Show Mobile Navigation

Gallery

Latest In

Minggu, 15 Februari 2015

Catatan dari Samsung Forum 2015: Fokus di Internet of Things

Bambang Dwi Atmoko - 23:25
Setiap tahunnya, Samsung memiliki tradisi menggelar hajatan bertajuk Samsung Forum yang memamerkan semua lini produk baru yang akan dilepas ke pasar. Ajang ini biasanya digelar di tingkat regional yang untuk kawasan kita mencakup Asia Tenggara dan Oceania (Australia & Selandia Baru). Saya pertama kali mengikuti Samsung Forum saat digelar di Singapura sekitar tahun 2010. Setahun berikutnya absen karena baru masuk di tempat kerja baru. Kemudian tahun 2012 ikut lagi saat digelar di Bangkok, tahun 2013 di Jakarta. Tahun 2014 kembali absen karena rolling yang datang teman kerja. Tahun ini, saya berkesempatan untuk menghadiri lagi acara ini yang kembali digelar di Bangkok, Thailand mewakili media saya Selular.

Dibanding tahun-tahun sebelumnya, ini adalah acara terlama yang saya ikuti karena memakan waktu 5 hari kerja dari Senin sampai Jumat. Padahal acara inti hanya 1 hari, yang mana sisanya lebih banyak untuk workshop, foto-foto, jalan-jalan, makan-makan, dan belanja :D.  




Samsung Forum 2015 digelar pada Kamis, 12 Februari 2015 bertempat di Impact Forum, Bangkok. Acara dibuka dengan keynote speaker oleh YS Jeon, President & CEO Samsung Electronics South East Asia & Oceania yang menandaskan bahwa Internet of Things (IoT) menjadi fokus raksasa elektronik ini ke depan. “Internet of Things menjadi visi kunci di tahun 2015 karena ini mengubah cara kita untuk bekerja dan melakukan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Jika membaca dari berbagai literatur, baik itu white paper maupun hasil survei, IoT memang digadang-gadang menjadi konsep masa depan. Konsep IoT adalah setiap perangkat bisa terhubung dengan perangkat lain menggunakan koneksi internet. Hal ini memang diperlihatkan Samsung pada beberapa produknya.

Satu contoh nyata, mereka mengembangkan sistem operasi terbuka Tizen yang dirancang untuk mendukung IoT termasuk di dalamnya smartphone, smart watch, smart TV dan sebagainya. Di smartphone, Tizen telah tertanam di Samsung Z1 yang saat ini sudah dipasarkan di India. Sayangnya masih belum ada kepastian rilis di Indonesia. Di ajang inipun, smartphone pertama berbasis Tizen tersebut tidak diperlihatkan. Kemudian ada jam pintar Tizen Samsung Galaxy Gear yang saat ini sudah tersedia di Indonesia.

Perangkat terbaru yang memakai Tizen adalah di sektor elektronic consumers khususnya televisi. Samsung merilis trio smart TV tipe JS9500, JS9000, dan JS 8500 dengan teknologi layar nano kristal proprietary yang eco friendly dengan basis Tizen. Pihak Samsung mengatakan dengan Tizen membuka kemungkinan lebih luas dari televisi sebagai pusat hiburan terintegrasi. “Semua jajaran smart TV Samsung yang diproduksi di tahun 2015 akan memakai Tizen,” ungkap Brad Wright, Director Samsung Electronics Australia. Untuk hal ini, saya telah mengulasnya di Selular.ID dengan artikel bertajuk: Tizen Akan Dipakai di Semua TV Pintar Samsung Mulai 2015.

Bagi penggemar fotografi, Samsung menghadirkan dua produk baru Samsung NX1 dan Samsung NX500 untuk bersaing dengan kompetitor di pasar kamera mirrorless. NX1 bentuknya mirip dengan kamera DSLR yang bulky, sedangkan NX500 seperti kamera mirrorless lainnya yang ngetren dengan desain retro. Kedua kamera tersebut sayangnya masih belum memiliki sistem operasi terbuka, namun sudah mendukung konektivitas Wi-Fi, NFC, dan Bluetooth untuk sharing konten foto. Untuk ulasan singkat mengenai produk ini, bisa dibaca di artikel: Samsung NX1, Kamera Mirrorless Premium dengan Multi Koneksi.

Di line-up smartphone, tidak ada produk flagship yang benar-benar baru. Samsung Galaxy Note Edge adalah smartphone yang akan dirilis Maret mendatang, namun produk ini sudah dirilis secara global September silam. Selain itu,  Samsung menambah ponsel baru di seri A yakni Galaxy A7. Kemudian seri baru E yang lebih fungsional dengan kehadiran E7 dan E3 serta di entry level ada J1.

Konsep IoT berikutnya bisa ditemukan di printer seri Smart Multixpress yang menyasar segmen bisnis. Yang bikin menarik perhatian, printer ini dijejali sistem operasi Android dan platform cloud mobile. Saya cukup terkesan dengan kecanggihan printer ini. Sayangnya, ini bukanlah printer untuk konsumsi pengguna rumahan, melainkan untuk bisnis. Sehingga harganyapun pasti tidak akan murah.

Selain itu, masih ada lagi beberapa inovasi menarik yang dipamerkan seperti kaca mata virtual reality Samsung Gear VR, robot pembersih debu, mesin cuci Dual Active Wash, kulkas, dan sebagainya. Di sini terlihat, semua lini produk dari home appliances, teknologi informasi, fotografi hingga mobile ingin dikuasai semua. Samsung sampai sekarang memang masih menjadi penguasa pangsa pasar. Dan walaupun laporan keuangan tahun 2014 kemarin terbilang kurang menggembirakan, pabrikan ini masih memiliki banyak peluru yang siap ditembakkan.

Rabu, 12 November 2014

Cerdas Membeli Gadget Murah Via XL SmartBuy

Bambang Dwi Atmoko - 14:38

XL SmartBuy
Beberapa tahun terakhir ini, peredaran smartphone di Tanah Air semakin menggurita. Di mata produsen, Indonesia adalah pasar yang sangat menggiurkan. Bahkan diprediksi menjadi salah satu pangsa pasar yang paling mendorong pertumbuhan smartphone secara global, selain China, India dan Rusia. Banyaknya merek yang beredar dengan berbagai fitur yang menjadi nilai jual mungkin akan membingungkan. Di artikel sebelumnya, saya telah menyajikan tips memilih smartphone yang berkualitas dengan harga terjangkau. Tapi itu ternyata masih belum cukup. Jika cermat, kita bisa memperoleh gadget premium dengan harga lebih murah diskon hingga Rp2,5 juta dibanding harga normal di pasar. Tenang saja, ini legal dan produknya pun dijamin asli dengan garansi resmi. Caranya adalah dengan pesan gadget melalui program XL Smart Buy.

Minggu, 02 November 2014

The Power of iOS 8

Bambang Dwi Atmoko - 18:03


Berbeda dengan kompetitornya, Apple adalah perusahaan yang paling disiplin dalam merilis produk baru. Simple saja, yakni hanya setahun sekali. Kita bisa dengan mudah menerka produk apa yang akan dirilis pada waktu tertentu. Tak hanya pada perangkat, tetapi jadwal yang teratur ini juga berlaku pada sistem operasi. Setiap tahun sekali, Apple selalu merilis versi baru platform iOS.

Belum lama ini, tepatnya pada tanggal 17 September 2014, perusahaan yang didirikan mendiang Steve Jobs ini merilis generasi baru iOS 8 ke publik. Sistem operasi tersebut tersedia sebagai bagian dari rilis smartphone paling anyarnya iPhone 6 dan iPhone 6 Plus.

Rabu, 10 September 2014

Kiat Agar Foto Selfie Tampil Maksimal

Bambang Dwi Atmoko - 11:47
Selfie telah menjadi fenomena baru selama dua-tiga tahun terakhir ini. Tren memotret diri sendiri ini menjangkiti segala kalangan, dari remaja ABG, selebritis sampai para pejabat tinggi negara. Setiap hari, di jejaring sosial berseliweran foto-foto narsis sebagai bentuk eksistensi diri.

Tak bisa dimungkiri, merebaknya penyebaran smartphone dengan kamera ganda, akses internet cepat dan populernya jejaring sosial berkontribusi besar dalam menghadirkan tren baru selfie. Di situs internet banyak beredar foto para selebritis dan olahragawan yang sering memotret selfie di berbagai kesempatan. Setelah memotret, biasanya mereka langsung mengunggahnya di jejaring sosial Instagram, Facebook, Twitter maupun Path.

Saking populernya, kata ini dimasukkan ke dalam Kamus Oxford dan berhasil menjadi ‘word of the year 2013’. Oxford mendeskripsikannya sebagai sebuah foto yang mengambil salah satu dari diri sendiri, biasanya diambil dengan smartphone atau webcam dan diunggah ke situs media sosial. Judy Pearsall, Direktur Editorial Oxford Dictionaries, menjelaskan bahwa situs media sosial membantu mempopulerkan istilah yang mulai muncul di chat room Australia pada September 2012 ini. Tag ‘selfie’ muncul di situs Flickr pada awal 2004 meski penggunaannya belum masif. Hingga sekitar 2012, ketika selfie digunakan umumnya dalam sumber-sumber media mainstream.

Nah, jika Anda termasuk bagian dari jutaan orang yang gemar melakukan selfie, ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar hasil foto lebih menarik dan menyita perhatian.

Pemilihan Kamera
Ada banyak pilihan kamera digital berkualitas tinggi, tetapi pilihan terbaik untuk yang gemar selfie adalah kamera smartphone. Musababnya, mayoritas smartphone yang beredar telah memiliki dua buah kamera (depan dan belakang). Nah, kamera depan ini sangat memudahkan untuk melakukan foto selfie, meski kualitas fotonya tak sebagus dari kamera utama. Tapi sekadar untuk di-share ke jejaring sosial sudah mencukupi.

Jika Anda punya kocek lebih, pilih smartphone high-end yang kamera depannya wide angle dengan resolusi tinggi. Sehingga cakupan area yang terekam pada gambar lebih luas. Saat ini sudah banyak produsen yang membidik pasar pecinta selfie ini dengan membenamkan kamera depan berkualitas tinggi dengan tambahan fitur menarik. Tak hanya wide angle dan resolusi tinggi, tetapi juga sampai menyertakan lampu LED Flash agar bisa selfie di berbagai kondisi. Juga fitur efek yang membuat tampilan wajah lebih halus. Untuk pilihan ponsel kamera selfie yang bagus, silahkan baca artikel Parade Ponsel Berkemampuan Selfie di rubrik Lapsus ini.

Jarak Pengambilan Gambar
Karena memotretnya dilakukan sendiri, usahakan memegang smartphone sejauh mungkin dengan menggunakan tangan Anda. Karena jika kamera berada terlalu dekat, wajah akan terlihat tidak proporsional dan lebih lebar. Beberapa produsen smartphone memiliki kamera depan dengan lensa wide angle sehingga hasil relatif lebih bagus dibanding yang biasa. Jika menggunakan kamera utama, Anda harus sering berlatih untuk menghasilkan gambar dengan posisi subyek yang tepat.

Memakai Tongsis
Jika kamera depan Anda tidak wide angle, masih bisa disiasati dengan aksesori pendukung yaitu tripod atau monopod. Saat ini yang menjadi tren di kalangan pecinta selfie adalah monopod atau mereka biasa menyebutnya dengan tongkat narsis, disingkat tongsis. Alat ini berguna saat Anda melakukan traveling dan tidak ingin merepotkan orang di sekitar dengan meminta bantuan untuk memotret karena bisa melakukan sendiri berkat tongsis.

Komposisi
Komposisi adalah hal penting di fotografi, jika ingin menghasilkan foto yang bagus meski sekadar selfie yang sifatnya ceria. Saat akan memotret, pilihlah latar belakang yang baik dan tidak terlalu mengganggu. Selain itu, berikan ruang untuk obyek ikonik sebagai background ataupun foreground. Misalnya saat berkunjung ke Monas, komposisi yang baik adalah gambar wajah Anda di satu sisi dengan latar belakang Monas di sisi lainnya. Hal ini sesuai dengan rumus komposisi yang dipercaya menghasilkan foto bagus yakni rule of third atau aturan sepertiga sekaligus point of interest.

Pencahayaan
Seperti halnya komposisi, pencahayaan yang bagus adalah kunci sukses menghasilkan foto indah. Untuk itu, terlepas dari apakah memotretnya di dalam ruangan maupun di luar ruangan, pastikan cahaya yang menerangi wajah berasal dari depan atau dari samping, bukan dari belakang. Jika menggunakan cahaya tambahan seperti blitz di kamera, usahakan jaraknya jangan terlalu dekat karena membuat wajah menjadi terlalu cerah.

Momen memotret
Memotretlah hanya saat kondisi yang aman dan memungkinkan. Jangan memotret saat sedang berkendara mobil, apalagi naik motor dengan satu tangan. Tidak memarmetkan aurat. Juga jangan mengambil foto saat mengikuti momen tertentu yang sakral atau keadaan yang tidak sepantasnya memotret. Obama adalah contoh pemotretan selfie yang waktunya kurang tepat. Jadi, Anda harus bijak memilih waktu dan momen yang tepat saat memotret selfie.

Ekpresi
Ingat, Anda tidak sedang foto untuk KTP atau paspor. Jadi, jangan tegang dan datar. Jangan ragu-ragu untuk menunjukkan ekspresi dengan berbagai gaya wajah. Inilah waktunya untuk seru-seruan dengan mencoba berbagai ekspresi. Survei dari Curalate, foto selfie bergaya ‘duck faces’ atau wajah bebek menghasilkan 1000% lebih likes di Instagram dibanding selfie biasa. Terlepas dari akurasinya yang masih perlu dipertanyakan, selfie dengan gaya unik atau gokil memang lebih memancing minat untuk dilihat.


Berikut ini 6 gaya selfie yang paling sering dilakukan ketika melakukan selfie:
1.    The Beach Brag:  Ketika kebanyakan dari kita sedang berkutat dengan pekerjaan, selalu ada satu orang yang ingin memamerkan pemandangan indah (selfie ini biasanya diambil saat liburan)
2.    Duckface: Selfie muka bebek adalah foto bibir manyun klasik, yang dipopulerkan oleh para selebriti
3.    The ‘Healthie’: Sebuah selfie yang didesain untuk memamerkan tubuh atletis atau gaya hidup sehat Anda
4.    Dressing Room Selfie: Diambil untuk memamerkan pakaian baru, biasanya diambil dengan bantuan kaca
5.    Foodie Selfie: Foto makanan Anda yang bervariasi dari sandwich sederhana hingga hidangan berkelas bintang Michelin
6.    Celebrity Selfie: Saat ini, siapa saja bisa menjadi paparazzi (yang Anda butuhkan hanyalah mencari selebritinya)

Gunakan Aplikasi
Setelah memotret, Anda masih bisa memberikan rupa-rupa pada wajah Anda. Misalnya memberi kumis palsu dengan aplikasi #MoWithLove di Nokia Lumia atau BoothStache di Android. Atau memberi aneka pernak-pernik dengan Pixlr Express, PicSay Pro dan lainnya. Juga memberi efek retro saat akan menggunggah di Instagram. Tapi ini sifatnya hanya opsional, tergantung selera Anda.





Selasa, 01 Juli 2014

Memilih Smartphone Berkualitas & Terjangkau

Bambang Dwi Atmoko - 14:32


Gempuran smartphone semakin menghiasi pasar ponsel Indonesia. Seperti halnya merebaknya fitur ponsel yang lantas turun kelas, smartphone yang laris manis pun kini berganti menyasar pasar middle-end. Ini sesuai dengan karakter pasar selular Indonesia yang berbentuk kerucut membesar ke bawah, pasar smartphone juga mengikuti karakter tersebut. Di puncak adalah smartphone premium dengan harga yang wah sekitar 8 juta-an. Sedangkan kini yang menggeliat hebat adalah pasar smartphone middle-end yang didominasi harga sekitar Rp2 juta-an. Di kelas ini misalnya ada BlackBerry Z3, Asus ZenPhone 5 dan sebagainya.



Biasanya vendor akan berkilah untuk memperluas pasar smartphone dengan menghadirkan smartphone harga terjangkau –bukan murah-. Material, desain, layar biasanya memang dibuat lebih simpel untuk mengejar harga, sementara yang tidak diotak-atik adalah kemampuan prosessor, RAM, hingga peripheral lainnya. Hanya untuk kamera, biasanya mutu yang diperoleh dari smartphone harga terjangkau adalah bukan yang terbaik tetapi hasilnya bisa tetap memenuhi kebutuhan penggunanya. Bisa ditebak, pertarungan di segmen ini terbilang keras, tak hanya diisi oleh vendor dunia tapi juga oleh vendor merek lokal yang menyadari begitu besar pasar smartphone di kelas harga 2 juta-an.





Resolusi dan Ukuran Layar
Layar menjadi prioritas utama saat konsumen mau membeli smartphone. Karena di sinilah sentra dari aktivitas sehari-hari saat berinteraksi dengan ponsel. Terlebih, sekarang ini smartphone layar sentuh semakin mendominasi pasar dibanding yang memakai keypad. Praktis, semua kegiatan mulai dari mengakses menu, mengetik, membaca, melihat video, dan sebagainya berlangsung hanya di layar. Untuk itu, saat akan membeli ponsel, pastikan kualitas layarnya memadai.



Kebanyakan smartphone menengah ke atas mengandalkan layar besar dengan resolusi Full HD dengan density tinggi untuk menyajikan atraksi visual yang menakjubkan. Tapi jika bujet Anda terbatas, setidaknya pilih resolusi layar minimal 480 x 800 pixel dengan ukuran layar paling kecil 4 inchi. Sebisa mungkin, pilih yang jenis layarnya IPS LCD Capacitive. Lebih baik lagi jika ada proteksi pada layar semisal memakai Corning Gorilla Glass. Sudah banyak smartphone terjangkau yang memiliki fitur seperti itu.



Dapur Pacu

Setelah melihat sisi luar, maka konsumen perlu untuk mengetahui sisi dalamnya yang mengutip istilah media otomotif bagian dapur pacunya. Pada smartphone, dapur pacu berarti bagian hardware yang berfungsi untuk melakukan pemrosesan dan pengelolaan, yaitu CPU dan GPU yang berdiri di atas chipet. Ada beberapa manufaktur chipset yang terkenal seperti MediaTek yang sering dipakai pada smartphone murah, Qualcomm Snapdragon yang dikenal handal dan biasa dipakai ponsel mahal, Exynos yang dipakai pada beberapa smartphone premium Samsung, Intel yang baru masuk ke industri mobile setelah sekian lama berkutat di komputer, dan sebagainya. Selain itu, yang tak kalah penting adalah RAM (Random Access Memory) yang merupakan ruang memori untuk menjalankan aplikasi. Semakin tinggi CPU dan besar RAM, secara teori akan semakin cepat kinerja smartphone tersebut. Jika ingin membeli smartphone yang bisa bekeja dengan lancar saat menjalankan aplikasi-aplikasi terkini, saran kami pilihlah dengan spesifikasi minimal prosesor (CPU) Dual Core 1GHz dengan RAM 1GB.



Sistem Operasi

Jika prosesor adalah pusat kendali dari sisi hardware, maka sistem operasi adalah otak smartphone di sisi software. Para pemilik platform terus menerus mengembangkan sistem operasi miliknya. Saat ini Android milik Google telah memasuki versi Android 4.4.2 KitKat, kemudian BlackBerry versi 10.2, Windows Phone versi 8, dan Apple yang sebentar lagi meluncurkan iOS versi 8.0 ke konsumen. Sebaiknya, pilih smartphone yang sistem operasinya paling baru. Karena sistem yang baru biasanya merupakan hasil perbaikan dari generasi sebelumnya yang disertai dengan banyak fitur-fitur baru. Jika ponsel yang dipilih masih memakai yang lama, coba tanyakan ke penjualnya apakah bisa diupgrade ke versi yang lebih baru atau cek di website resmi vendor. Setidaknya, pilih yang masih belum ketinggalan. Sebagai contoh untuk Android memakai versi 4.0 Ice Cream Sandwich atau 4.2/4.3 Jelly Bean.



Kamera
Fitur kamera smartphone kini semakin diminati. Karena kamera merupakan modal utama untuk merekam setiap momen. Terlepas dari pengguna adalah pecinta fotografi atau tidak, fitur ini sangat diperlukan. Bagi yang aktif di jejaring sosial, berbagi dalam bentuk visual menjadi lebih menarik daripada sekadar teks panjang. Kemudian merebaklah tren selfie (self photographie), foto kuliner, traveling, dan sebagainya yang semuanya bisa dilakukan dari ponsel. Saran kami, spesifikasi minimal adalah kamera utama di kisaran 5MP disertai LED Flash dan kamera sekunder 1 MP. Namun, banyak faktor yang mempengaruhi kualitas hasil foto terutama sensor lensa kamera dan prosesor pengolah gambar. Anda bisa mengetahui kualitasnya dengan membaca review di media.

Baterai
Smartphone Anda canggih, tetapi jika kapasitas baterainya kecil dan sangat boros, percuma saja. Maka, kapasitas bateri menjadi hal penting yang perlu dipertimbangkan saat akan membeli ponsel. Idealnya, dengan fitur yang makin kaya dan prosesor makin cepat, smartphone memiliki kapasitas lebih dari 2.000 mAh. Setidaknya, baterai dengan daya tampung minimal 1.500 mAh masih cukup memenuhi kebutuhan. Lebih bagus lagi jika ponsel memiliki fitur power saving atau menginstall aplikasi jika tidak ada. Karena akan menghemat konsumsi daya. Selain itu, Anda juga bisa membeli aksesori daya tampung cadangan atau yang lebih dikenal power bank dengan kualitas bagus.


Jaringan
Smartphone didesain sebagai perangkat mobile internet yang memberi kenyamanan dalam mengakses berbagai layanan online baik itu jelajah web, cek email, berkirim pesan instant, akses jejaring sosial dan sebagainya. Maka dari itu, pengguna harus memperhatikan dukungan koneksi jaringan pada smartphone. Jangan membeli yang hanya mengandalkan koneksi Wi-Fi karena akan menyusahkan saat ingin mengirim pesan atau membaca email yang penting. Kecuali jika itu adalah smartphone kedua yang tujuannya bukan untuk koneksi data atau sudah memiliki perangkat mobile router. Selain itu, jangan membeli yang hanya dibekali koneksi 2G (GPRS / EDGE) karena koneksinya sangat lambat. Koneksi 3G atau yang setara dengannya (CDMA EVDO Rev A) adalah syarat minimal jika ingin nyaman memakai smartphone.


Kapasitas Storage
Memori adalah tempat untuk menyimpan seluruh data Anda. Semakin besar memori, tentu semakin banyak data yang bisa ditampung di dalamnya. Kaitannya dengan memori, saat ini ada dua jenis ponsel yang hanya punya memori internal saja dan ada yang menyediakan slot micro SD. Jika smartphone tidak memiliki micro SD, maka wajib untuk memilih yang kapasitasnya besar yakni minimal 16 GB. Sedangkan untuk yang punya slot micro SD, paling tidak pilih yang memiliki memori internal minimal 4GB. Hal ini karena tidak semua data bisa tersimpan di slot micro SD terutama pada aplikasi tertentu yang berhubungan dengan sistem.

Merek dan Layanan Purna Jual
Produsen ternama biasanya akan menjaga kualitas produknya. Meski sedikit lebih mahal dengan spesifikasi yang sama, tetapi smartphone dari merek ternama lebih memberikan kenyamanan karena kualitasnya sudah terjamin. Selain itu, yang tak kalah penting adalah dalam hal layanan purna jual. Pilih ponsel yang layanan purna jualnya bagus. Untuk mengetahui, bisa dengan browsing di internet membaca testimoni para pengguna.

Harga

Harga menjadi salah satu faktor penentu seseorang memutuskan untuk membeli smartphone, terutama untuk kelas menengah ke bawah. Beda Rp 100 ribu saja cukup berarti. Agar bisa membandingkan harga smartphone yang akan dipilih, Anda bisa membaca ‘Buyers Guide’ dari beberapa media telekomunikasi Tanah Air seperti Selular.co.id dan lainnya.

Selamat berbelanja, untuk bekal mudik lebaran :D


Rabu, 04 Juni 2014

Review HTC One M8: Sophisticated Premium Design

Bambang Dwi Atmoko - 18:01
Dua kali berturut-turut, smartphone kebanggaan HTC berhasil meraih penghargaan di Global Mobile Awards.  Ini adalah ajang penghargaan prestisius, semacam Oscar untuk industri telekomunikasi yang digelar tahunan bertepatan event Mobile World Congress yang digelar GSM Association. Di tahun 2013, HTC One (M7) memenangkan kategori ‘The Best New Mobile Handset’ dan di tahun 2014 berhasil memperoleh  ‘Best Smartphone of The Year’. Sangat jarang satu produk mendapatkan penghargaan selama dua tahun berturut-turut, namun inilah yang berhasil diraihnya. Meski bertabur bintang penghargaan dan kritik positif, harus diakui HTC One masih belum sakti untuk memperbaiki performa perusahaan yang selama beberapa tahun terakhir dirundung kerugian.

Harapan itu kini dibebankan ke suksesornya, HTC One (M8) yang diperkenalkan 25 Maret yang lalu dan sebentar lagi tersedia di pasar Indonesia. Jika generasi pertama HTC One berhasil melakukan lompatan kuantum dalam hal desain dan antarmuka, maka kehadiran generasi dua ini lebih terlihat sebagai usaha penyempurnaan dari sebelumnya. Tidak ada yang benar-benar baru atau revolusioner. Meski demikian, ini tak mengurangi keistimewaan HTC One (M8) sebagai produk yang istimewa.

Senin, 02 Juni 2014

Pemenang VMware Photo Contest: Perfect Place to Work

Bambang Dwi Atmoko - 18:25


Rumah adalah #perfectplacetowork buat saya. Menghemat banyak biaya, produktivitas terjaga dan pekerjaan rumah tetap terkelola.

 Selamat kepada wisalinaicha! Foto kiriman Anda terpilih sebagai pemenang untuk kontes foto VMware Periode 3. Konten foto ini dianggap pihak VMware Indonesia sesuai dengan tema #perfectplacetowork #vmwarehorizonsuite.


Selasa, 27 Mei 2014

Dampak Generasi Millenial Terhadap Ruang Kerja di Masa Depan

Bambang Dwi Atmoko - 09:00
Di artikel sebelumnya, saya sudah membahas mengenai tren di kalangan generasi millenial yang lebih suka bekerja secara mobile. Terang saja, ini adalah tren yang tidak bisa dibendung. Kebiasaan mereka sehari-hari yang tidak bisa lepas dari gadget terbawa hingga urusan pekerjaan. Gen Y ini akan lebih enjoy jika diberi keleluasaan dalam bekerja yang tidak menuntut harus kerja di dalam kantor. Jika diberi pilihan bekerja di perusahaan yang dinamis atau konvensional - bekerja itu harus di kantor- sudah jelas pilihannya ke yang menawarkan fleksibilitas.

Terlebih jika melihat dalam konteks bekerja di kota besar seperti Jakarta, tempat bekerja yang fleksibel adalah pilihan terbaik. Karena untuk menuju ke kantor saja butuh perjuangan ekstra. Tak sedikit yang berangkat kerja dari rumah sehabis subuh agar sampai kantor jam 8 - 9. Bayangkan, berapa jam waktu yang terbuang di jalan, berapa besar pemborosan yang harus dikeluarkan untuk bahan bakar.
Previous
Editor's Choice