasi keenam ini? Baiklah, mari kita kupas satu per satu.

Desain Premium
Dibuat dengan penuh kehati-hatian dari bahan metal dan kaca, Galaxy S6 dan Galaxy S6 edge merupakan perpaduan desain penuh makna dan kuatnya fitur. Terutama pada Galaxy S6 edge yang menunjukkan keunikan dan keindahan sekaligus berfungsi sebagai pegangan yang kuat. Kita disuguhi pengalaman melihat tampilan yang immersive dengan tampilan melengkung pada kedua sisi. Jika seri Galaxy Note Edge hanya melengkung di satu sisi, maka S6 Edge ini merupakan smartphone melengkung pada kedua sisi yang pertama.


Kali ini, Samsung terlihat memperhatikan detail finishing sehingga tercipta desain yang memenuhi unsur estetika. Tak hanya fungsional, namun juga menunjukkan kelasnya sebagai smartphone premium yang mewah. "Design with purpose." Begitu JK Shin menyebutnya. Terutama pada S6 edge, proses pembuatannya sangat rumit. Dibutuhkan 800 derajat Celcius hanya untuk membentuk kurva kaca pada perangkat dual curved ini.

Sementara itu pada rangkanya, memakai logam khusus yang diklaim 5% lebih kuat dari logam di smartphone lain. Sembari menyingung pesaingnya yaitu iPhone 6 yang pernah mengalami masalah kekuatan, JK Shin menyatakan ponsel ini kuat sehingga tidak akan bisa bengkok. Pada bagian kaca juga diperkuat dengan lapisan Corning Gorilla Glass 4 yang dikenal sangat tangguh.


Kamera Berkualitas
Sektor fotografi juga menjadi fitur yang diunggulkan. Galaxy S6 dan Galaxy S6 edge dilengkapi kamera front dan rear yang tajam, handal dan cepat. Dengan lensa F1.9 dan sensor beresolusi tinggi pada kamera depan (5MP) dan rear (16 MP) memberikan tampilan gambar superior berkualitas tinggi yang sanggup memotret di berbagai kondisi cahaya. Dengan tambahan Auto Real-time High Dynamic Range (HDR), Smart Optical Image Stabilization (OIS) dan IR Detect White Balance memberikan sensitifitas  ringan dan mutakhir beserta solusi kamera. Selain itu fitur "Quick Launch" memberikan akses langsung dan cepat ke kamera dari layar. Butuh waktu sekitar 0,7 detik hanya dengan double click pada layar utama. Kamera canggih ini membuat pengguna dapat mengabadikan pengalaman personal dan berharga dengan kualita tanpa kompromi, kapan saja dan di mana saja.


Charging Baterai Cepat dan Tanpa Kabel
Walaupun memiliki peran strategis, namun baterai selama ini seperti anak tiri karena perkembangan teknologinya yang lamban. Padahal baterai menjadi momok pengguna. Tak sedikit yang mengeluh daya tahan baterai yang cepat habis, namun proses charging yang membutuhkan waktu lama. Tak heran jika sering kita jumpai, banyak pengguna yang membawa aksesoris power bank untuk memberi nyawa tambahan bagi ponsel.

Samsung mencoba lebih perhatian pada baterai dengan melakukan terobosan yang diklaim menetapkan standar baru di industri dalam pengisian nirkabel universal. Mereka menggunakan teknologi WPC dan PMA wireless charging bersertifikat pada Galaxy S6 dan Galaxy S6 edge. Perangkat ini bekerja dengan pad nirkabel yang tersedia di pasar yang mendukung WPC dan PMA standar. Selain itu, pengisian baterai dapat dilakukan dengan sangat cepat, 1,5 kali lebih cepat dari Galaxy S5, dan mampu menyediakan kurang lebih 4 jam waktu pemakaian hanya dengan 10 menit pengisian baterai.

Dapur Pacu Powerful
Keduanya memiliki dapur pacu powerful dengan memakai prosesor mobile 14nm platform 64-bit yang diklaim pertama di dunia. Kedua produk menggunakan prosesor octa-core Exynos 7 dengan RAM 3 GB. Mampu memberikan kinerja lebih tinggi dengan konsumsi daya yang rendah. Kecepatan memorinya ditingkatkan dengan memakai LPDDR4 dan UFS 2.0 flash memory.

Di tingkat permukaan, layarnya 5,1 inchi resolusi Quad HD dengan teknologi Super AMOLED 5.1 inci yang menyediakan kepadatan pixel tertinggi sebesar 577ppi. Meningkatkan visibilitas di luar ruangan dengan tampilan lebih cerah (600cd / mm) yang menyajikan pengalaman konten lebih memukau. Untuk memperkuat kemampuan, hardware-nya berbasis codec  1440p / VP9 sehingga kita bisa menikmati streaming video resolusi tinggi dengan daya yang lebih kecil.


Peningkatan Keamanan
Keamanan juga menjadi prioritas pengembangan. Duo Galaxy S6 ini dirakit menggunakan Samsung Knox. Platform besutan Samsung ini diklaim menawarkan fitur keamanan berkelas untuk memberikan perlindungan real-time dari potensi serangan berbahaya. Samsung Knox lebih cocok dimanfaatkan oleh pengguna yang merupakan karyawan dari perusahaan besar. Karena tetap bisa mengakses data perusahaan secar aman, sembari tetap menggunakannya untuk kebutuhan personal. Selain itu, terdapat fitur Find My Mobile akan mengamankan perangkat yang hilang dan melindungi informasi pribadi melalui sejumlah layanan, diantaranya dengan pengendalian jarak jauh baru "Reactivation lock." Dengan jenis pemindai sidik jari yang ditingkatkan, fitur ini juga menyediakan otentikasi cepat dan menyimpan data enkripsi dalam perangkat dengan aman.

Ketersediaan
Galaxy S6 dan Galaxy S6 edge akan tersedia secara global mulai dari April 10, 2015 dengan pilihan penyimpanan 32/64/128GB tersedia dalam pilihan warna White Pearl, Black Sapphire, Gold Platinum, Blue Topaz (Galaxy S6 saja) dan Green Emerald (hanya Galaxy S6 edge).

Nah, bagaimana dengan lahirnya generasi baru ini? Sejauh ini, dari komentar yang saya baca di berbagai media dan situs teknologi, penerimannya sangat baik. Samsung telah membuka preorder di pasar tertentu di Eropa dan Amerika. Di Belanda, Galaxy S6 ditawarkan dengan harga 700 euro dan 850 euro untuk Galaxy S6 edge. Sedangkan di Amerika Serikat, Galaxy S6 akan dijual seharga US$ 700 dan 699 euro di Jerman.
Samsung patut berbangga dengan kedua smartphone terbarunya. Karena mereka berhasil memecahkan rekor total 20 juta unit dari Samsung Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge telah dipesan (preorder).

Kerja kerasnya selama berbulan-bulan untuk membangun smartphone yang spektakuler ini, akhirnya terbayar sudah. Tanpa ragu lagi, inilah generasi terbarik dari keluarga Samsung Galaxy S yang diprediksi bakal sukses besar di tahun ini. Masyarakat Indonesia pun pasti sangat menunggu ketersediaan kedua produk keren ini. Dan saya sudah tak sabar untuk segera mencicipinya.

Read more ...

Senin, 02 Maret 2015

Review Smartphone Berbasis Android One Mito Impact A10

Smartphone berbasis Android sudah semakin merebak. Namun dengan begitu banyaknya merek yang kualitas, spesifikasi dan fiturnya pun beragam, konsumen mungkin akan kesulitan memilih. Untuk menghadirkan smartphone berkualitas dengan harga terjangkau, Google membuat inisiatif proyek Android One. Tetapi karena raksasa mesin pencari ini bukan pabrikan ponsel, kemudian menggandeng sejumlah mitra khususnya di negara berkembang sesuai target proyek ini. Di Indonesia, Google menggandeng tiga vendor lokal terkemuka yakni Mito, Evercoss dan Nexian.

Google yang membuat standard dengan menentukan spesifikasi hardware, software hingga desain. Hal ini memastikan kinerja ponsel yang handal sesuai standard perusahaan teknologi tersebut. Selain itu, untuk menyajikan pengalaman memakai perangkat Android yang sebenarnya. Intinya, smartphone tersebut harus nyaman dipakai, handal dan murah.

Saya berkesempatan untuk mencicipi salah satu perangkat Android One yaitu Mito Impact A10. Smartphone yang dijual di toko online Blibli.com ini menuai respon  bagus dari pasar dengan terjual lebih dari 5.000 unit. Smartphone ini hadir sesuai dengan desain stylish yang dilengkapi dengan sejumlah fitur canggih. Berikut ini review Mito Impact Android One.

DESAIN
Smartphone ini hadir dengan desain yang stylish dan ergonomis. Meski dibanderol dengan harga sangat murah, namun kualitas desainnya cukup bagus Terlihat berkelas dengan finishing yang cukup bagus. Ponsel ini memiliki dimensi 132 x 67 x 8.9 mm yang cukup tipis dan ringan, nyaman dalam genggaman.

Bagian depan terlihat bersih tanpa ada satupun tombol. Layar berukuran 4,5 inchi mendominasi bagian muka, dengan menyisakan sedikit ruang di bagian atas untuk kamera depan dan bagian bawah yang tidak ada fungsi apapun. Jika melihat bagian bawah yang kosong, seharusnya ukuran layar bisa dibuat lebih besar lagi, atau body dibuat lebih ramping. Namun ini bukan sesuatu yang krusial. Karena ponsel murah, maka casing penutup baterai hanya berbahan plastik. Untungnya finishing cukup baik sehingga tidak terkesan murahan.

LAYAR
Smartphone memakai layar 4,5 inchi berteknologi In-Plane Switching. Ukuran yang sangat pas untuk pengguna, karena tidak terlalu besar namun juga tidak terlalu kecil. Enak dipakai untuk browsing, baca email, menonton video YouTube hingga mengetik di layar virtual yang responsif. Resolusinya 854 x 480 yang terbilang sudah mencukupi. Ukuran resolusi standard ini membuat CPU dan GPU bekerja lebih ringan, tanpa mengurangi kualitas gambar karena memiliki tingkat kepadatan layar (density) 218 ppi.

ANDROID 5.1 LOLLIPOP
Berbeda dengan kebanyakan smartphone Android di pasaran yang update sistemnya bergantung pada pengembangan dari sisi vendor, ponsel ini akan selalu up-to-date karena berbasis Android One. Jika ada versi terbaru Android, maka smartphone ini mendapat prioritas sebagai yang pertama memperolehnya.
Belum lama ini Google merilis versi terbaru dan tercepat Android 5.1 Lollipop. Di saat, smartphone lain masih menunggu jatah update yang masih belum tahu waktunya, Mito Impact sudah bisa mencicipi lezatnya Lollipop.

Android 5.1 Lollipop menawarkan performa yang dua kali lebih baik dibanding versi sebelumnya (Android 5.0) dan empat kali lebih cepat dibanding Android KitKat. Hal ini akan terasa begitu Anda mengaktifkan ponsel dan memasuki homescreen. Perpindahan antar menu terasa smooth.
Ciri khas Android 5.1 Lollipop adalah hadir dengan antarmuka material design yang lebih simpel dan modern. Desain terlihat lebih berani, warna-warni, dan responsif dengan pengalaman yang intuitif dan konsisten.
Seluruh aplikasi dan layanan Google favorit Anda secara default sudah terinstall di sini. Semua bisa diakses dengan semudah sentuhan jari. Berpindah antar aplikasi pun sangat mudah dengan hanya menekan tombol virtual Multi Tasking berbentuk kotak persegi di kanan bawah.

Pada sektor keamanan, tingkat keamanan pada Android 5.1 Lollipop semakin ditingkatkan secara detail. Misalnya saja saat teman Anda ingin meminjam perangkat untuk browsing atau menonton YouTube, pengguna pun dapat melakukan penguncian aplikasi dengan Screen Pinning sehingga tidak ada aplikasi lain yang dapat dibuka oleh temannya.

Beberapa aplikasi built-in antara lain Google Chrome, Google Maps, Google Photos, Google Translate, Maps, FM Radio, Email, Play Store, YouTube, Kamera, dan sebagainya. Anda bisa mengunduh lebih banyak lagi aplikasi dan game melalui Play Store yang membuat ponsel lebih powerful.

KAMERA
Bagi penggemar fotografi, MITO IMPACT akan memanjakan Anda dengan segudang fitur. Ponsel canggih ini dibekali dengan dua buah kamera berkualitas tinggi, masing-masing adalah 5MP untuk rear camera yang disertai Flash Light dan 2 MP untuk front camera.

Untuk memotret, terdapat aplikasi Google Kamera yang mampu menangkap foto dan video dengan cepat dan mudah. Serta memanfaakan kemampuan komputasi perangkat Android dengan fitur perbaikan gambar seperti HDR, Lens Blur, Wide Angle, Panorama, dan Foto 360°.

Antarmuka terlihat simpel dan intuitif sehingga Anda bisa lebih fokus untuk memotret dan menghasilkan foto yang berkualitas. Untuk memotret lebih kreatif, Anda bisa menggunakan beberapa fitur seperti Lens Blur yang bisa memanipulasi kedalaman (depth of field) agar berfokus pada subyek di latar depan dan mengaburkan latar belakang atau lebih populer disebut efek bokeh. Hasil foto terlihat lebih memikat, bagus untuk foto portrait atau narsis.

Fitur selanjutnya yang perlu Anda coba adalah HDR. Dengan mengaktifkan setelah High Dynamic Range ini, tampilan foto terlihat lebih cerah di semua area. Karena menggabungkan beberapa frame foto dari exposure tinggi, rendah dan normal ke dalam satu foto. Yang tak kalah menarik adalah fitur panorama yang membuat rangkaian foto pemandangan dengan wide angle (landscape) terlihat lebih keren saat Anda traveling. Begitupun dengan Photo Sphere yang memungkinkan untuk membuat foto unik hingga 360° yang menakjubkan. Selesai memotret, kita bisa melihat hasil karya melalui aplikasi Photos. Ubah foto agar tampak lebih hidup dengan Auto Awesome, yang juga bisa membuat animasi.
Hasil Foto:
outdoor 1

hdr 
MULTIMEDIA
Bagi yang sehari-harinya tidak lepas dari musik, MITO IMPACT Android One adalah smartphone yang tepat untuk Anda. Terdapat sejumlah fitur yang siap menghibur Anda mulai dari Play Music, FM Radio, Games, dan tentu saja YouTube. Aplikasi pemutar musik sanggup memainkan aneka format seperti MP3, OGG, FLAC, AAC, dan WMA. Ketika mendengarkan lagu-lagu favorit dari Play Music, suara yang keluar dari speaker terdengar keras dan jernih. Siaran radio kesayangan juga bisa direkam sehingga bisa diputar kapan saja.

Menikmati video streaming YouTube kini semakin mudah dengan MITO IMPACT. Sebuah fitur baru dari YouTube memungkinkan Anda untuk menyimpan video YouTube ke dalam telepon dan menontonnya nanti ketika Anda sedang offline. Fitur ini memungkinkan Anda untuk meminimalkan biaya data yang mahal dan menonton video kapan pun dan dimana pun.

BATERAI
Guna mendukung berbagai aktivitas, MITO IMPACT dibekali dengan baterai berkapasitas 1780 mAh. Tergolong kecil untuk ukuran sekarang. Terlebih jika penggunaan cukup intensif. Jika penggunaan wajar, daya tahan baterainya bisa seharian. Untungnya, terdapat fitur Battery Saver yang bisa memperpanjang usia baterai untuk kondisi darurat hingga 90 menit.

PERFORMA
Smartphone Dual SIM ini menggunakan SoC MediaTek MT6582 dengan prosesor Quad Core Cortex A7 berkecepatan 1,3 GHz dan GPU Mali 400MP2. Sementara itu RAM yang terpasang memiliki kapasitas 1 GB serta storage internalnya sebesar 8 GB dan dukungan slot micro SD untuk ekspansi daya tampung memori.

Dengan modal seperti itu, performanya tergolong handal. Menjalankan banyak aplikasi sekaligus secara bersamaan (multi tasking), berjalan dengan lancar. Tidak ada tanda-tanda penurunan kinerja meski sudah dipakai berjam-jam.

Untuk membuktikannya, terdapat beberapa game yang siap dimainkan seperti Temple Run, Subway Surfer, Asphalt 8 dan sebagainya yang bisa diunduh dari Google Play Store. Menakjubkan, performa MITO IMPACT tak kalah dengan smartphone premium yang dibanderol dengan harga mahal. Memainkan game terasa mulus tanpa lag. Resepnya adalah, Google menggunakan Android RunTime (ART) yang diklaim mengkonsumsi RAM lebih sedikit dibanding Dalvik yang dipakai di Android versi sebelumnya. Saat diuji dengan aplikasi benchmark pun, hasilnya terlihat memuaskan.

KESIMPULAN
Mito Impact A10 adalah salah satu perwujudan visi Google menghadirkan smartphone murah berkualitas lewat proyek Android One. Dengan harga yang murah hanya di angka Rp1 jutaan, pengguna bisa mendapatkan ponsel dengan performa yang terbilang mumpuni.

Catatan: artikel ini sudah saya publikasikan di website Selular.ID dengan judul: Mito Impact A10: Berbasis Android One, Kualitas Menawan.
Read more ...

Minggu, 15 Februari 2015

Catatan dari Samsung Forum 2015: Fokus di Internet of Things

Setiap tahunnya, Samsung memiliki tradisi menggelar hajatan bertajuk Samsung Forum yang memamerkan semua lini produk baru yang akan dilepas ke pasar. Ajang ini biasanya digelar di tingkat regional yang untuk kawasan kita mencakup Asia Tenggara dan Oceania (Australia & Selandia Baru). Saya pertama kali mengikuti Samsung Forum saat digelar di Singapura sekitar tahun 2010. Setahun berikutnya absen karena baru masuk di tempat kerja baru. Kemudian tahun 2012 ikut lagi saat digelar di Bangkok, tahun 2013 di Jakarta. Tahun 2014 kembali absen karena rolling yang datang teman kerja. Tahun ini, saya berkesempatan untuk menghadiri lagi acara ini yang kembali digelar di Bangkok, Thailand mewakili media saya Selular.

Dibanding tahun-tahun sebelumnya, ini adalah acara terlama yang saya ikuti karena memakan waktu 5 hari kerja dari Senin sampai Jumat. Padahal acara inti hanya 1 hari, yang mana sisanya lebih banyak untuk workshop, foto-foto, jalan-jalan, makan-makan, dan belanja :D.  




Samsung Forum 2015 digelar pada Kamis, 12 Februari 2015 bertempat di Impact Forum, Bangkok. Acara dibuka dengan keynote speaker oleh YS Jeon, President & CEO Samsung Electronics South East Asia & Oceania yang menandaskan bahwa Internet of Things (IoT) menjadi fokus raksasa elektronik ini ke depan. “Internet of Things menjadi visi kunci di tahun 2015 karena ini mengubah cara kita untuk bekerja dan melakukan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Jika membaca dari berbagai literatur, baik itu white paper maupun hasil survei, IoT memang digadang-gadang menjadi konsep masa depan. Konsep IoT adalah setiap perangkat bisa terhubung dengan perangkat lain menggunakan koneksi internet. Hal ini memang diperlihatkan Samsung pada beberapa produknya.

Satu contoh nyata, mereka mengembangkan sistem operasi terbuka Tizen yang dirancang untuk mendukung IoT termasuk di dalamnya smartphone, smart watch, smart TV dan sebagainya. Di smartphone, Tizen telah tertanam di Samsung Z1 yang saat ini sudah dipasarkan di India. Sayangnya masih belum ada kepastian rilis di Indonesia. Di ajang inipun, smartphone pertama berbasis Tizen tersebut tidak diperlihatkan. Kemudian ada jam pintar Tizen Samsung Galaxy Gear yang saat ini sudah tersedia di Indonesia.

Perangkat terbaru yang memakai Tizen adalah di sektor elektronic consumers khususnya televisi. Samsung merilis trio smart TV tipe JS9500, JS9000, dan JS 8500 dengan teknologi layar nano kristal proprietary yang eco friendly dengan basis Tizen. Pihak Samsung mengatakan dengan Tizen membuka kemungkinan lebih luas dari televisi sebagai pusat hiburan terintegrasi. “Semua jajaran smart TV Samsung yang diproduksi di tahun 2015 akan memakai Tizen,” ungkap Brad Wright, Director Samsung Electronics Australia. Untuk hal ini, saya telah mengulasnya di Selular.ID dengan artikel bertajuk: Tizen Akan Dipakai di Semua TV Pintar Samsung Mulai 2015.

Bagi penggemar fotografi, Samsung menghadirkan dua produk baru Samsung NX1 dan Samsung NX500 untuk bersaing dengan kompetitor di pasar kamera mirrorless. NX1 bentuknya mirip dengan kamera DSLR yang bulky, sedangkan NX500 seperti kamera mirrorless lainnya yang ngetren dengan desain retro. Kedua kamera tersebut sayangnya masih belum memiliki sistem operasi terbuka, namun sudah mendukung konektivitas Wi-Fi, NFC, dan Bluetooth untuk sharing konten foto. Untuk ulasan singkat mengenai produk ini, bisa dibaca di artikel: Samsung NX1, Kamera Mirrorless Premium dengan Multi Koneksi.

Di line-up smartphone, tidak ada produk flagship yang benar-benar baru. Samsung Galaxy Note Edge adalah smartphone yang akan dirilis Maret mendatang, namun produk ini sudah dirilis secara global September silam. Selain itu,  Samsung menambah ponsel baru di seri A yakni Galaxy A7. Kemudian seri baru E yang lebih fungsional dengan kehadiran E7 dan E3 serta di entry level ada J1.

Konsep IoT berikutnya bisa ditemukan di printer seri Smart Multixpress yang menyasar segmen bisnis. Yang bikin menarik perhatian, printer ini dijejali sistem operasi Android dan platform cloud mobile. Saya cukup terkesan dengan kecanggihan printer ini. Sayangnya, ini bukanlah printer untuk konsumsi pengguna rumahan, melainkan untuk bisnis. Sehingga harganyapun pasti tidak akan murah.

Selain itu, masih ada lagi beberapa inovasi menarik yang dipamerkan seperti kaca mata virtual reality Samsung Gear VR, robot pembersih debu, mesin cuci Dual Active Wash, kulkas, dan sebagainya. Di sini terlihat, semua lini produk dari home appliances, teknologi informasi, fotografi hingga mobile ingin dikuasai semua. Samsung sampai sekarang memang masih menjadi penguasa pangsa pasar. Dan walaupun laporan keuangan tahun 2014 kemarin terbilang kurang menggembirakan, pabrikan ini masih memiliki banyak peluru yang siap ditembakkan.
Read more ...

Rabu, 28 Januari 2015

Jokowi Bentuk Badan Ekonomi Kreatif untuk Lindungi Bisnis Online

Teka-teki seputar Kementerian Ekonomi Kreatif yang dihilangkan di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya terjawab. Senin (26/01/2015), mantan Gubernur DKI dan wali kota Solo tersebut resmi membentuk Badan Ekonomi Kreatif di Istana Negara. BEK merupakan lembaga setingkat kementerian yang berada langsung di bawah Presiden. Ayah kandung penyanyi Sherina, Triawan Munaf didapuk untuk mengepalai badan strategis tersebut dengan mendapatkan hak keuangan serta fasilitas lainnya setara dengan menteri.

Kepada Triawan, Presiden menandaskan bahwa Ekonomi kreatif harus dikembangkan sehingga menjadi besar dan menjadi penyeimbang yang cukup signifikan dalam menambah pendapatan negara. Menurut Triawan, seperti dilansir dari laman Setkab, Jokowi memandang perlu membentuk BEK mengingat banyaknya tantangan yang dihadapi, misalnya SDM, dan menyangkut perlindungan hak kekayaan intelektual melalui UU No 28 Tahun 2014.

Selama ini ekonomi kreatif ataupun industri kreatif berjalan sendiri terutama melalui sektor UKM. BEK akan lebih banyak memusatkan kegiatannya pada inovasi-inovasi baru yang hasil pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Secara khusus, Jokowi meminta kepada Triawan untuk menumbuh-kembangkan bisnis online yang dewasa ini makin menjamur dan menjadi alternatif sistem pemasaran di Indonesia. Juga meminta untuk melindungi bisnis online, termasuk dari pembajakan oleh dunia internasional. “Presiden melihat banyak sekali sub sektor UKM yang tidak diperhatikan. Beliau selalu memberi contoh bisnis online untuk dijaga, dilindungi agar bisa membesar di Indonesia sendiri, jangan buru-buru dibeli oleh pihak asing. Presiden meminta agar pengembang bisnis online untuk tidak menjual sehingga menjadi pemain-pemain kelas dunia,” kata Triawan Munaf usai dilantik menjadi Kepala BEK.

Sesuai Peraturan Presiden nomor 135/2014, sebelum Badan Ekonomi Kreatif terbentuk, fungsi ekonomi kreatif masih dijalankan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Hal itu juga berlaku dengan anggaran ekonomi kreatif yang tahun 2015 masih dialokasikan melalui Kemenpar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015 yang mengalami peningkatan dari sebelumnya Rp360 miliar menjadi Rp1,5 triliun. Pemerintah menargetkan sumbangan sektor ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dapat tumbuh 100% pada tahun ini. Saat ini sektor ekonomi kreatif tercatat hanya menyumbang sebesar 7% dari PDB. Selamat bekerja, Pak Triawan. Mari bersama-sama majukan industri kreatif Indonesia!

Catatan: artikel ini sudah saya publikasikan di Selular.ID
Read more ...

Rabu, 12 November 2014

Cerdas Membeli Gadget Murah Via XL SmartBuy


XL SmartBuy
Beberapa tahun terakhir ini, peredaran smartphone di Tanah Air semakin menggurita. Di mata produsen, Indonesia adalah pasar yang sangat menggiurkan. Bahkan diprediksi menjadi salah satu pangsa pasar yang paling mendorong pertumbuhan smartphone secara global, selain China, India dan Rusia. Banyaknya merek yang beredar dengan berbagai fitur yang menjadi nilai jual mungkin akan membingungkan. Di artikel sebelumnya, saya telah menyajikan tips memilih smartphone yang berkualitas dengan harga terjangkau. Tapi itu ternyata masih belum cukup. Jika cermat, kita bisa memperoleh gadget premium dengan harga lebih murah diskon hingga Rp2,5 juta dibanding harga normal di pasar. Tenang saja, ini legal dan produknya pun dijamin asli dengan garansi resmi. Caranya adalah dengan pesan gadget melalui program XL Smart Buy.
Read more ...

Minggu, 02 November 2014

The Power of iOS 8



Berbeda dengan kompetitornya, Apple adalah perusahaan yang paling disiplin dalam merilis produk baru. Simple saja, yakni hanya setahun sekali. Kita bisa dengan mudah menerka produk apa yang akan dirilis pada waktu tertentu. Tak hanya pada perangkat, tetapi jadwal yang teratur ini juga berlaku pada sistem operasi. Setiap tahun sekali, Apple selalu merilis versi baru platform iOS.

Belum lama ini, tepatnya pada tanggal 17 September 2014, perusahaan yang didirikan mendiang Steve Jobs ini merilis generasi baru iOS 8 ke publik. Sistem operasi tersebut tersedia sebagai bagian dari rilis smartphone paling anyarnya iPhone 6 dan iPhone 6 Plus.
Read more ...

Rabu, 10 September 2014

Kiat Agar Foto Selfie Tampil Maksimal

Selfie telah menjadi fenomena baru selama dua-tiga tahun terakhir ini. Tren memotret diri sendiri ini menjangkiti segala kalangan, dari remaja ABG, selebritis sampai para pejabat tinggi negara. Setiap hari, di jejaring sosial berseliweran foto-foto narsis sebagai bentuk eksistensi diri.

Tak bisa dimungkiri, merebaknya penyebaran smartphone dengan kamera ganda, akses internet cepat dan populernya jejaring sosial berkontribusi besar dalam menghadirkan tren baru selfie. Di situs internet banyak beredar foto para selebritis dan olahragawan yang sering memotret selfie di berbagai kesempatan. Setelah memotret, biasanya mereka langsung mengunggahnya di jejaring sosial Instagram, Facebook, Twitter maupun Path.

Saking populernya, kata ini dimasukkan ke dalam Kamus Oxford dan berhasil menjadi ‘word of the year 2013’. Oxford mendeskripsikannya sebagai sebuah foto yang mengambil salah satu dari diri sendiri, biasanya diambil dengan smartphone atau webcam dan diunggah ke situs media sosial. Judy Pearsall, Direktur Editorial Oxford Dictionaries, menjelaskan bahwa situs media sosial membantu mempopulerkan istilah yang mulai muncul di chat room Australia pada September 2012 ini. Tag ‘selfie’ muncul di situs Flickr pada awal 2004 meski penggunaannya belum masif. Hingga sekitar 2012, ketika selfie digunakan umumnya dalam sumber-sumber media mainstream.

Nah, jika Anda termasuk bagian dari jutaan orang yang gemar melakukan selfie, ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar hasil foto lebih menarik dan menyita perhatian.

Pemilihan Kamera
Ada banyak pilihan kamera digital berkualitas tinggi, tetapi pilihan terbaik untuk yang gemar selfie adalah kamera smartphone. Musababnya, mayoritas smartphone yang beredar telah memiliki dua buah kamera (depan dan belakang). Nah, kamera depan ini sangat memudahkan untuk melakukan foto selfie, meski kualitas fotonya tak sebagus dari kamera utama. Tapi sekadar untuk di-share ke jejaring sosial sudah mencukupi.

Jika Anda punya kocek lebih, pilih smartphone high-end yang kamera depannya wide angle dengan resolusi tinggi. Sehingga cakupan area yang terekam pada gambar lebih luas. Saat ini sudah banyak produsen yang membidik pasar pecinta selfie ini dengan membenamkan kamera depan berkualitas tinggi dengan tambahan fitur menarik. Tak hanya wide angle dan resolusi tinggi, tetapi juga sampai menyertakan lampu LED Flash agar bisa selfie di berbagai kondisi. Juga fitur efek yang membuat tampilan wajah lebih halus. Untuk pilihan ponsel kamera selfie yang bagus, silahkan baca artikel Parade Ponsel Berkemampuan Selfie di rubrik Lapsus ini.

Jarak Pengambilan Gambar
Karena memotretnya dilakukan sendiri, usahakan memegang smartphone sejauh mungkin dengan menggunakan tangan Anda. Karena jika kamera berada terlalu dekat, wajah akan terlihat tidak proporsional dan lebih lebar. Beberapa produsen smartphone memiliki kamera depan dengan lensa wide angle sehingga hasil relatif lebih bagus dibanding yang biasa. Jika menggunakan kamera utama, Anda harus sering berlatih untuk menghasilkan gambar dengan posisi subyek yang tepat.

Memakai Tongsis
Jika kamera depan Anda tidak wide angle, masih bisa disiasati dengan aksesori pendukung yaitu tripod atau monopod. Saat ini yang menjadi tren di kalangan pecinta selfie adalah monopod atau mereka biasa menyebutnya dengan tongkat narsis, disingkat tongsis. Alat ini berguna saat Anda melakukan traveling dan tidak ingin merepotkan orang di sekitar dengan meminta bantuan untuk memotret karena bisa melakukan sendiri berkat tongsis.

Komposisi
Komposisi adalah hal penting di fotografi, jika ingin menghasilkan foto yang bagus meski sekadar selfie yang sifatnya ceria. Saat akan memotret, pilihlah latar belakang yang baik dan tidak terlalu mengganggu. Selain itu, berikan ruang untuk obyek ikonik sebagai background ataupun foreground. Misalnya saat berkunjung ke Monas, komposisi yang baik adalah gambar wajah Anda di satu sisi dengan latar belakang Monas di sisi lainnya. Hal ini sesuai dengan rumus komposisi yang dipercaya menghasilkan foto bagus yakni rule of third atau aturan sepertiga sekaligus point of interest.

Pencahayaan
Seperti halnya komposisi, pencahayaan yang bagus adalah kunci sukses menghasilkan foto indah. Untuk itu, terlepas dari apakah memotretnya di dalam ruangan maupun di luar ruangan, pastikan cahaya yang menerangi wajah berasal dari depan atau dari samping, bukan dari belakang. Jika menggunakan cahaya tambahan seperti blitz di kamera, usahakan jaraknya jangan terlalu dekat karena membuat wajah menjadi terlalu cerah.

Momen memotret
Memotretlah hanya saat kondisi yang aman dan memungkinkan. Jangan memotret saat sedang berkendara mobil, apalagi naik motor dengan satu tangan. Tidak memarmetkan aurat. Juga jangan mengambil foto saat mengikuti momen tertentu yang sakral atau keadaan yang tidak sepantasnya memotret. Obama adalah contoh pemotretan selfie yang waktunya kurang tepat. Jadi, Anda harus bijak memilih waktu dan momen yang tepat saat memotret selfie.

Ekpresi
Ingat, Anda tidak sedang foto untuk KTP atau paspor. Jadi, jangan tegang dan datar. Jangan ragu-ragu untuk menunjukkan ekspresi dengan berbagai gaya wajah. Inilah waktunya untuk seru-seruan dengan mencoba berbagai ekspresi. Survei dari Curalate, foto selfie bergaya ‘duck faces’ atau wajah bebek menghasilkan 1000% lebih likes di Instagram dibanding selfie biasa. Terlepas dari akurasinya yang masih perlu dipertanyakan, selfie dengan gaya unik atau gokil memang lebih memancing minat untuk dilihat.


Berikut ini 6 gaya selfie yang paling sering dilakukan ketika melakukan selfie:
1.    The Beach Brag:  Ketika kebanyakan dari kita sedang berkutat dengan pekerjaan, selalu ada satu orang yang ingin memamerkan pemandangan indah (selfie ini biasanya diambil saat liburan)
2.    Duckface: Selfie muka bebek adalah foto bibir manyun klasik, yang dipopulerkan oleh para selebriti
3.    The ‘Healthie’: Sebuah selfie yang didesain untuk memamerkan tubuh atletis atau gaya hidup sehat Anda
4.    Dressing Room Selfie: Diambil untuk memamerkan pakaian baru, biasanya diambil dengan bantuan kaca
5.    Foodie Selfie: Foto makanan Anda yang bervariasi dari sandwich sederhana hingga hidangan berkelas bintang Michelin
6.    Celebrity Selfie: Saat ini, siapa saja bisa menjadi paparazzi (yang Anda butuhkan hanyalah mencari selebritinya)

Gunakan Aplikasi
Setelah memotret, Anda masih bisa memberikan rupa-rupa pada wajah Anda. Misalnya memberi kumis palsu dengan aplikasi #MoWithLove di Nokia Lumia atau BoothStache di Android. Atau memberi aneka pernak-pernik dengan Pixlr Express, PicSay Pro dan lainnya. Juga memberi efek retro saat akan menggunggah di Instagram. Tapi ini sifatnya hanya opsional, tergantung selera Anda.





Read more ...
Designed By Blogger Templates